Satpamnya Aldara

Satpamnya Aldara
Part 11


__ADS_3

Samuel membuka mata dan pemandangan yang pertama kali dilihatnya adalah sekitarnya yang sudah rapi dan juga ada selimut yang menutupi tubuhnya.


Samuel sedikit terperangah akan hal itu. Siapa yang telah melakukan semua ini? Apakah mungkin jika yang melakukannya adalah Aldara? Tapi kenapa dia sangat perhatian kepada Samuel? Apakah Aldara sudah mendapatkan ingatannya?


Samuel mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mencari kesadarannya. Barulah beberapa detik ia membuka mata dan Samuel langsung dikejutkan lagi ada makanan yang sudah tersaji di atas meja kerjanya.


Di sana juga terdapat surat yang terletak di dekatnya atas nama Aldara. Tidak salah lagi wanita ini lah yang sudah memperhatikannya.


Seperti ada yang menusuk di hati Samuel. Begini kah rasanya diperhatikan oleh istri sendiri? Samuel pun akhirnya bisa merasakannya setelah lama tak merasakan perhatian yang diberikan Aldara.


Itu juga hanya sebentar ia merasakannya sebelum akhirnya tragedi tersebut terjadi dan ayahnya harus dipenjara dan rumahnya disita dan juga harus digunakan untuk ganti rugi.


Sementara itu Aldara kehilangan ingatannya akibat ia juga ada di tragedi tersebut dan terluka parah di kepalanya. Semenjak saat itu agar dirinya tak diketahui oleh musuh-musuh Alkara bahwa dia adalah pertahanan bayangan milik Alkara maka ia harus menjauhi Aldara dan berperan dari jauh untuk melindungi wanita itu.


Memang harus melakukan pengorbanan besar agar bisa mencapai sesuatu.


Samuel pun menarik napas panjang dan kemudian pergi ke kamar mandi yang ada di ruangan itu. Ia membersihkan diri lalu keluar untuk menyantap makanan yang sudah disajikan oleh Aldara.


Ia memakan masakan perempuan tersebut. Ternyata rasanya masih sama sangat enak. Ia tak pernah ingat kapan terakhir kalinya ia makan masakan Aldara sebelum hari ini.


Tanpa sadar air mata Samuel menetes karena menahan rasa rindu yang sangat dalam. Ketika Aldara dekat dengannya malah ia tak bisa mengatakan kepada wanita itu bahwasanya ia adalah suaminya.


Begitu sabar hati seorang Samuel menerima semuanya yang terjadi padanya demi untuk kebaikan bersama.


Samuel tertawa karena merasa konyol kepada diri sendiri hanya karena memakan masakan Aldara kembali ia sampai meneteskan air mata.


Samuel menghabiskan makanan tersebut lalu keluar membawa piring kotor itu ke dapur.

__ADS_1


Setelah meletakkan piring kotor tersebut ke dapur kemudian Samuel memilih untuk pergi ke kamarnya.


Hari ini ia telat bangun dan Aldara juga sudah lebih dulu pergi sekolah. Sementara itu ia adalah seorang satpam yang harus siap siaga sebelum anak-anak datang. Untungnya ia hanyalah satpam yang bertugas sementara dan boleh kapan saja datang karena ada satpam yang lain.


Samuel tetap memilih untuk pergi ke sekolah dari pada ke kantor. Untuk urusan di kantor bisa anak buahnya saja yang mengurus karena jika untuk urusan Aldara maka ia yang akan menanganinya apalagi di saat-saat seperti ini musuh yang mengincar Aldara mengharuskan Samuel terus berada di sisi wanita itu.


Samuel pun bergegas untuk pergi ke sekolah. Sebab ia baru saja mendapatkan informasi dari ponselnya bahwa ada yang mencurigakan di sekitar sekolah Aldara.


Mata-mata tersebut melaporkan kepada Samuel yang membuat Samuel harus cepat pergi ke sekolah.


Sementara bukti dari kejahatan pihak yang menuduh Alkara sudah ia amankan jadi tak mudah seseorang untuk mencurinya.


"Ah ya kalian harus menjaga rumah dengan aman. Jika terjadi sesuatu kalian tahu konsekuensinya, bukan?" tanya Samuel kepada anak buahnya yang berdiri berjejer di sampingnya.


"Baik Tuan."


Samuel adalah orang kepercayaan Alkara. Jadi Alkara tak ragu-ragu ketika meminta anaknya menikah dengan Samuel dan juga memberikan hartanya kepada Samuel.


__________


"Bagus apanya ini? Huh, aku harus pergi jalan kaki." Aldara pun mendorong sepedanya.


Ia berjalan pergi sekolah. Padahal niat ingin datang cepat tapi gara-gara rantai sepeda semua rencana yang ia susun berantakan.


Aldara ingin cepat datang karena ia belum mengerjakan tugas. Jadi kesempatan baginya jika sudah datang dan waktu masih banyak sebelum masuk untuk mengerjakan pr.


Yah begitulah sekiranya. Anak-anak zaman sekarang karena pulang sekolah sore, malam pun mereka sudah sangat lelah hingga tak bisa belajar tengah malam dan terpaksa mengerjakan tugas rumah yang harus dikerjakan di rumah itu malah dikerjakan di sekolah.

__ADS_1


Mau yang pintar atau tidak tapi rata-rata seperti itu karena saking sibuknya dan juga banyaknya tugas. Belum lagi ekskul sekolah yang harus mereka lakukan.


Itulah yang ada di hati setiap siswa.yang hanya bisa dipendamnya dikala lelah. Mereka dipaksa untuk mengerjakan semuanya dan dipaksa bisa untuk semua mata pelajaran dan ekskul.


Aldara menghela napas panjang. Mendumel dalam hati tak akan membuat dirinya bisa melawan keadaan ini. Ia hanya bisa berharap ada keajaiban entah dari mana yang akan datang.


Aldara mendorong sepedanya dan tiba-tiba ia terkejut saat melihat jika ada mobil yang berhenti di depannya. Aldara menatap mobil itu. Mobil tersebut tak asing di matanya dan benar saja ketika sang pemilik mobil itu keluar dan Aldara langsung tahu siapa dia.


"Pak satpam."


Samuel memutar bola matanya dipanggil seperti itu. Ia pun sejenak menarik napas panjang dan menghampiri Aldara.


"Kebiasaan panggil satpam jika di luar."


"Kan Bapak sedang memakai baju satpam." Samuel tang baru sadar pun menatap ke arah dirinya sendiri dan ternyata benar jika ia sedang mengenakan baju seorang satpam dan itu artinya ia adalah seorang satpam untuk saat ini.


"Baiklah. Kenapa lagi dengan sepeda mu?"


Baru saja ditanya seperti itu Aldara sudah salah tingkah. Ia sudah berangan-angan jika dirinya menikah dengan Samuel dan hidup bahagia. Pikiran Aldara memang sedikit liar jika bersama Samuel.


Mulut Aldara terbuka ingin menjawab pertanyaan dari Samuel tersebut tapi langsung terkatup kembali saat ia melihat Samuel mengangkat sepedanya dam memasukkan ke dalam bagasi mobil.


"Cepatlah masuk. Nanti kau bisa telat."


"Hah?" Aldara sangat terkejut dan terus menatap Samuel dengan mata yang berbinar penuh kagum. Tak salah lagi alasan Aldara jatuh cinta kepada Samuel sudah sangat jelas jika pria itu perhatian kepadanya hingga Aldara menaruh hati yang lebih kepada pria itu.


____________

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.


__ADS_2