SEATAP

SEATAP
RENCANA MAMA RIANA I


__ADS_3

Teriakan terdengar ketika mama Riana menaiki anak tangga. sementara di dalam kamar Lunna tidak habis pikir mengapa Sendy ada di kamar nya tanpa mengenakan baju.


'' Suutttt ... jangan berisik . nanti ada yang dengar ''


Dibukalah pintu dan melihat anak laki laki nya di depan mata berada satu ranjang dengan seorang gadis membuatnya tidak habis pikir dengan apa yang ia lihat sekarang ini .


'' Mamah .. '' Lunna pun membalikan badan nya dan melihat mama asuh nya berada di depan pintu dan melihat ke arah nya .


'' Dasar anak kurang ajar berani berani nya kau yah hah '' menghampiri Sendy dan menarik kuping nya memberi pelajaran.


'' Aw.. aww sakit mah sakit . dengerin send dulu mah ini bukan seperti mama lihat "


'' Hah kau berani mengelak sudah ketangkap basah dengan mataku sendiri . anak kurang ajar '' sembari memukul bahu Sendy terus menerus.


'' Mah mamah bisa tanya padanya Sendy ga seperti itu mah. dan jangan pukul lagi ini sakit tahu ''


'' Tante.. eh Mah benar apa yang di katakan Sendy ini salah paham mah '' Lunna pun memberanikan bicara untuk membela diri


'' Tidak Lunna apa pun yang terjadi Sendy harus tanggung jawab ''


'' Apa ?? tanggung jawab apa?? bahkan aku tidak menyentuhnya sama sekali ''


'' Mama tidak mau dengar apa pun lagi . mama tunggu di bawah kita bicarakan lagi. mama harus telpon papa mu dulu ''


meninggalkan Sendy dan Lunna


Sementara itu mereka berdua memikirkan bagaimana caranya agar apapun yang di katakan mama riana tidak boleh terjadi karna bagaimana pun mama Riana hanya salah paham saja .


Diwaktu yang sama Jeri yang sudah sampai di sebuah mall mengambil hp di saku nya menekan salah satu nomor.


'' Cihh bahkan ponsel nya pun tidak aktif ''


'' Dimana dia bukannya ku suruh tunggu malah ninggalin dan sekarang bahkan dia tidak ada disini . lebih baik aku cari saja kado sendiri toh apa yang aku kasih pasti dia suka''


Akhirnya Jeri memutuskan untuk membeli salah satu kado yang unik dan menurutnya cocok. Seseorang menghampiri Jeri ketika sedang menunggu pesanannya di bungkus. Jeri yang mendengar seseorang memanggilnya pun menoleh.


'' Tari.. ah benar kau disini rupanya ''

__ADS_1


'' Sedang apa kau disini?? ''


'' Liburan akhir sekolah hehe .''


Setelah selesai dengan pesanya Jeri memutuskan mengajak Tari berbincang di sebuah cafe terdekat . Mereka begitu akrabnya menceritakan semua yang telah menjadi kenangan itu . sampai akhirnya Tari memutuskan pindah ke luar kota bersama kedua orang tuanya.


***


Mama Riana yang sudah berbincang dengan suaminnya menceritakan apa yang ia liat, dan memutuskan untuk segera melakukan rencana untuk anak laki lakinya dan anak sambungnya itu, agar tidak ada hal yang di khawatirkan lagi tentunya. memanggil pak Jo memutuskan untuk membereskan barang barang nya untuk besok pulang. Harusnya liburan yang sudah di rencanakan ini untuk satu Minggu kedepan. namun, karena emang ada masalah yang tidak terduga membuat mama Riana memutuskan untuk segera pulang.


'' Tante kenapa mendadak sekali sih baru saja 1 hari kita disini kenapa besok harus pulang?'' tanya Jeri pada tante nya setelah mendapat telpon untuk segera pulang


'' Maaf yah jer . lain kali kita pergi liburan lagi yah ''


'' Yah Tante . '' dengan wajah masam nya berjalan pergi meninggalkan mama Riana


'' Kenapa mendadak sekali sih menyebalkan . liburan kali ini benar benar ancur . '' duduk di pinggir ranjang dengan wajah yang seakan tidak rela jika liburannya selesai


'' Heh Send kenapa Lo gak bisa nolak sih biasa Lo selalu bisa nolak apa yang mama Lo bilang kenapa sekarang Lo nurut sih . ada masalah apa ?? ''


Sendy yang sudah berjanji pada Lunna dan mama nya untuk tidak melakukan tindakan apapun. bahkan ketika Jeri menanyakan pun jangan di beri tahu .


