SATRIA MAMBA HITAM

SATRIA MAMBA HITAM
SATRIA MAMBA HITAM Eps 6 penggemblengan siliwata 2


__ADS_3

Badrun yang sipatnya sangat egois, tidak mau kalah oleh wikrama.


Badrun tetap keukeuh ingin membawa Dewi kencana pulang kerumah, padahal Kala seta sebagai suaminya lebih berhak pada pada istrinya yaitu Dewi kencana.


Suasana di tempat wikrama kini sudah mulai memanas, Barja dan Kaspar pun sudah berdiri lagi dan mau melakukan serangannya pada Kala seta.


Sedangkan Badrun, masih berteriak teriak memanggil putrinya yaitu Dewi kencana.


Dewi kencana yang ngumpet didalam karena tidak mau lagi tinggal dengan ayah kandungnya yang selalu berlaku kasar.


''Kencana keluar kamu, ayah tidak sudi kamu tinggal bersama mertuamu, nanti yang ada hidupmu malah semakin susah dan melarat.'' Teriak Badrun.


''Kali ini mulutmu sudah sangat menyakitkan hati saya, Badrun sialan, ciaaaattt.'' Wikrama langsung menerjang Badrun.


Dengan secepat kilat pukulan Wikrama menghantam dadanya Badrun.


''Duuuuk buuukk.


Pukulan Wikrama singgah didada badrun, sehingga tubuh badrun melayang roboh ditanah.


''Kurang ajar kau Wikrama tunggu pembalasanku.'' Teriak Badrun.


''Sudah sepantasnya kamu menerima itu semua Badrun, karena mulutmu yang bau busuk, menjijikan sekali.'' Bentak Eikrama.


Sementara kala seta yang lagi berhadapan dengan Barja dan Kaspar, masih pada adu mulut.


''Hai Barja dan kau Kaspar, katakan dibawa kemana anaku Siliwata hah?.'' Tanya Kala seta berteriak.


Sejenak Barja dan kaspar terdiam karena kaget karena Kala seta bisa tau, tentang penculikan bayi itu.


''Kala seta jangan srnbarangan kau menuduh kami, ya mungkin salahmu sendiri yang tidak becus mrnjaga anakmu sendiri.'' Jawab Kaspar.


''Jangan bersilat lidah kau Kaspar, saya tau Kamu dan Barja serta dukun beranak itu sudah bersekongkol, untuk membuang anaku karena perintah majikanmu bukan.'' Ucap Kala seta.


''Lancang sekali mulutmu Kala seta.'' Teriak Badrun.


''Ayah Badrun yang terhormat, selemah-lemahnya orang, kalau terus-terusan dihina dan di injak-injak maka dia akan berubah ganas laksana badai yang memporak porandakan Bumi, dan Suatu sa'at aku akan bukyikan kelicikan hatimu.'' Ucap Kala seta.


''Setan alas, Kaspar, Barja, kasih pelajaran anak miskin itu.'' Teriak Badrun.


Setelah mendengar perintah dari majikannya yaitu Badrun, Barja dan Kasparpun tidak banyak cerita lagi, langsung mencabut goloknya untuk menyerang Kala seta.


Sebruuuutt, Barja dan Kaspar membangun serangan kedua golok mereka menyambar lehernya Kala seta, Tapi Kala seta sekarang sudah jauh banyak peningkatan dalam hal bela diri, karena waktu kejadian tempo lalu yang terluka oleh goloknya anak buahnya Barja dan Kaspar, membuat Kala jadi pelajaran, ternyata keberanian tidak menjamin tanpa dibekali dengan suatu kekuatan, Nah dari ditu kala seta digembleng oleh ayahnya, sehingga jurus laba-laba sakti kala seta sekarang sudah sangat sempurna.


Dengan mudahnya Kala seta, menghindari serangan mereka.


Ploooosss, Sambaran golok Barja dan Kaspar makan angin.


Tapi Barja dan Kasparpun tidak kalah gesitnya, setelah serangannya tidak mengenai sasaran, dengan kesitnya Barja dan Kaspar membalikan badannya sambil menebaskan goloknya ke arah perut Kala seta, Tapi Kala seta lebih waspada akan bahaya yang lagi mengincar dirinya, dengan repleknya Kala Seta menggunakn jurus laba-laba memburu mangsa.


