
Lunna keluar dari mobil melihat sekeliling lautan luas membuat nya merasa merinding terasa pusing baginya lalu membelikan badan namun tak sadar bahwa Sendy ada di belakang nya . membuat nya terkejut ketika ada di dekapannya. Jantungnya berdetak kencang seketika itu , mendorong jauh tubuh Sendy ketika ia tersadar.
" Ciihh mencari kesempatan "
" Tidak !! . kenapa juga ada di belakangku " dengan wajah yang tersipu malu
'' Lihat wajahmu sampai memerah begitu haha ''
'' Tidak !! ''
Lunna pun berlarian ke dalam villa dengan wajah yang merah jantung yang berdetak tak karuan membuatnya menyentuh dadanya mengatur nafasnya secara pelan pelan.
'' Kau kenapa? Seperti di kejar anjing saja '' Tanya Jeri ketika melihat Lunna berada di dalam villa
'' Tidak tidak apa apa hehe .. ''
'' Kamar mu ada di sana ayo aku antar kamar kita sebelahan loh ''
'' Benarkah? '' sembari berjalan mengikuti langkah Jeri menuju kamar yang sudah di siapkan
Membuka pintu kamar melihat sekeliling kamarnya begitu indah dan nyaman untuk di tempati .
'' Sayang sekali villa ini hanya di huni ketika liburan saja kenapa orang kaya begitu serakah yah ''
'' Haha kenapa? kau iri?? bahkan keluarga Jonathan punya lebih dari ini tau '' masuk ke kamar dan duduk di tepi ranjang
'' Hmm ya aku tahu mereka punya banyak uang bisa beli apa saja yang mereka mau . ''
'' Ternyata kau pintar juga . Haha kau baru tahu ini belum yang lain nya . banyak sekali properti dan cabang perusahaan lainnya . ''
'' bukanya kau juga bisa beli apa saja seperti keluarga ini ''
'' Tentu saja bisa ''
'' Cihh sombong sekali.'' menatapnya dengan sebal pergi sana aku mau istirahat .
'' Sebenarnya sih aku tidak tertarik dengan bisnis. aku punya satu cita cita kau mau tau ''
'' Tidak aku tidak mau tau ''
__ADS_1
'' Sebenarnya aku ingin jadi seorang dokter ''
'' Sudah kubilang aku tidak mau tahu !! ''
menarik tangan Jeri untuk keluar dari kamarnya
'' kenapa kau galak sekali sih ''
Teriakan Jeri ketika pintu kamar tertutup. Lunna menghela nafas nya berjalan ke arah kamar mandi . melepas semua pakaiannya . terasa lelah rasanya berdiam di dalam kamar mandi membuatnya teringat kejadian bersama Sendy. mengingat banyak sekali kejadian tak terduga bersamanya membuat Lunna tersenyum sendiri .
Apa yang aku pikirkan?? kenapa aku memikirkannya . iihhh jauh jauh sana aku tidak suka sama dia. meskipun sekarang sikapnya jauh lebih baik dari dulu tapi tetap saja aku tidak suka padanya kan? bahkan dulu dia selalu mengusikku tanpa henti .
Ketukan pintu terdengar membuat Lunna tersadar dari pikirannya. beranjak keluar menggunakan handuk yang melekat di badannya rambut yang di balut dengan handuk kecil tergesa gesa membuka pintu dan melihat laki laki yang baru saja ia pikirkan ada di hadapannya membuatnya berteriak dan menutup kembali pintu kamarnya. Sendy yang melihat Lunna hanya menggukan handuk membuat nya melamun seketika dengan tubuh yang terlihat polosnya tepat di depan matanya.
'' Kenapa tidak bilang kalo itu tuan sih '' teriakan di balik pintu
'' Memang nya harus memperkenalkan diri dulu kalo mengetuk pintu . dan kenapa kau tidak pakai baju hah ''
'' Saya sedang mandi tuan . ada apa ?? ''
'' Cepat ganti bajumu semua orang menunggu untuk makan ''
Sendy melangkah meninggalkan kamar Lunna dan masih memikirkan apa yang ia lihat sebelumnya. langkah nya terhenti dan berbalik ke arah kamar Lunna.
'' Lain kali jangan seperti ini lagi. kau harus lihat dirimu dulu. dasar gadis ceroboh ''
Makan pun mereka nikmati sama sama . mereka berdua merasa canggung dan ketika sesekali bertatapan . Jeri dan mama Riana tahu akan perubahan Lunna dan Sendy secara tiba tiba . membuat mama Riana berdehem mencairkan suasana . Dan mereka pun hanya diam tanpa bicara dan menghabiskan makanan nya.
Semua pelayan yang di ajak liburan termasuk pak Jo menghabiskan harinya di pinggir pantai main main Air berselfie dan berjemur begitu pun mama Riana di sana. Sendy dan Jeri pun bermain bola begitu asik nya, Lunna hanya melihat dari kejauhan, iya tidak berani mendekat karena iya begitu takut melihat air besar ,selalu menjadi trauma dalam hidupnya .
'' huh kenapa rasanya liburan ku seperti ini , bahkan aku tidak bisa merasakan kebahagiaan di dalamnya. '' berjalan masuk ke dalam villa menghabiskan waktu nya di dalam kamar seharian.
