
Aldara menarik napas panjang. Sebentar lagi Samuel akan keluar dari rumah sakit dan Aldara pun sudah menyiapkan segala hal di rumah untuk menyambut kedatangan Samuel.
Ia sangat bahagia akhirnya Samuel akan pulang dan kesempatan itu tentunya tak akan disia-siakan oleh Aldara untuk membalas kebaikan Samuel kepadanya. Bahkan pria itu sudah sangat sering membantunya masa Aldara tak membalas Samuel sama sekali.
Ketika sudah selesai dengan urusan rumah maka Aldara pun pergi ke rumah sakit untuk menjemput Samuel.
Tak mungkin ia tega membiarkan Samuel pulang sendiri walau ada anak buahnya yang mengawal. Tapi Aldara tak akan setega itu.
Aldara tersenyum bahagia ketika ia sudah sampai di rumah sakit. Wanita itu langsung bergegas ke ruangan pria tersebut.
Saat membuka pintu Aldara meliuhat bahwasanya Samuel tengah berberes-beres dengan selang impus di tangannya. Aldara terkejut dan langsung melarang Samuel melakukan hal tersebut.
"Hey apa yang kau lakukan? Biar aku saja."
Samuel terdiam melihat jika Aldara yang mengambil alih pekerjannya. Ia menggaruk kepalanya bingung akan tetapi membiarkan wanita tersebut untuk menggantikan dirinya membereskan pekerjaan di ruangan tersebut.
"Kenapa kau ke sini lagi? Aku bisa pulang sendiri."
"Ck, aku tidak mau. Aku tahu kau pasti harus banyak diurus oleh ku untuk pulang. Dan pikiran ku pun sepertinya tak melesat."
Aldara benar-benar menjadi istri yang sempurna. Ia pun mempacking baju Samuel yang ada di rumah sakit dan membawa pulang kebutuhan yang di rumah sakit ke rumah.
"Ah, iya. Sebentar. Aku akan ke ruangan dokter dulu meminta resep obat kepada dokter."
"Baiklah," ucap Samuel dan Aldara pun setelah mendapatkan izin dari Samuel lantas langsung bergegas ke ruangan dokter.
Samuel pun menunggu wanita itu dengan beberapa pengawal di sisinya yang mengangkut barang Samuel ke dalam mobil.
Samuel menarik napas panjang. Semoga setelah identitasnya yang ketahuan Aldara tak menjadi buronan dari mereka. Ia khawatir mereka bisa menemukan Aldara padahal selama ini Alkara dan istrinya berusaha untuk melindungi Aldara dari mereka maka dari itu sang ibu mengubah penampilan Aldara.
Tak lama menunggu, Samuel pun melihat bayangan Aldara yang hendak masuk ke dalam ruangannya. Dan benar saja wanita itu lah yang datang. Samuel tersenyum ke arah Aldara tapi bagi Aldara itu adalah senyum maut yang bisa saja merenggut nyawanya.
__ADS_1
Samuel merasa heran kenapa Aldara tiba-tiba memerah.
"Kau kenapa lagi?" tanya Samuel heran dan hendak menyentuh kening Aldara.
Aldara dengan cepat menjauhkan tangan Samuel sebelum menyentuh keningnya. Jika itu dilakukan maka akan menjadi kemungkinan buruk.
"Ada apa dengan mu?"
"Sudahlah. Kau tak perlu tahu. Kita langsung pulang."
Aldara meminta bantuan kepada para bodyguard Samuel untuk membantu pria itu berjalan masuk ke dalam mobil.
Aldara mengikuti dari belakang. Ia diam-diam tersenyum dan menyentuh tangannya yang tadi memegang Samuel.
"Ya Tuhan aku benar-benar tak menyangka jika aku akan menyentuh tangannya."
Aldara pun memegang kedua sisi pipinya yang kembu memerah. Aldara benar-benar benci akan rekasinya yang tak kenal tempat hingga di depan Samuel pun tetap muncul membuat ia benar-benar merasa sangat malu.
Aldara menarik napas panjang. Dan kemudian perempuan tersebut ikut masuk ke dalam mobil berdua bersama dengan Samuel di bangku bagian belakang.
_________
Aldara menarik napas panjang. Ia pun menatap diam-diam ke sampingnya dan Aldara kembali menunduk karena merasa jika Samuel terlalu tinggi untuk digapai walau ia bisa saja.
Samuel juga merasakan hal yang sama. Malah diam-diam ia menatap Aldara hingga membuat jantungnya berdetak sangat kencang. Entah akan sampai kapan hubungan seperti ini. Yang satu tidak peka dan yang satu gengsian. Mungkin sampai ada orang yang memberitahu mereka.
"Kenapa ini?" tanya Samuel heran saya melihat jika di atas meja makan penuh dengan hidangan.
"Kita dinner."
"Kau yang memasak ini semua?" tanya Samuel tak percaya dengan apa yang ia lihat di meja makan. Ini adalah surga dunia bagi mereka yang hobi makan. Tapi di sini ia tak terlalu hobi tapi malah Aldara.
__ADS_1
"Duduk di sini." Aldara meminta agar Samuel duduk di kursi yang sudah ia sediakan.
Kemudian Aldara juga memberikan beberapa makanan ke piring Samuel dan semua itu adalah masakannya. Itu sebabnya ia meminta pulang lebih awa tadi subuh.
Samuel pun diam-diam tersenyum melihat kesibukan Aldara. Kenapa dia sangat cantik membuat Samuel tak bisa mengalihkan pandangannya dari wanita itu. Samuel Sudja terhipnotis dengan Aldara yang memiliki pesona sangat tinggi. Terlebih lagi jika ia tak memiliki poni dan juga kacamata.
Poni dan kacamata hanyalah pengalihan isu. Agar Aldara tak dikenali oleh musuh-musuh ayahnya.
Aldara menarik napas panjang karena dari tadi Samuel hanya menatap dirinya sambil tersenyum sementara itu dadanya ditatap sedemikian rupa pastinya akan berdetak sangat kencang dan tak bisa dikendalikan. Samuel benar-benar sudah membuat Aldara si polos dan introver itu berubah 100%.
"Kau tak ingin memakan makanan ku?" tanya Aldara dengan wajah yang cemberut.
Saat mendengar suara Aldara barulah Samuel sadar. Ia pun mengerjapkan matanya beberapa kali.
"Eh hah? Baiklah aku akan makan."
Samuel pun makan masakan Aldara dengan salah tingkah. Siapa yang tidak malu jika tertangkap basah sedang memperhatikan dia.
Samuel yang tak pernah memerah di depan Aldara dengan secara ajaib memerah di depan Aldara. Aldara membulatkan matanya. Apakah ia tak salah lihat?
Samuel memerah? Apakah itu benar? Ia seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat. Samuel salting tapi karena apa? Karena dirinya? Itu sungguh tak mungkin.
Untuk memastikan apakah Samuel memerah atau tidak, Aldara pun mendekatkan tatapannya hingga Samuel terkejut dan perlahan mengangkat wajahnya.
Ia teridam ketika mereka saling pandang. Bahkan makanan yang hendak ia masukkan ke dalam mulutnya pun terjatuh.
Mungkin posisi itu berlangsung hampir satu menit hingga Aldara sadar dan langsung duduk dengan benar. Ia menutup wajahnya dan hendak pergi. Reaksi Samuel tak jauh berbeda dengan Aldara.
"Aku/aku." Mereka dengan sama-sama mengucapkannya hingga pada akhirnya mereka kembali terdiam.
___________
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.