Hanya dengan sekali guntingan kedua golok tersebut lepas dari genggaman Barja dan Kaspar.


Disaat itu pula Kala seta secepat kilat menerjang Barja dan Kaspar dalam Jurus sengatan laba-laba geni.


Buuk buk buk, duk duk duukk.


Pukulan laba-laba menghantam dada Barja dan Kaspar.


Barja dan kaspar harus menerima lagi ke unggulan Kala seta, Kedua tubuh itu langsung jatuh ketanah, dan rasa malu dari kedua wajah mereka nampak terlihat, mereka merasa dipermalukan dihadapan majikannya.


Sementara Badrun tetlihat sangat kesal pada kedua anak buahnya itu.


''Tidak bisa di andalkan, dasar kotok sayur kalian semua, percuma saya gaji kalian, dan hari ini gaji kalian berdua saya kurangin.'' Ucap Badrun.


''Dasar kau berhati busuk badrun, Kau suruh anak buahmu menuruti semua ke inginanmu, dimana hati nurani kamu sebagi manusia.'' Bentak Wikrama.


''Diam kau wikrama, jangan ikut campur urusan saya dengan anak buah saya.'' Teriak Badrun.


''Hai badrun, sekarang sudah menjadi urusan saya, orang seperti kamu tidak pantas hidup dimuka bumi ini, kalau saya tidak menghargai anakmu Dewi kencana, sudah kuhabisi kamu Badrun.'' Teriak Wikrama.


''Wikrama tunggu pembalasan saya, Nanti saya akan datang lagi untuk mrnghancurkan hidupmu.'' Teriak Badrun sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Barja dan Kaspar.


Sedangkan Barja dan Kaspar melihat majikannya yang tidak menoleh sedikitpun pada dirinya, langsung bangun dengan langkah yang sempoyongan.


Sementara Kala seta, melihat para pekatiknya badrun seperti tidak dihiraukan lagi oleh majikannya langsung tertawa.


''Hahahaha, wai kalian selamat dipecat oleh majikanmu itu, makanya jadilah orang baik-baik supaya dihargai orang.'' Teriak Kala seta tertawa lebar.


Barja dan Kaspar tidak menghiraukan ejekannya dari Kala seta, ia terus berjalan dengan langkah yang sempoyongan karena merasakan pukulan yang dihantamkan oleh Kala seta pada dirinya.


Setelah itu suasana ditempat kediamannya wikrama menjadi tenang kembali, setelah Badrun dan anak buahnya pergi.


Kini malampun semakin larut, udara dinginpun sudah mulai menyelimuti diwilayah tirta kencana.


Kala seta dan Wikrama sudah mulai lagi memasuki rumahnya kembali, Dewi kencana yang dari semenjak ayahnya datang ia bersembunyi dikamar.


Kala seta lalu memasuki kamarnya, nampak terlihat Dewi kencana lagi menangis terisak isak.


''Kamu kenapa menangis nyi Dewi?.'' Tanya Kala seta sambil mengelus-elus rambutnya Dewi kencana.


''Aku sedih kakang, dan merasa malu akan sikap ayah pada kakang dan ayah Wikrama, kenap ya ayah Badrun belum sadar-sadar juga.'' Jawab Dewi kencana.


''Yang sabar sayang, ya mungkin butuh waktu yang lama, untuk bisa sadar dari kekeliruannya.'' Ucap Kala Seta.

__ADS_1


''Kalau tidak sadar juga, bagaiman kakang?.''Tanya Dewi Kencana.


''Ya mungkin sudah suratan dari sang pencipta, ayahmu begitu, hatinya keras.'' Ucap Kala seta.


''Ya semoga aja, sang pencipta menyadarkan ayahandaku, dari keras hatinya itu.'' Ucap Dewi Kencana.


''Kakang.'' Panggil Dewi kencana dengan suara sahdu.


''Iya nyi Dewi ada apa?.'' Tanya Kala seta.


