
Setiap hari Aldara merasa ada yang aneh dengan rumahnya. Seperti ia merasakan ada seseorang yang tengah mengawasi rumahnya setiap hari. Hal itu membuat Aldara tak nyaman dan sekaligus ketakutan. Ia berusaha untuk tak merasa ketakutan takut jika kejadian lama terulang kembali.
Malam ini sengaja Aldara tak tidur dan ia pun merasa jika ada mata tajam yang tengah memperhatikannya dari pohon besar yang ada di depan rumahnya. Merasa ragu, Aldara pun memperhatikannya dari lubang kecil dengan diam-diam.
Apa yang ia duga pun benar. Ternyata ada seseorang di sana. Aldara langsung kaget dan bersandar pada dinding sambil menyentuh dadanya yang berdetak sangat kencang.
Apa yang baru saja dia lihat? Ia melihat jika ada orang yang mengawasi rumahnya. Tapi dia siapa? Kenapa dia melakukan itu pada Aldara? Apa kehebatan Aldara hingga dia melakukan hal tersebut?
Aldara sungguh tak mengerti dengan tindakan orang tersebut. Aldara tak memiliki apa-apa.
Aldara pun menoleh ke arah pohon itu lagi dan ternyata tak ada orangnya. Akhirnya Aldara pun sedikit tenang dan ia berjalan ke tempat tidurnya dan kembali tidur. Tapi Aldara tak bisa tidur dan terus kepikiran dengan apa yang ia lihat barusan.
"Apa yang sudah aku lihat?" tanya Aldara tak percaya saat ia baru saja menangkap basah seseorang yang mengintip ke rumahnya. Apakah itu mata-mata?
Aldara pun mencoba menyelam ke dasar mimpi tapi ia tak bisa hingga suara nyaring yang jatuh di luar kamarnya membuat Aldara ketakutan dan segera bangkit.
Ia mencari kayu dan mencoba mengintip keluar dengan mengendap-endap. Aldara pun lantas sangat kaget saat mengetahui jika orang yang ia lihat ada di pohon besar kini berada di depan kamarnya.
Aldara lantas hendak menghubungi bantuan tapi sayangnya baterai ponselnya lowbet membuat Aldara merasa jika nyawanya di ujung tanduk.
"Siapa kau?!!" teriak Aldara dari dalam kamar.
Kemudian ia pun mendorong pintu kamar Aldara dan Aldara siap memukul si pria tersebut menggunakan balok di tangannya.
Tapi ia terkejut saat melihat jika orang itu dengan entengnya menahan serangannya. Aldara bahkan terkejut bukan main sambil mengerjapkan matanya heran.
"Kau..."
Ia pun membuka topengnya dan Aldara sangat terkejut saat tahu jika orang itu adalah sang satpam, Samuel.
"Ke..kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Aldara heran.
__ADS_1
"Ceritanya sangat panjang. Aku bukanlah orang yang kau lihat di atas pohon, aku berbeda."
"Hah?"
"Seseorang mengejar nyawa mu. Orang yang merampok rumah mu kemarin jelas bukan seorang permapok. Tapi dia memang ingin membunuh ibu mu dan kau. Untungnya kau tak ada di rumah saat itu. Sekarang dia sedang mengincar diri mu."
Aldara merasa pusing dengan apa yang diceritakan oleh Samuel. Ia pun mengerutkan keningnya dan menggeleng heran.
"A..paa..kah benar?"
"Iya. Kita tidak punya waktu. Kau harus cepat pergi dari sini."
Samuel tak memiliki cara lain lagi selain harus mengungkap kedoknya di depan Aldara demi keamanan Aldara.
Ia membawa Aldara ke mobilnya dan cepat meninggalkan rumah Aldara.
Sementara itu orang-orang yang berniat menyerang Aldara tengah melancarkan aksinya terhadap rumah kosong itu dan melakukan pembakaran membuat Aldara bisa melihat dengan jelas api di sana.