Sendy yang tahu Lunna kembali ke dalam villa membuatnya berhenti main dan berjalan ke arah villa meninggalkan jeriy. teriakan Jeri yang bertanya padanya pun tidak di jawab hanya langkah langkah pergi meninggalkan Jeri seorang diri. ketukan pintu membuat Lunna beranjak dari tempat tidur nya . melihat dirinya terlebih dahulu merapihkan rambut pakaian sebelum membukakan pintu . dibukalah pintu hanya ada sebuah surat tanpa ada seorang pun di sana . lunna pun mengambil surat itu dan membukanya. sesekali melihat sekeliling lagi tidak ada siapa siapa . sebuah senyuman terlihat ketika membaca isi surat itu. lalu kembali menutup pintu kamarnya . Sendy yang tahu itu hanya senyum-senyum di balik dinding dan kembali ke luar villa bermain.
'' pergi kemana tadi ?? '' tanya nya ketika Sendy kembali menghampiri Jeri dan duduk di sampingnya
'' gue kebelet '' jawabnya sembari melihat kearah matahari yang akan terbenam
'' kenapa Lo ga bilang ! apa susah nya sih ! ''
__ADS_1
'' Lunna kemana? kenapa dari tadi tidak keluar yah apa dia sakit? '' tanyanya lagi namun tidak di jawab oleh temannya yang asik melihat ke arah depan menikmati keindahan alam
Kembalinya ke villa ketika hari sudah malam begitu pun pelayan yang menikmati hari nya di luar ruangan dengan keindahan pantai yang sudah di berikan Tuhan. merebahkan tubuhnya di atas ranjang di ikuti oleh Jeri yang ambruk di sampingnya .
'' Kenapa Lo disini ? '' bingung dengan kedatangan sahabat nya yang tiba tiba
'' Gua tidur sama Lo ya? ''
'' Gak pergi sana gua mau sendiri ''
'' AC di ruangan gua mati kenapa cuacanya panas begini sih padahal ini di pantai '' Jeri pun kembali tertidur pulas di sampingnya *
Sendy memutuskan keluar dari kamarnya karna suara Jeri yang sendari tidur membuatnya tidak bisa tertidur. melihat suasana dalam villa begitu sepi nambak semua orang sudah berada di alam mimpi. melihat kamar Lunna setengah terbuka membuatnya melangkah menghampiri kamar itu dan membuka pintu, melihat tidak ada Lunna membuatnya masuk ke dalam. merebahkan tubuhnya di atas ranjang membuat nya terbuai dalam mimpi . lunna yang terbangun karena haus membuat nya harus ke dapur . membuka pintu kemudian mematikan lampu yang berada tidak jauh dari darinya . berbaring di tempat tidur tidak merasakan ada seseorang di samping nya membuat nya tertidur pulas. Sendy yang kepanasan terus memencet tombol AC tidak berpungsi sama sekali membuat nya kesal. melihat di samping nya Lunna sudah tertidur begitu nyamannya tanpa ada gangguan apapun.
'' Kenapa dia begitu enak nya tidur bahkan disini aku kepanasan '' gumamnya
Sendy yang tidak bisa tertidur berguling sana sini akhirnya mumutuskan untuk membuka baju nya dan kembali tertidur. nyaman sekali rasanya kenapa tidak dari tadi saja seperti ini ' pikirnya . Lunna yang tiba tiba memeluk Sendy pun membuat nya terbangun dan melihat Lunna ada di dekapannya . meletakkan tangan nya kembali ke asalnya dengan perlahan agar tidak membuat gadis di sampingnya terbangun . namun Lunna malah memeluk Sendy begitu erat nya sembari berngigau jangan pergi lalu tertidur kembali. Sendy yang tidak bisa apa apa akhirnya membiarkan Lunna ada di dekapannya . bukan sekali dua kali ia melihat Lunna tertidur pulas begini . bahkan kadang kadang sebelum dirinya tidur pun sesekali ia melihat wajah Lunna yang sedang tidur sembari tersenyum ke arah nya.
***
'' Tante .. tan.. '' sembari berjalan menuruni anak tangga
'' Apa kenapa ? ''
'' Sendy mana Tan bukannya suruh tunggu malam ninggalin sih ''
'' Loh memang di kamarnya tidak ada ? ''
'' Tante.. semalam kan Jeri tidur di kamar Sendy karna AC di kamar Jeri mati ''
'' Tapi Tante tidak melihat Sendy dari tadi bahkan mobil pun masih ada di parkiran ''
'' Yasudahlah Tan nanti aku telpon dia mungkin sekarang dia ada di mall . Jeri pergi ya tan. oh iya Tan boleh minta antar sama pak Jo kan?? ''
'' Iya udah pulang nya jangan malam malam yah hati hati ''
'' Iya siap Tan '' meninggalkan mama Riana
'' Kemana anak itu pergi pagi pagi begini . dan tidak izin lagi . awas saja kalo pulang yah anak kurang ajar . oh iya Lunna belum bangun yah , apa dia sakit ? aku sampai lupa sama putriku ini . ''
__ADS_1