SATRIA MAMBA HITAM

SATRIA MAMBA HITAM
Eps 30 Pedang Mamba Kencana Hitam.


__ADS_3

Kilatan-kilatan cahaya merah dan cahaya hitam menyala keluar dari kedua pedang yang di gabungkan.


Suara gemuruh angin dan kilatan halilintar telah memecahkan suasana di Bukit Dadap.


Kekuatan Nenek sulampe dan ki Jagaranta se akan tersedot oleh kekuatan kedua pedang itu.


"Guru sepertinya kita tidak mungkin berada lama-lama di sini, kekuatan kedua pedang itu seakan menyedot semua kekuatan sihir kita." Ujar Nenek Sulampe.


"Kamu benar lampe, ayo lampe kita tinggalkan Bukit Dadap ini, sebelum kekuatan pedang itu memusnahkan kekuatan kita."Tukas Jagaranta.


Dengan kekuatan ilmu sihirnya Jagaranta dan Nenek Sulampe berkelebat lalu menghilang di sambar awan hitam tunggangannya Jagaranta.


"Kanjeng ratu apa perlu ku kejar kedua penyihir itu." Ujar Putri Hijau.


"Jangan Hijau biarkan saja kedua penyihir itu pergi, yang penting kedua pedang itu sudah berhasil di gabungkan." Ujar Kanjeng Ratu.


Setelah pedang mamba merah di gabungkan dengan pedang mamba kencana, ternyata kedua pedang itu adalah pasangannya, pedang mamba merah telah masuk dan menyatu dengan pedang mamba kencana.


"Kini kedua pedang sudah bertemu pasangannya, nanda Siliwata kaulah pewaris dari keraja'an Kencana." Tutur nyai Ratu negri awan.


"Rasanya aku belum paham kanjeng ratu, bagaimana bisa aku pewaris tahta kerajaan, sedangkan aku berasal dari keluarga bangsa Sudra, bukan dari keluarga bangsawan." Ujar Siliwata.


Kanjeng ratu negri awan tersenyum manis, lalu berujar membuka silsilah keturunan dari keraja'an kencana yang sekarang ini hanya tinggal nama dan gunung kencana sebagai saksi bisu yang masih menjulang.


Ratu negri awan mulai membuka lembaran sejarah dan menjawab dari ke tidak pahaman Siliwata kenapa dirinya sebagai pewaris Tahta kerajaan turunan ke tujuh.


Dengan sangat rinci kanjeng Ratu menjelaskan silsilah keturunan dan hak waris hingga sampai di keturunan ke lima.


"Lalu siapa pewaris yang ke limanya Kanjeng Ratu?." Tanya Siliwata.


"Pewaris ke lima adalah Pangeran Rangsak seta, yang sekarang masih ada." Ujar Kanjeng Ratu.


"Kalau masih ada kenapa kerjaan kencana bisa runtuh, dan dimanakah tinggalnya pangeran Rangsak Seta?." Tanya Siliwata nampak mulai penasaran.


"Runtuhnya keraja'an Kencana karena terjadi perang yang sangat dahsyat, ketika tahta kerajaan di serahkan pada putra pangeran Rangsak seta dari Ratu Sari, yaitu pangeran Walang seta." Tutur Nyai Ratu.


Dalam peperangan itu banyak sekali korban jiwa hingga pangeran Walang seta pun gugur sebagai pahlawan bersama istrinya dan mempunyai putra, waktu itu usia nya masih dua tahun

__ADS_1


"Apakah putra dari pangeran Walang seta ikut gugur juga Kanjeng ratu?." Tanya Siliwata.


"Tidak, Putra Walang Seta berhasil di selamatkan oleh Hulu balang." Jelas Kanjeng Ratu.


Siliwata semakin bingung dengan cerita yang diutaraka oleh Ratu dari negri awan itu.


"Lalu apa hubungannya dengan aku, kanjeng Ratu?." Tanya Siliwata.


"Dengar dulu ceritanya, Putra Walang Seta berhasil di selamatkan dan di urus sampai ia tumbuh dewasa." Ujar Nyai Ratu.


"Lalu di manakah dan siapakah nama dari putranya pangeran Walang seta?." Desak Siliwata bertanya.


"Putra Walang Seta berada di bawah gunung kencana di bukit kahuripan." Tutur Nyai Ratu.


Siliwata semakin bingung dan tidak mengerti dengan cerita dari nyai Ratu negri awan.


"Di situ kan cuma ada satu rumah, yaitu rumah ayah Kala Seta, aku jadi bingung dan berbelit-brlit dengar cerita dari kanjeng Ratu." Batin Siliwata.


