Satpamnya Aldara

Satpamnya Aldara
Part 26


__ADS_3

Posisi Niko saat ini adalah yang paling berat. Antara dua pilihan yang sulit dan ia tetap terpaksa harus melepaskan orang yang dicintainya. Menyerah bukan berarti kalah.


Ia akan tetap berusaha untuk mencari cara agar bisa menyelamatkan Aldara. Karena sejatinya pria adalah orang yang harus bertanggung jawab. Karena ia yang sudah membuat Aldara dalam posisi bahaya maka dia pulalah yang akan menyelamatkan Aldara.


Sebelum hal itu terjadi, Niko sempat menghubungi Samuel. Tapi ia tak tahu kenapa sampai sekarang rombongan Samuel juga tak kunjung datang.


Apakah mereka benar-benar berniat ingin membantu Aldara yang dalam kondisi sulitnya. Wanita itu bahkan tergeletak di kursi dengan tubuh yang dirantai.


Kemudian ia dijadikan pancingan untuk Alkara dan juga Samuel datang ke markas mereka untuk menyerah dan menyelamatkan Aldara.


Tubuh Niko bergetar. Apakah yang ia lakukan dengan menghubungi Samuel adalah hal yang merupakan jebakan mereka. Karena mereka memang menginginkan agar dirinya menghubungi Samuel dan kemudian dia datang ke sini?


Jika seperti itu, bukan malah menyelamatkan Aldara tapi akan membawa masalah besar bagi wanita itu.


Niko terduduk di sudut ruangan dengan wajah yang sangat frustasi. Pria itu menarik napas panjang dan tidak tahu akan menjelaskan apa kepada Akdara ketika wanita itu nanti sudah sadar.


Niko pun menghela napas panjang dan kemudian membuka matanya. Tatapannya langsung tertuju pada Aldara yang baru saja membuka mata. Niko sangat terkejut melihat wanita itu.


Sementara itu, Aldara masih tak menyadari dengan apa yang terjadi pada dirinya. Wanita itu menatap ke depan dan mengerjapkan mata beberapa kali.


Ia pun merasa asing dengan tempat ini. Aldara menatap ke sekitar dan ia tersadar jika dirinya berada di suatu tempat yang tak ia kenali dan juga sangat mengerikan. Wanita itu lantas menatap ke seluruh penjuru.


Ketika ia hendak bergerak tapi pergerakannya tertahan. Aldara merintih ketakutan dan menatap ke tubuhnya.


Ia sangat terkejut saat melihat jika dirinya tengah terikat dengan rantai yang cukup besar dan juga itu menyakiti tubuhnya.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Aldara dengan mata yang berkaca-kaca. Tangan wanita itu bergetar dan wajahnya terlihat sangat panik.


Ia takut jika akan ada sesuatu yang terjadi pada dirinya. Wanita itu merintih dan berusaha meronta-ronta agar bisa dilepaskan dari ikatan rantai tersebut.


"Lepasin aku!!" mohon Aldara. "Tolong!"


Salah satu dari mereka pun mendekati Aldara lalu mengamati wanita itu dengan tatapan yang sangat dalam. Lalu kemudian mereka mendecih seolah meremehkan Aldara.


"Oh ini wanita yang telah dinikahi oleh Samuel?" tanya mereka sembari tertawa gelak.


Aldara pun tak berdaya. Wanita itu sangat ketakutan. Apalagi dari kecaman mereka membuat dirinya terkena gangguan mental di awal.

__ADS_1


Tapi ada yang menarik perhatian Aldara. Ia menatap Niko yang berada di sudut ruangan yang tengah menatap ke arah dirinya.


Aldara lantas tersenyum lebar. Ia pun memiliki peluang bisa selamat. Wajah Aldara berubah menjadi senang. Tapi semua itu harus pupus dan musnah saat dirinya melihat Niko malah menatap tajam ke arah dirinya.