''Aku kangen pada pada anak Kita Siliwata, Bagaimana kalau kita mencari anak kita kakang.'' Jawab Dewi kencana.


''Biar kakang yang mencari Siliwata nyi Dewi, kamu dirumah aja, kakang tidak mau kamu kenapa-napa nantinya.'' Jawab Kala seta.


''Tapi ku juga pingin ikut mencari kakang, ku tidak mau Jauh darimu kang.'' Ucap Dewi kencana.


''Bukannya kakang tidak mau ditemani, tapi dalam pencarian pasti memerlukan waktu yang cukup lama, apalagi kita tidak punya cukup biaya, kita butuh makan didalam perjalanan nantinya.'' Ucap Kala seta.


''Iya ku juga bingung kakang, ku tidak mungkin meminta biaya pada ibu, karena ayahanda pasti akan selalu menanyakan apa yang ayah kasih ke ibu itu selalu diambil lagi, begitu yang ku tau.'' Ucap Dewi kencana.


''Iya Jangan sampai, apapun kehidupan kita janganlah memberatkan orang tua, apalagi ayahmu begitu, apa jadinya nanti bila itu terjadi, pasti ayahmu akan terus-terusan menghina aku dan ayah. Ucap Kala seta.


''Maapin atas sikap ayah ya pada kakang, ku malu pada ayah wikrama dengan sikap ayahandaku..'' Ucap Dewi kencana, sambil berderai air mata.


''sudah, tidak usah dipikirin nyi Dewi, kakang sudah biasa terhina, dan apa yang dibilang ayahmu itu benar, nyi Dewi tidak akan bahagia hidup bersama kakang.'' Ucap Kala seta.


''Kakang jangan berkata begitu, ku malah tambah sedih.'' Jawab Dewi kencana.


''Ya sudah tidak usah dibahas lagi, kakang sayang banget pada nyi Dewi.'' Kata Kala seta sambil membelai rambut Dewi kencana.


Dewi kencanapun, sangat bahagia mendengar perkata'an Kala seta, Dewi kencana langsung mencium pipi Kala seta.


Dimalam yang hening sunyi, dengan diselimuti udara yang dingin, membuat kedua pasangan itu menjadi terbangkit gairah asmaranya.


Dewi kencana memeluk erat tubuh suaminya yaitu Kala seta,


Kala seta membalasnya dengan ciuman-ciuman lembut penuh kasih sayang.


Dengan desasahan napas sahdu Dewi kencana, dan pelukan erat tubuh kala seta dengan dada yang bidang dan kekar, membuat Dewi kencana terasa hangat.


Dinginnya angin malam yang masuk melalui celah-celah dinding yang terbuat dari bilik bambu, membuat pasangan suami istri itu semakin larut dalam mengarungi bahtera cintanya.


Dengan suara lirih bergetar, Dewi kencana bertanya pada suaminya.


''Kakang?.'' Tanya Dewi kencana.


''Ada apa nyi Dewi.'' Jawab Kala seta.


''Kalau anak kita sekarang ada bersama kita, mungkin sekarang sudah tumbuh besar kakang.'' Ucap Dewi kencana.


''Iya benar nyi Dewi, pasti gagah dan tampan.'' Ucap Kala seta.


''Iya pasti, kaya Bapaknya, gagah tampan dan berwibawa.'' Ucap Dewi kencana.


''Ooh sang pencipata alam semesta, tunjukanlah keberada'an anak hamba, jika masih hidup tunjukanlah dimana dia, jikalau sudah tiada dimanakah kuburnya.'' Ucap Dewi kencana memohon petunjuk pada sang murbeng alam.


''Udah nyi Dewi tidak usah dipikirin terus, kakang yakin suatu sa'at nanti Siliwata anak kita pasti akan datang.'' Ucap Kala seta.


Kala seta terus menghibur istrinya dengan belain lembut,secara sepontan Dewi kencanapun membalasnya dengan kecupan-kecupan mesra.


Pada akhirnya kedua pasangan suami istri itu langsung memadu kasih dalam asmara dan cintanya.


Dewi kencana sangat merasa puas malam itu, selain tampan dan gagah, kala seta suaminya itu merupakan laki-laki yang tangguh dan perkasa, yang mampu memberikan kepuasan dalam kebutuhan biologisnya.


