Satpamnya Aldara

Satpamnya Aldara
Part 16


__ADS_3

Samuel memperhatikan Aldara dengan sungguh-sungguh tanpa diketahui oleh Aldara. Wanita itu sangat cantik dan bahkan Samuel tak bisa mengalihkan wajahnya dari kecantikan yang dimiliki oleh Aldara.


Dulu Aldara masih mungil dan kini wanita tersebut perlahan sudah tumbuh besar dan juga dewasa. Aldara adalah anak yang manja dan ia tak menyangka jika Aldara sekrang lebih dewasa dalam menghadapi masalah.


"Buka mulut mu!" pinta Aldara yang ingin menyuapi Samuel.


Samuel pun membuka mulutnya. Ia memperhatikan Aldara yang dengan taletan menyuapi dirinya. Dalam situasi seperti ini Samuel merasa jika ia sama seperti anak kecil.


Mungkin jika ada anak buahnya yang melihat ini Samuel akan merasa malu. Tapi di sisi lain ia merasa bahagia. Keberadaan Aldara yang hadir di hidupnya dan memberikan segenap perhatian kecil kepadanya membuat Samuel yang hampir putus asa memiliki tujuannya kembali.


Ia menarik napas panjang. Dan meraih tangan Aldara hingga Aldara pun terpaksa berhenti untuk menyuapi Samuel.


Ia memandang Samuel dengan kening yang berkerut. Aldara menatap ke tangannya yang disentuh oleh Samuel. Sumpah demi apapun ini sangatlah gugup membuat Aldara ingin mati rasa.


"A...ada.. apa?" tanya Aldara kepada Samuel. Ia meneguk ludahnya tatkala menangkap basah jika Samuel terus menatap ke arah dirinya tanpa mengalihkan pandangan sedetik pun. Aldara merasa tak nyaman dan menundukkan kepalanya.


"Kau tahu jika kau saja dari tadi belum makan."


Samuel merebut mangkuk bubur tersebut dari tangan Aldara. Ia pun meraih sendoknya dan memberikan suapan bubur tersebut kepada Aldara.


Aldara membulatkan matanya. Bukan ia tidak suka bubur tapi karena ia terkejut karena Samuel akan menyuapinya.


"Kau."


"Makanlah. Aku tak menyukai bubur. Kau bantu aku menghabiskan."


"Tidak ini untuk mu," ucap Aldara yang menolak keras bubur yang diberikan oleh Samuel.


Samuel menghela napas panjang dan memaksa agar Aldara memakan bubur tersebut.


Aldara sangat terkejut dan ia terpaksa meneguk bubur itu dengan perasaan yang amatlah tak enak. Perlahan Aldara mengunyah bubur itu.


Sejenak Aldara terdiam karena baru sadar jika sendok yang dipakai untuk menyuapi dirinya tadi adalah sendok yang sama digunakan Samuel.

__ADS_1


Ia pun menegang dan tiba-tiba tanpa diminta wajahnya memerah. Aldara kaget dan berusaha untuk menyimpan semburat merah di wajahnya sebelum Samuel melihat.


Tapi sayangnya Samuel sudah melihat semua itu dan pria itu sendiri malah tak sadar dan mengira jika Aldara sedang sakit.


"Wajah mu memerah. Apakah kau sedang sakit?" tanya Samuel dan menyentuh kening Aldara.


Aldara kian memerah. Ini bukan kareja sakit tapi karena salting. Ingin sekali Aldara berteriak seperti itu tapi semuanya hanyalah bisa ia pendam di dalam dadanya.


Aldara menarik napas panjang. Dan menundukkan kepalanya. Ia menjauhkan tangan Samuel yang menyentuh keningnya. Ia merasa sangat malu saat ini.


"Samuel. Aku baik-baik saja. Kau makanlah ini. Aku akan mencari makan di luar sana saja." Aldara menyerahkan bubur itu kepada Samuel.


