
Pak jo pun tersenyum dan terus melanjutkan perjalannan menuju rumah. sesampainya di rumah lunna berlari menuju kamarnya membuat mama riana bertanya tanya dan melihat sendy membuat mama riana bertanya pada anaknya itu.
"Sen ada apa dengan lunna?"
Sendy hanya mengangkat bahunya tanda tidak tau . Kemudian sendy pun berjalan ke arah kamarnya. membuka pakaian sekolah berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihan badannya.
Di sisi lain lunna yang masuk ke dalam kamarnya membanting pintu merebahkan badannya ke atas ranjang membuat nya menagis betapa tidak adilnya bagi dirinya saat ini.
Mama riana pun hanya menghela nafasnya melihat anaknya tidak menjawab pertanyaannya, Kemudian ia memanggil Pak Jo untuk menanyakan Keseharian luna di sekolah. Pak jo pun menceritakan semua kejadian yang sudah di perbuat oleh anak majikannya sendiri, Membuat mariana memutar bola matanya mendengarkan apa yang di bicarakan asistennya itu .
***
Sore berganti malam membuat penghuni rumah berada di meja makan untuk makan malam bersama, Namun melihat lunna tidak ada membuat mariana meminta kepala pelayan memanggilkan lunna untuk makan malam bersama. Kepala pelayan mun akhirnya pergi ke kamar lunna dan mengetuk pintu kamar nya
Tok Tok Tok
"Nona apa ada di dalam?" tanya kepala pelayan
Lunna pun membuka pintu kamar nya dengan mata sembab nya seperti tidak ada nafsu untuk makan.
"Nona anda di persilahkan untuk makan malam bersama. "
" Bi bisakan aku makan malam di kamar saja?Sepertinya aku tidak enak badan " balas nya dengan nada lesunya
Membuat kepala pelayan pun mengiyakan dan kembali ke meja makan, memberitahukan kepada majikannya. dan membuat mariana menyuruh kepala pelayan memberikan makanan kepada luna. makan malam bertiga membuat Mikael membuka mulutnya.
"Sayang "
" Sepetinya besok papa harus ke luar negri "
menyelsaikan urusan kantor membuat nya harus meninggalkan keluarganya
__ADS_1
"Kenapa mendadak sekali pa? "
" Ya karna sepertinya ada sedikit masalah jadi harus segera di selesaikan. "
" Berapa lama pah ? " timbal Sendy pada papanya
" Sepertinya satu bulan jika masalah kantor cepat selesai mungkin 2 minggu juga papa pulang. "
***
Beranjak keluar kamar membuat luna ingin menikmati udara malam hari. Menyusuri lorong lorong rumah melihat lampu taman yang indah membuat kakinya melangkah ke arah taman . duduk di bangku dan melihat ke arah langit membuatnya teringat akan ibu dan ayah nya. Sensy yang sedang memberi makan cici (Anjing peliharaan nya) bertubuh gempal dengan bulu putihnya. melihat Lunna tidak jauh dari nya membuat sendy tersenyum dan rasanya tiada hari tanpa mengerjai lunna sangat tidak bisa iya tidak lakukan gumamnya. melemparkan makanan ke arah luna membuat cici berlari dan mengonggong mendekati lunna, membuat lunna terkejut dan berlari menghindari cici yang mengejarnya . Sendy yang ikut berlari sambil tertawa membuat nya merasa ada hiburan saat ini. Lunna berlari terus berlari sampai iya berhenti tepat di pinggir kolam renang membuat nya milirik ke arah kanan dan kiri tidak ada jalan lagi membuat nya terus mundur dan membuat cici agar tidak mendekatinya. saat itu pun sendy sengaja mengejutkan lunna dan akhirnya lunna pun tercebur ke dalam kolam membuat Sendy semakin tertawa melihatnya .
Lunna yang tidak bisa berenang terus meminta tolong. teringat masa kecilnya ketika bermain bersama ayahnya di sebuah danau. saat itu pun ayah lunna jatuh kedalam danau dan membuat lunna juga ikut tenggelam. mengingat ayah nya sudah meninggal ketika di danau membuat lunna mengalami trauma bertahun tahun.
Sendy yang saat itu tertawa mendengar lunna minta tolong dan suara nya sudah tidak terdengar membuat sendy berhenti tertawa.