Setelah itu mereka tertidur dengan pulasnya, kala seta yang tertidur dengan memiringkan tubuhnya sambil memeluk istrinya Dewi kencana.


Nyenyaknya tidur kala seta sampai bermimpi, ada seorang lelaki gagah dan penuh wibawa datang pada Kala seta.


''Sampuu rasuun.'' Ucap lelaki gagah itu.


''Rampeess.'' Jawab Kala seta.


''Maap kala seta, saya datang diutus oleh kanjeng Ratu mamba, dan saya seorang senopati.'' Ucap Senopati itu.


''Ada perlu apakah kanjeng senopati mendatangi hamba?.'' Tanya Kala seta.


''Tadi ratapan istrimu sampai terdengar dikeraja'an mamba, makanya saya di utus kemari oleh nyi ratu, untuk menyampaikan.'' Ucap Senopati.


''Kanjeng senopati mau menyampaikan apa?.'' Tanya kala seta.


''Sampaikanlah pada istrimu, bahwa anakmu siliwata berada pada kami dikeraja'an mamba sekarang sudah tumbuh besar, tidak usah kwatir saya selalu menggembleng dan mendidik siliwata supaya menjadi seorang satria, sekarang saya pergi dulu Kala seta.'' Ucap Senopati.


''Senopati... senopati...'' Teriak Kala seta sambil terbangun dari tidurnya.


Dewi kencanapun yang lagi tertidur pulas mendadak bangun mendengar teriakannya Kala seta yang sangat kencang.


''Ada apa kakang?.'' Tanya Dewi kencana.


''Rupanya aku bermimpi.'' Jawab Kala seta.


Disa'at itu pula wikrama datang memanggil Kala seta anakanya.


''Ada apa seta?.'' Tanya wikrama.

__ADS_1


''Tidak ada apa-apa ayah, ku bermimpi.'' Jawab Kala seta.


''Mimpi apa Kakang?.'' Tanya Dewi kencana.


''Ku mimpi, ada seorang kesatria seperti pejabat tinggi keraja'an datang padaku, dan berkata................ nah begitu mimpiku.'' Ucap Kala seta menjelaskan mimpinya pada istrinya dan ayahnya.


''Terus bagaimana pendapat ayah tentang mimpiku itu?.'' Tanya Kala seta pada ayahnya.


''Kalau menurut ayah mimpi itu sebuah petunjuk, apalagi orang yang datang di mimipimu itu berkata, karena mendengar ratapan nak kencana yang menggetarkan keraja'annya, ayah yakin cucu ayah berada ditempat yang benar dan baik.'' Ucap Wikrama.


''Ku juga yakin begitu ayah, apalagi orang itu berkata, bila waktunya sudah tepat, nanti siliwata akan datang menemui kita, begitu katanya.'' Ucap Kala seta.


''Ya sekarang kalian bersabar aja, bila sudah tiba waktunya, Siliwata juga akan datang menemui kita.'' Ucap Wikrama.


''Kalau begitu, bagaimana dengan pencarian kita kakang.'' Ucap Dewi kencana.


''Di urungkan saja, ayah yakin siliwata baik-baik saja disana.'' Saut Wikrama.


Setelah itu merekapun memburu ketempat tidurnya masing-masing, hingga tidak terasa malampun kini sudah bergeser.


Suara ayam jantan sudah mulai terdengar dimana mana.


Selepas itu langitpun sudah mulai terang, para warga tirta kencanapun sudah memulai kembali dengan kesibukan-kesibukannya dari berbagai macam aktipitas, yang sebagian besar warga tirta kencana banyak disibukan dengan bercocok tanam.


Wikrama, sudah terlihat mau bersiap-siap untuk keladang.


............................


Sementara ditempat lain.


Disebuah keraja'an Goa mamba,, sebuah keraja'an mahluk goib yang terletak disebelah selatan hutan teureup, Dimana dikeraja'an itu tempatnya para mamba yang sangat sakti dan baik budi pekertinya, yang suka menolong orang-orang yang tertindas, dan tidak akan segan-segan membinasakan manusia yang jahat yang tidak punya tatak krama dan berbuat sesuka hatinya.