"Tenanglah. Semuanya sudah diamankan oleh anak buah ku."
"Hah?" tanya Aldara heran akan maksud Samuel.
"Nanti saja aku ceritakan."
___________
Aldara diam di ruang tamu dengan Samuel yang duduk di depannya dengan kepala yang menunduk. Sudah saatnya Aldara mengetahui semuanya karena Aldara sudah sangat besar.
"Kau tahu jika semua yang kau tahu selama ini tak sesuai dengan realita?"
"Hah? Apakah itu benar."
__ADS_1
"Baiklah aku akan mengaku. Aku adalah orang yang ditugaskan untuk mu selama hidup ku oleh guru dan sekaligus tuan ku untuk menjagamu. Ayah mu meminta agar aku menjaga mu. Dan dia juga belum tiada seperti yang kau tahu. Ibu mu sengaja mengatakannya agar kau tak lagi menangis mencari dia. Selain itu ayah mu dipenjara karena dituduh telah membunuh ribuan orang di tragedi Pulau Ambas. Kau tak perlu takut karena dia aman tapi hanya saja musuhnya yang memfitnahnya dan ingin dia dihukum mati. Maka tadi dia ingin membunuh mu dan membakar rumah mu agar kedok mereka tidak terungkap. Pada saat itu ibu mu lah yang menyimpan bukti sebelum dia akhirnya mati. Dan sekarang semua bukti itu aman pada ku. Kau adalah Nona ku," ucapnya membuat Aldara ternganga. Tapi itu tak semuanya ia ceritakan.
Apa barusan dia bermimpi. Tapi jika itu mimpi sungguh sangat menyedihkan karena orangtuanya mengalami hal yang sangat tragis.
"Kau tidak berbohong, bukan?" tanya Aldara dengan linangan air mata.
Samuel mengangguk dan kemudian pun menunduk. Ia merasa sangat bersalah kepada atasannya yang seharusnya merahasiakan hal itu sampai Aldara benar-benar matang dan sudah sembuh dari penyakit yang dideritanya tapi dia tak bisa menepatinya karena Aldara memang harus tahu secepatnya.
"Jadi aku harus tinggal di sini."
"Hm, aku akan menjagamu selamanya. Aku sengaja bekerja sebagai satpam untuk melindungi mu."
"Jika aku sudah menikah nanti apakah kau akan tetap menjaga ku?" tanya Aldara tiba-tiba.
Samuel terkejut dan menunduk lalu mengangguk. Entah kenapa melihat itu Aldara merasa sakit di hatinya.
Ia hanya ingin menikah dengan Samuel tapi dia tak percaya diri. Sementara itu Samuel diam-diam menatap Aldara dengan pandangan yang menyimpan sejuta kerinduan.
"Aldara. Jika kau ingin makan kau bisa ke dapur. Dapurnya ada di sana aku tahu kau sangat lapar." Lagi-lagi Aldara tersipu malu karena terpergok jika dirinya sedang menahan lapar.
Aldara pun mengangguk dan menuju ke arah dapur yang diberitahukan oleh Samuel.
Samuel memandang punggung Aldara dengan pandangan lirih. Wanita itu benar-benar tak lagi mengingat dirinya siapa. Yah Aldara kehilangan ingatannya ketika umurnya 15 tahun saat penyerangan yang dilakukan oleh musuh ayahnya.
Satu hal lagi ketika itu Samuel berumur 22 tahun. Karena ayahnya merasa nyawanya sangat dekat dan khawatir kepada Aldara dia pun menikahkan Aldara dengan dirinya. Aldara memang sangat menyukai Samuel. Hanya saja Samuel yang belum, namun sekarang ia benar-benar mencintai Aldara, istrinya.
Jadi Aldara adalah istri sahnya. Aldara belum mengetahui jika ia sudah bersuami.
____________
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.