Kemudian dengan wajah tersipu ia pun pergi dari ruangan tersebut meninggalkan Samuel yang masih bengong di tempatnya.


Ia mengerjapkan matanya beberapa kali. Lalu memandang ke arah bubur dengan penuh tanya.


"Kenapa dia? Apakah dia marah kepada ku?" tanya Samuel tak mengerti dengan alasan kenapa Aldara kabur dari dirinya. Mungkin ia yang sudah melakukan kesalahan kepada wanita itu.


____________


Di dalam kamar mandi pun Aldara mengungkapkan semua rasa malunya. Ia memandang wajahnya di kaca. Ia melepas kacamatanya dan meletakkan di atas wastafel.


Aldara mengercutkan bibirnya. Ia menjauhkan poninya dan ia pun merasa sangat cantik ketika poni itu dijauhkan dari wajahnya.


"Aku cantik," ucap Aldara dan itu memang kenyataannya jika wanita itu sangat cantik. "Tapi kenapa Mama selalu menyuruh penampilan ku seperti ini? Apakah mama tak ingin aku terlihat cantik? Ah mungkin seperti itu karena di luar sana banyak sekali orang jahat yang mengincar kecantikan seseorang."


Aldara tak ingin berpikir yang aneh-aneh lebih baik ia berpikir positif. Aldara menarik napas panjang dan kemudian membasuh wajahnya.


Ia menatap dirinya di dalam kaca yang Sudja tampak sangat segar dari sebelumnya. Aldara tersenyum lebar dan kemudian ia pun kembali tersipu ketika ingat perlakuan Samuel tadi.


"Manis banget. Andai aku bisa mendapatkan dia," ucap Aldara sembari menyentuh wajahnya yang memerah. Ia merasa sangat malu sendiri dan salah tingkah di dalam toilet tersebut membuat pengunjung toilet rumah sakit ini merasa aneh dengan tingkah Aldara.


Aldara yang sadar jika dofjhya menjadi pusat perhatian lantas langsung pergi dan menutup wajahnya malu.

__ADS_1


Aldara tak sengaja menabrak seseorang yang membuat ia melenguh. Niko yang ditabrak pun hendak marah dan berbalik.


Ia terkejut jika di depannya adalah seorang wanita. Tapi kenapa wajah perempuan tersebut sangat tidak asing. Setelah berpikir lama barulah Niko sadar jika wanita yang baru saja menabrak dirinya itu adalah Aldara.


"Aldara?" tanyanya yang membuat Aldara mengangguk.


"Kenapa kau seolah tak mengenali ku? tanya Aldara heran yang masih belum menyadari hal apa yang berubah dari dirinya.


"Ya gimana aku tidak mengenali mi jika kau menyamping kan poni ku dan tak memakai kacamata. Kau sangat cantik seperti ini. Kenapa kau harus pake kacamata sih?"


Aldara pun sadar jika ia baru saja meninggalkan kacamatanya di toilet. Aldara menepuk jidatnya.


"Aku lupa bawa kacamata."


Aldara kembali lari ke dalam toilet untuk mengambil kacamatanya.


"Woy!! Woy!! Mau ke mana?" teriak Niko yang melihat Aldara lari.


Ia pun ikut dengan Aldara. Tapi matanya membulat ketika sadar jika Aldara masuk ke dalam toilet wanita dan ia juga ikut masuk ke dalam tempat itu tanpa disadari olehnya.


Hingga wanita-wanita yang berada di dalam toilet berteriak kencang melihat kehadiran Niko.


"Akhh!!"


"Aaaaa!" teriak Niko dan juga para wanita-wanita tersebut.


Lantas Niko pun menjadi korban para wanita-wanita brutal tersebut dan memukuli Niko. Hingga Niko tak sanggup lagi dan keluar dari toilet tersebut dan melarikan diri.


Aldara bingung melihat Niko.


"Lah kenapa dia bodoh sekali masuk ke dalam toilet wanita?"


_________

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.


__ADS_2