Kini rakyat para mamba dipimipin oleh seorang Ratu yang adil dan bijaksana, didalam menindak para rakyatnya yang salah kaprah.


Ratu mamba sari.


Pemimpin dikeraja'an goa mamba, yang didampingi oleh seorang patih mamba Hijau, dan senopati yang sangat sakti yaitu Mamba merah.


Disebuah balai room kerajaan, para petinggi keraja'an lagi berkumpul, karena ada musawarah dari sang Ratu yang harus dihadiri oleh setiap petinggi pejabat keraja'an.


SILIWATA, seorang anak manusia yang dibuang, kini sudah tumbuh dewasa, dirawat dan digembleng oleh kedua orang yang sangat sakti mandra guna, kedua orang itu merupakan bentengnya keraja'an Mamba yaitu patih mamba hijau dan senopati mamba merah.


Siliwata duduk berdampingan dengan sang patih dan senopati.


Disaat itu pula munculah sang Ratu, yang di iringi oleh ketiga dayang-dayang yang cantik, berjalan menuju kursi singgasana sang Ratu.


Dengan sorot matanya yang tajam sang ratu memandang pada seluruh yang hadir di balai room.


''Sebelumnya saya haturkan terima kasih, kepada seluruh yang hadir disini, dan terima kasih pula pada seluruh rakyatku yang masih setia dan mengabdi pada keraja'an mamba ini.


Saya mengundang kalian semua, mau mengumumkan tentang Siliwata, Saya harap kalin setuju dengan keputusanku ini.'' Ucap Nyi Ratu mamba Sari.


''Mohon ampun nyi Ratu.'' Ucap Seorang ponggawa.


''Iya ada apa paman ponggawa?.'' Tanya Nyi Ratu.


''Kiranya apa yang akan nyi Ratu sampaikan, sehingga begitu pentingnya bagi kami dan seluruh rakyat mamba.'' Jawab Ponggawa.


''Dari mulai sekarang saya akan mengumumkan, Bahwa Siliwata sudah menjadi bagian dari keraja'an dan darah mamba sudah melekat erat bersatu didalam darahnya, jadi kalian semua harus tau, tidak semua manusia berlaku jahat pada kita dan rakyat mamba.


Maka dari itu saya akan memberi gelar pada Siliwata, selaku ponggawa yang gagah dan berani dan kesaktiannya juga sudah kalian tau tentunya.


''Terus apa gelar buat Siliwata itu kanjeng Ratu.'' ucap ponggawa.


''Tenang kalian semua, saya akan memberi gelar pada Siliwata.


SATRIA MAMBA HITAM


Apakah kalin setuju dengan pemberian gelar ini?.'' Tanya Nyi Ratu mamba sari pada seluruh yang hadir.


''Setuuujuuuuu.....setujuuuu...setuju.. apapun sabda nyi Ratu berarti itu yang tetbaik buat kita semua, betul saudar-saudara semuaaa.'' Ucap Salah satu dari Ponggawa tersebut.


''Betuuullllll.''Jawab semua yang hadir disitu.


''Paman patih dan paman senopati, ambil pakaian untuk Siliwata lengkap dengan ikat kepalanya.'' Ucap Nyi Ratu.


''Baik kanjeng Ratu.'' Jawab patih dan senopati.


Patih Mamba hijau dan senopati Mamba merah berdiri dari tempat duduknya, untuk memenuhi perminta'annya Ratu Mamba sari, guna mengambil pakaian khusus bagi para petinggi dan satria keraja'an goa Mamba, yang akan diberikan pada Siliwata, seorang anak manusia dari pasangan Kala seta dan Dewi kencana.


****************************


Bersambung eps 7


Bagi para pembaca yang suka dengan cerita Satria mamba hitam, ayo dukung terus kelanjutannya, dengan.


. 👍like


. Comentar dan Saran juga boleh


. ⭐⭐⭐⭐⭐ Ranting


. ❤ Favorit dan vote nya juga ya.

__ADS_1


Selamat membaca


Terima kasih atas dukungan dari rekan-rekan semua.


__ADS_2