Aldara terkejut. Ia kira Niko akan berada di pihaknya. Napas Aldata tertahan dan ia menatap ke samping.


"Kau!!"


"Maafkan aku." Aldara pun menatap ke arah Niko yang mengucapkan kata tersebut.


Ia pun teringat jika Niko adalah salah satu orang yang membuat dirinya berada di sini.


Napas Aldara memburu. Ia pun tak bisa tenang dan mengepalkan tangannya.


Ia pun menarik napas panjang dan kemudian ia pun menundukkan kepalanya.


Dor


Suara dentuman di luar membuat orang-orang terkejut. Mereka menatap ke luar dan sekitar jika mereka kini sudah terperangkap.


Mata mereka melotot karena banyak para polisi dan juga anggota Alkara yang tengah berusaha untuk menangkap dalang dari kerusuhan di pulau Ambas. Hal itu membuat mereka terkejut karena markas mereka sebenernya sudah diketahui.


"Kau berusaha untuk menjebak kami, tapi kau tak menyadari jika diri mu sedang dijebak oleh kami."


Aldara yang mendengar hal itu pun tak menyangka. Ia terbengong sendiri. Apakah di sini dirinya yang tak tahu apa-apa?


Sementara itu Niko pun tersenyum lebar. Ia baru unjuk gigi karena ketika dirinya disekap ia langsung menghubungi Samuel. Pada saat itu ia baru mengetahui bahwa Samuel adalah suami Aldara dan juga masa lalunya.


Ia pun melakukan kerja sama dan berusaha untuk memberikan perangkap dengan Niko yang berpura-pura dan tak memiliki daya untuk melawan mereka hingga rela melakukan pembunuhan dan juga penangkapan Aldara.


"Dasar kau!!" teriak mereka dan kemudian saling tembak.


Kerusuhan pun terjadi hingga mengakibatkan banyak orang yang terluka.


Aldara dilepaskan dari lantai yang melilitnya oleh Niko. Sementara itu Samuel terus melawan para musuh yang ingin membunuhnya.


Aldara pun dibawa pergi, tapi jalannya tak mudah. Ia dihadang, sementara itu ada sniper yang mengarah ke pada dirinya.

__ADS_1


Niko pun berusaha untuk melindungi Aldara dan juga melawan orang yang membunuh Aldara.


Ia memukul dan kemudian menendang. Dan menjauhkan senjata yang ingin menembak Aldara.


"Ayo!"


Aldara pun mengangguk dan kemudian lari bersama Niko. Tapi sniper yang sudah mengancam kepala Aldara pun tak disadari oleh mereka hingga sniper itu melepaskan tembakannya.


Niko pun tersadar dan dengan refleks dia memeluk tubuh Aldara hingga dirinya lah yang tertembak.


Mata Niko membulat dan terkejut. Mulutnya ternganga hingga membuat Aldara pun ikut menatap ke arah Niko.


Seketika itu juga ia sadar jika Niko tengah melindungi dirinya.


"Niko."


"Kau baik-baik saja?"


Aldara pun merasakan matanya sedikit basah akibat menangis. Ia pun menatap ke depan dan melihat jika kepala Niko perlahan jatuh ke pundaknya.


"Kau!!"


"Jangan khawatirkan aku," ucap Niko dan kemudian mengusap kepala Aldara.


Perlahan Niko pun menutup matanya. Hal itu membuat Aldara merasakan sesak di dadanya. Ia tak kuasa menahan tangis yang terus mendobrak pertahanan dirinya.


Aldara tak sanggup kehilangan orang sebaik Niko.


"NIKO!!!" teriak Aldara membuat orang-orang pun berhenti berperang.


Samuel berlari keluar dan ia terkejut melihat Niko yang jatuh ke pangkuan Aldara dengan tubuh tak bernyawa.


"Niko," lirih Samuel tak percaya.


______


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2