SEATAP

SEATAP
PERHATIAN SENDY


__ADS_3

Melihat luna masih berbaring tidur membuat nya bergumam.


" Ternyata dia manis juga " tersenyum


" Hei apa yang aku pikirkan, Kenapa aku bisa memikirkannya. Sialan . "


***


Disebuah danau ketika lunna bermain menikmati indah nya matahari terbenam bersama sang ayah membuat nya menyadari bahwa ada beberapa sosok laki laki dengan pakaian rapinya, berjas hitam yang sendari tadi melihat ke arah nya. salah satu dari mereka menghampiri ayah lunna ,sepertinya orang itu kenal dengan ayahnya.


"Ayah siapa orang itu? " Menunjuk ke arah laki laki yang berjalan mengarah ke arah nya.


Laki laki itu pun tersenyum dan menghampiri ayah lunna . lunna tidak tau apa yang di bicarakan ayah dan orang itu karna di lihat dari penampilannya saja sepertinya orang penting dan mengenal ayahnya. Namun, tidak lama salah satu dari mereka mengeluarkan pistol membuat lunna ketakutan dan memeluk sang ayah.


"Ayah lunna takut "


" Sayang kamu jangan takut ada ayah "


" Mereka teman kerja ayah "


Namun laki laki yang berada di hadapan nya tertawa dan mengarah ke arah lunna.


" Dia anak mu? " Hai gadis cantik bisakah kau bilang pada ayah mu untuk ikut bersama paman? "


" Jika kau tidak ikut dengan ku aku bisa membuat kau tidak akan melihat anak mu lagi.Cepat serahkan surat itu dan kau bisa hidup dengan tenang "


"Tidak akan pernah ku biarkan kau memilikinya ! kau yang mengkhianati ayahku kenapa aku harus memberikannya. "


" Ayah mu yang sudah berkhianat !! " Semabari berteriak


" kau tidak tau jika aku memiliki pistol kan? " tertawa dan mengarahkan pistolnya ke arah ayah nya lunna


Entah apa yang ada di pikiran laki laki itu tanpa basa basi sebuah tembakan mengenai ayah lunna sontak membuat lunna menangis memeluk ayah nya. Namun naas saat itu juga lunna dan ayah nya jatuh kedalam danau. seketika itu lunna berjanji pada dirinya akan menemukan laki laki yang sudah membunuh ayah nya . Lunna terbangun ketika mengingat wajah laki laki itu yang tertawa seperti kemenangan memihaknya.


***


" Kau sudah bangun? Kenapa kau tertidur seperti orang mati saja "


Sejak kapan laki laki di hadapannya berada di sini ? . apa yang dia lakukan? .


" Sejak kapan tuan ada disini?."


" Sejak kau tidak sadarkan diri. kau lihat sekarang jam berapa? karna kau aku tidak berangkat sekolah "


Kenapa dia memarahiku . aku tidak menyuruhnya ada disini menemani ku .


" maafkan saya tuan . saya sudah bangun anda bisa pergi sekarang . "


Apa apaan ini dia mengusirku? harusnya dia berterima kasih pada ku. menyebalkan.


" Baiklah aku pergi. " sembari meninggalkan lunna


" Tuan ? "


" Apa lagi?? " berhenti melangkah ketika lunna memanggilnya

__ADS_1


" Terima kasih jika memang tuan menjaga saya saat saya tidak sadarkan diri "


" Hmm baiklah. aku akan kembali lagi, kau tetap disini jangan kemana mana " melangkah meninggalkan lunna


Melihat Sendy yang sudah meninggalkannya ,membuat lunna bernafas lega mengambil sebuah ponsel di atas meja dekat ranjangnya melihat foto yang terpampang di layar ponselnya mengingatkan kepada keluarganya.


" Ayah siapa laki laki itu?. kenapa dia tega membunuhmu. belum sempat aku membalasnya ibu sudah meninggakan ku. kenapa kalian meninggalkanku sendirian "


Disisi lain Sendy yang sudah berada di dapur memerintahkan kepada kepala pelayan untuk membuatkan bubur karna lunna sudah bangun dari tidurnya . membuat nya duduk di meja makan memainkan ponsel, melihat grup chat nya


" Sendy kau tidak apa apa? "


"kenapa kau dan lunna tidak sekolah tadi ?"


" apa kau sakit ? "


" apa terjadi sesuatu ? "


" Kenapa dia tidak membalas "


Begitulah pesan dari teman temannya menanyakan dirinya dan lunna. sendy yang ingin membalas pesan itu pun mengurungkan niatnya dan mematikan ponselnya,kepala pelayan menghampiri sendy dan memberikan bubur yang sudah jadi.


" kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu ?"


" Memang nya kenapa? toh ini kan rumah ku "


berjalan menghampiri lunna dan meletakkan bubur yang di bawa nya .


" Baiklah kau raja nya "


"Makan lah setelah itu minum obat nya. biar aku tidak repot repot terus menjaga mu "


Begitulah yang ada di kepala lunna dengan pemikirannya yang penuh tanda tanya pada laki laki di depannya ini.


"Kenapa melihatku seperti itu? "


" Tidak mau makan? ya sudah "


" Ti.. Tidak tuan . bukan itu maksud saya "


Kenapa dia berubah lagi sih bukannya tadi dia baik pada ku . dasar laki laki iblis


Akhirnya lunna pun memakan beberapa suap bubur yang di bawa sendy dan meminum obatnya. sendy yang sendari tadi tidak berbicara sepatah kata pun hanya melihat lunna menghabiskan makannya saja dan duduk di sofa menemani lunna di kamarnya .


Kenapa dia tidak keluar saja sih. untuk apa tetap di sini dengan raut wajah tenang nya


" Saya sudah makan dan meminum obatnya. tuan bisa keluar sekarang . terima kasih untuk bubur nya . "


" Aku harus tetap disini "


" Kenapa ?? "


" Kenapa kau bertanya? " haruskah aku jawab?


"Tidak perlu tuan " Laki laki ini sungguh menyebalkan !! aku benci padanya .

__ADS_1


Lunna beranjak dari ranjang nya berjalan ke arah kamar mandi. tiba tiba BRUGG!!! . teriak lunna saat di dalam membuat sendy terbangun dan menghampiri ke arah kamar mandi dan mengetuknya .


" Kau kenapa?? apa baik baik saja ? "


Namun tidak ada jawaban dari lunna membuat nya terus mengetuk ngetuk pintu itu dengan khwatir takut terjadi apa apa .


" Saya tidak apa apa tuan " sedikit teriak membuat sendy menghela nafas nya lega


" Baiklah kalo kau baik baik saja "


" Iya tuan "


Beberpa menit kemudian melihat lunna tidak keluar juga membuat nya kembali mengetuk pintu . lunna yang menahan sakit akhirnya membuka pintu dan melihat sendy sudah ada di depannya .


" Kenapa kau lama sekali? "


" Maafkan saya tuan "


Seketika lunna berjalan keluar membuat nya kembali menahan sakit. Sendy yang tau lunna sakit karna memegangi kaki nya membuat nya mengendong lunna tanpa diminta.


" Tuan saya bisa sendiri. turunkan saya . "


" Kau memang pantas ku sebut wanita ceroboh. lihat saja dirimu saat ini " berjalan ke arah ranjang dan menurunkannya


Duduk di pinggir bibir ranjang mengangkat kaki lunna ke pangkuannya membuat lunna terheran dan merasa tidak nyaman.


" Tuan apa yang anda lakukan ? "


" Diamlah ini akan sakit sedikit "


Memegangi kaki lunna membuat lunna berteriak kesakitan dan mengeluarkan air matanya.


" nanti akan baik lagi . kau istirahat besok jika kau sudah sehat bisa masuk sekolah lagi . " Sendy dengan nada datarnya


Lunna yang hanya mengangguk kemudian merebahkan badannya melihat sendy masih di hadapnnya.


" Terima kasih tuan "


Sendy yang mendengar kata itu pun menoleh ke arah lunna dan beranjak sembari tersenyum .


" Tidur lah aku akan pergi setelah kau tidur "


Lunna pun tersenyum dan menutup matanya . dia merasa senang melihat perlakuan sendy terhadapnya berbeda dengan pertama kali iya temui. ya pada saat itu sendy terus terusan memgusik nya karna tidak suka dengannya . namun saat ini sendy seperti nya mulai berubah dan menerima kehadiran lunna di rumah nya .


Melihat lunna sudah berbaring tidur membuat sendy keluar dari kamar nya . melihat mama yang sudah berada di depan pintu membuat sendy terkaget.


" Mama . kenapa ada disini ?"


" Mama mau lihat keadaan lunna . "


" Dia baik baik saja. dia baru saja tidur jangan mengganggu nya . " berjalan meninggalkan mama nya .


Apa dia menjaga lunna ? benarkan? putraku? seharian bersama lunna ?


" Sen ?? mulai besok kau boleh memakai mobilmu lagi "

__ADS_1


" Benarkah?? " Wah tidak sia sia usahanya hanya hanya karna baik pada gadis itu, mama sudah mengembalikan mobilku lagi


" Makasih mah " tersenyum ke arah mama nya


__ADS_2