"Apa ini cara nya kau berakting di depanku? cihh sangat norak " gumamnya
Pa Jo yang mendengar suara cici terbangun dan melihat anak majikannya sedang berada di kolam renang bersama lunna. Sendy yang terus menyadarkan lunna dengan menepuk nepuk pipi nya tak kunjung sadar. membuat ia harus memberikan pertolongan pertama. Sendy perlagan membuka mulut lunna dan memberi nafas buatan kepada lunna. namun lunna pun tidak kunjung sadar. membuat dirinya terus memberi nafas buatan untuk lunna dengan rasa khawatir. Pak jo yang melihat anak majikannya mencium lunna memberanikan diri mendekati 2 remaja itu. baru dua langkah mendekati mereka lunna sudah bangun dan terbatuk batuk . Membuat Sendy menghela nafasnya bersyukur tidak terjadi apa apa pada lunna. melirik ke arah Pak Jo membuat Sendy terkejut dan langsung berdiri.
" Sejak kapan kau disini "
"Apa dia tau kalo aku memberi nafas buatan ? gumamnya.
"Baru saja tuan." kenapa mereka melakukaan hal yang belum saat nya mereka lakukan, lirihnya dalam hati
"Apa nona lunna baik baik saja?" menghampiri lunna yang masih duduk di pinggir kolam
"Nona tidak apa apa? " sembari membantu lunna agar berdiri
" Dia tidak apa apa " Sembari meninggalkan Pak jo dan lunna
__ADS_1
Lunna pun di bawa ke kamar nya di ikuti oleh kepala pelayan yang sembari tadi sudah di instuksikan oleh Pak jo agar membantunya mengganti pakaian lunna yang basah. Lunna berbaring di atas ranjang nya setelah mengganti baju dan tidur terlelap.
Pagi hari di meja makan hanya mariana dan sendy saja sedangkan mikael sudah berangkat terlebih dahulu karna memang keberangkatan ke luar negrk yanh mendadak membuat mikael tidak ikut sarapan bersama. melihat dari semalam lunna tidak makan bersama membuat mariana menoleh ke arah Pak jo yang berada tidak jauh dari majikannya.
Pak jo bisa kau panggilkan lunna kemari. perintah kepada Pak jo dan melangkah ke kamar lunna
Beberapa kali ketukan tidak ada jawaban membuat Pak jo akhirnya membuka pintu dan melihat nona nya masih berbaring di atas ranjang. menghampiri luna dan melihat wajah pucat nya membuat pak jo menyentuh kening lunna. betapa terkejutnya melihat nona muda nya demam dan akhirnya Pak jo kembali ke meja makan memberi tahukan kepada nyonya besar bahwa nona muda nya sedang demam.
Membuat Sendy yang sedang menikmati sarapan pagi nya pun menoleh ke arah Pak jo .
" Ya sudah hari ini lunna jangan masuk sekolah dulu panggilkan dokter secepatnya " perintah mariana pada Pak jo dan berdiri meninggalkan anaknya untuk melihat kondisi lunna saat ini.
Sendy yang melihat mama nya pergi pun ikut beranjak daei duduk nya mengikuti langkah mama nya menuju kamar lunna.
" Kenapa bisa seperti ini " menyentuh pipi luna merasa khawatir
Pak jo yang sudah menelpon dokter pun membuka suaranya.
"Semalam saya tidak sengaja melihat nona muda di kolam dengan tuan muda." mariana melirik ke arah sendy yang dari tadi berada di luar pintu tidak berani masuk
" Apa Pak jo melihatku menciumnya " gumamnya
Dokter pun datang dan melihat kondisi lunna saat ini. selesai memeriksa akhirnya dokter pun memberikan beberapa resep obat untuk lunna. sepertinya lunna pun harus banyak istrirahat dan melihat kondisi lunna saat ini membuat sendy merasa bersalah atas kejadian tadi malam. dokter pun pergi meninggalkan kamar luna di ikuti pak jo untuk mengantarkan nya ke depan . mariana terus melihat anaknya dengan ekpresi sulit di artikan. dan menghampiri anaknya.
" Mulai sekarang kamu harus jaga luna."
dengan nada perintah
" Dan jangan berangkat ke sekolah dulu."
Meninggalkan anaknya keluar dari kamar. membuat mau tidak mau sendy menuruti perkataan mama nya. melihat luna masih berbaring tidur membuat nya bergumam
__ADS_1
"Ternyata dia manis juga. "