Kemudian Siliwata menoleh pada Yudasara yang lagi terpaku mendengarkan cerita dari Ratu dari negri awan itu.


"Ma'af kanjeng Ratu bila aku ikut bicara, di bukit kahuripan kan cuma ada satu rumah yaitu rumah kedua orang tua kami, ayah Kalaseta dan Ibunda Dewi Kencana." Pungkas Yudasara.


"Iya itu ayahmu Kala seta, adalah anak dari Walang seta yang di besarkan oleh Hulu balang Wikrama." Ungkap Nyai Ratu.


Betapa kagetnya Siliwata dan Yudasara, terpaku mematung sambil membelalakan kedua netranya.


"Apa? Ayah Kalaseta putra dari Pangeran Walang Seta, jadi kakek Wikrama itu." Ujar Siliwata.


"Wikrama adalah Hulu balang kepercayaannya Pangeran Rangsak Seta yang kemudian berbakti pada Pangeran Walang Seta." Jelas nya sang Ratu.


"Lalu siapa kakek kami yang sebenarnya kanjeng Ratu?." Tanya Siliwata dan Yudasara serempak.


"Kakekmu sekarang berada di Bukit Hanjuang." Ujar Kanjeng Ratu.


"Itu kan tempatnya eyang Resi Wanayasa." Ujar Siliwata.


"Betul nanda, Sang begawan Resi Wanayasa yang menjadi gurumu itu adalah kakek buyut kalian, dialah Pangeran Rangsak Seta." Ungkap Nyai Ratu.

__ADS_1


Siliwata dan Yudasara terpaku melotot memandang ke tiga bidadari penguasa negri awan.


Seakan tidak percaya dengan cerita dari Nyai Ratu tersebut.


"Dewata yang agung, yang memiliki segalanya, sungguh mulai sekali rencanamu." Batin Siliwata.


Mungkin itulah cerita yang tersimpan di antara dua pedang legenda itu, setelah kedua pedang itu bertemu, di sa'at itu pula Ratu penguasa Negri Awan turun, untuk mengungkap sejarah dan Silsilah para Bangsawan Kencana.


Ternyata Kala seta yang banyak di hina oleh mertuanya Tuan Badrun, adalah ahli waris dari Tahta kerajaan Kencana.


Kemudian Siliwata dan Yudasara, memohon pada Nyai Ratu untuk mengguar semua keturunan dari Maha Raja Wayan Dava Taksaseta.


"Ampun Kanjeng Ratu, masih ada yang mengganjal di benaku." Ujar Siliwata.


"Apa itu Nanda?." Tanya Kanjeng Ratu.


"Apakah Nenek buyut kami masih ada?." Tanya Siliwata.


Nyai Ratu lalu memutarkan tongkat emasnya sambil tersenyum simpuh, seperti menunggu pertanyaan itu dari Siliwata.


"Asal nanda tau, sebelum Nanda kenal sama ayahanda nanda, terlebih dahulu Nanda sudah dekat sama nenek buyutmu." Jelas Nyai Ratu.


"Setau aku, ku di besarkan di alam yang berbeda dengan manusia." Tukas Siliwata.


"Iya Nanda, dialah nenek buyutmu yang sebenarnya, ratu dari kerajaan Goa Mamba." Ungkap Ratu negri awan.


Siliwata tambah kaget lagi, kenapa bisa nenek buyutnya dari bangsa jin, apa mungkin kakek buyutnya menikah sama bangsa jin, sungguh di luar akal sehatnya Siliwata, lalu Siliwata berpikir kembali pada masa kecilnya dia yang bisa hidup di dua dimensi.


"Kenapa nanda Siliwata, kamu kaget, dengan apa yang telah kamu alami, itulah rahasia semesta, tak satupun manusia di dunia ini yang bisa mengetahui apa yang telah di tentukan oleh Semesta." Ujar Nyai Ratu.


"Iya betul kanjeng Ratu, yang saya heran kenapa kakek Buyut bisa menikah dengan bangsa jin Mamba." Tukas Siliwata.


Ceritanya Panjang Nanda, ma'af untuk yang ini saya tidak bisa menceritakannya pada Nanda." Ujar Nyai Ratu.


"Kenapa?." Tanya Siliwata penasaran.


"Sudah ada perjanjian di antara kami, kalau nanda ingin tau, sebaiknya nanda bisa tanyakan langsung pada kakek buyutmu." Ungkap Nyai Ratu.

__ADS_1


Akankah Siliwata mendatangi eyang Resi Wanayasa (Pangeran Rangsak Seta) Setelah semua terungkap silsilah garis keturunan dan hak waris Tahta kerajaan kencana, setelah berhasilnya kedua pedang Pusaka kerajaan Kencana di satukan.


__ADS_2