Epilog


'' Kenapa Tuan ada di kamar saya?? dan kenapa tuan tidak memakai baju '' melihat ke arah Sendy dan melihat ke bagian tubuhnya meraba raba takut sesuatu telah terjadi


'' Hei kau pikir aku laki laki macam apa ?bahkan tubuhmu saja tidak menggoda ''


'' Tapi... tapi.. '' katanya terpotong ketika Sendy berbicara kembali


'' Semalam Jeri tidur dikamar dan aku tidak bisa tidur karena dia berisik . jadi ku putuskan keluar dan masuk ke kamar mu dan tidur . dan kupikir kau tau aku disini ''


'' Saya benar benar tidak tau apa pun. semalam saya pergi ke dapur untuk mengambil air minum dan masuk lagi ke kamar, mematikan lampu dan .... '' dirinya berfikir setelah mematikan lampu dirinya berjalan ke arah ranjang dan tertidur


'' Bahkan kau sendiri yang mencegahku beranjak dan memelukku. apa kau memang cari kesempatan hah? ''


Harusnya aku yang marah padanya karena sudah masuk dan tidur bersamaku , kenapa dia yang marah seperti telah di setubuhi . gumam Lunna sembari melirik ke arah Sendy

__ADS_1


'' Kenapa tuan jadi yang marah , harusnya saya yang marah karena tuan sudah lancang masuk ke dalam kamar perempuan ''


'' Sudahlah harusnya kita rencanakan sesuatu agar mama tidak melakukan tindakan apapun yang merugikan diriku . ah bahkan aku tidak bisa bayangkan di usia yang masih 17 tahun harus .. menikahi gadis didepannya Hah. tidak tidak ..''


'' Lantas rencana apa yang harus kita lakukan?. bakahan tuan sendiri yang kalah adu bicara pada nyonya besar ''


Mereka berdua pun akhirnya memutuskan untuk menuruti perintah mama Riana . namun untuk kedepannya masih merencanakan poin poin tentunya menguntungkan bagi mereka berdua.


***


Sendy yang sudah tidak bisa lagi bicara apa apa pada mama nya hanya diam dan mencerna apa yang mama katakan padanya .


'' Sebagai seorang laki-laki harus bertanggung jawab atas segala sesuatu yang sudah ia lakukan . ''


'' Mamah sudah bicara sama papa untuk mengurus semuanya . harusnya papa ada di sini dan mengurus semua ini tapi karena papa sibuk ia tidak bisa pulang . ''


'' Istirahat lah besok kita pulang mama tidak mau kau seenaknya pada perempuan send . dan jangan masuk lagi ke kamar Lunna ! ''


Sesampainya di rumah Sendy dan Lunna yang sudah memutuskan untuk mengikuti rencana mamanha, hanya diam dan tidak peduli. membuka barang barang di koper meletakan nya dengan tersusun melihat barang yang terjatuh membuat Lunna melihat dan mengambil ya . bertanya pada dirinya sendiri kado siapa ini? bahkan tidak ada tulisan namanya disini . apa ini ?? kenapa akhir akhir ini ada yang memberi nya sesuatu padahal dirinya tidak sepopuler Sendy dan teman temannya. apa ini haters?? dan kenapa haters baik sekali? untuk pertama kalinya iya diberi kado tanpa ada nama pengenalnya .


'' Siapa yang melakukan ini ?? " ia pun berjalan ke arah meja riasnya . membuka tas kecil miliknya dan mengambil surat yang sebelumnya ia temukan.


Membaca kembali isi surat itu dan melihat kado di tangan satunya .


'' Hai.. Tupai


kenapa kau sedih? ''


Begita isi dari surat pertama . dan ia Mun membuka kado di tangan satunya itu . membaca tulisannya


'' Semoga kau suka ''


Dibukalah sebuah bingkisan kecil dan melihat gantungan handphone yang lucu gemerlap membuatnya tersenyum . dipakailah pada hp nya dan terus memandangi gantungan yang gemerlapan itu .


Ke esokan harinya suasana rumah yang masih pagi membuat Lunna terbangun karena mendengar suara ketukan pintu. seorang pelayan masuk dengan seseorang yang baru ia temui pagi ini . tanpa sadar Lunna yang hanya diam melihat seseorang itu mentapnya dari ujung kepala sampai ujung kaki dan tersenyum kepadanya.


'' Baiklah aku sudah putuskan untuk membuat mu tampil sangat cantik . dilihat dari bentuk tubuhmu yang kurang tinggi membuat ku kesulitan memilih gaun yang cocok untuk tubuhmu .''

__ADS_1


Dalam pikirnya Lunna masih tidak mengerti apa yang di katakan seseorang di hadapannya ini . bahkan dirinya saja masih belum sadar dari tidur nya . beberapa kali menguap karena rasa kantuknya yang tidak tertahan.


__ADS_2