SEATAP

SEATAP
CEMBURU II


__ADS_3

Semua murid belajar di perpustakaan membuat Sendy juga berada di dalam ruangan itu . banyak siswa yang mengirim nya sepucuk surat cinta dan coklat yang di berikan padanya, namun tidak sedikit pun ia menyentuhnya. tatapannya terus tertuju ke arah Lunna yang sedang asik belajar bersama Radit. membuat Sendy yang duduk tidak jauh dari mereka pun menghampirinya dan duduk di sebelah Lunna . Lunna yang menyadari Sendy di sampingnya tidak sekali pun meliriknya ia hanya fokus membaca buku yang di ambilnya tadi . membuat Sendy merebut buku itu .


'' Apa yang kau lakukan.''


'' kenapa? aku juga ingin membacanya.''


'' Banyak buku disini kenapa kau tidak cari saja sih.''


'' Yasudah nih.. aku baca ini saja''


mengembalikan buku Lunna dan merebut buku yang di baca Radit .


'' kau ini kenapa '' tanya nya lagi


'' Hey ini perpustakaan jangan berisik .''


***


Disebuah lobi tangan Lunna di tarik oleh Sendy membuat nya bingung dengan tingkah yang di lakukan Sendy padanya.


'' Lepasin sakit tahu .


sebenarnya kau ini kenapa sih? ''


'' Sekarang kau sudah berani menentang ku yah . ''


'' Apa? euh maaf saya tuan '' melihat situasi sekitar '' Tuan apa yang tuan lakukan ''


'' Sudah ku katakan jangan pernah kau dekat dengannya ! kau masih tidak mengerti juga hah?! ''


Apaan sih dia . kenapa dia bersikap seperti ini terus , dan kenapa dengan Radit? dia kan baik .


'' Saya masih tidak mengerti apa yang di maksud tuan . dan menurut saya Radit itu orang baik . ''


Ponsel pun berdering membuat Lunna melihat siapa yang menelponnya. dan ternyata Radit , baru saja Lunna mengangkat telpon itu , Sendy sudah mengambilnya dan membuangnya. membuat Lunna kesal dengan apa yang di lakukan Sendy padanya .


'' Heii tuan sudah gila yah !! ''


'' Kenapa? bahkan aku bisa melempar mu juga dari gedung ini '


'' Kau memang tidak waras ! '' dengan mata yang berkaca kaca sembari melihat ponsel nya sudah hancur


Lunna mundur satu langkah ketika Sendy mendekatinya membuat Lunna terbentur sudah berada di ujung gedung. lagi lagi Sendy mengancamnya lalu meninggalkan Lunna sendirian.


mengambil ponsel yang sudah hancur membuat nya menangis dan tertawa sendirian. bagaimana bisa dia terus di tindas seperti ini pikir nya .


" Ponsel ku sudah dirusak oleh nya . aku tidak punya apa apa lagi . menyebalkan memang . aku benci padanya . huhh... aku cuma punya ini ." memegangi gantungan handphone


***


Semalaman Lunna tidak bisa tertidur, mengingat apa yang dikatakan sendy siang itu . yah dia mengancamnya jika terus dekat dengan Radit. membuat Lunna tidak bisa tidur dengan nyenyak . berbeda dengan Sendy yang terlihat santai dan biasa saja .


'' Hei lun kenapa dengan wajah mu ? ''


'' Aku tidak apa apa ko jer. '' sembari duduk di bangkunya


Waktu belajar pun dimulai , mereka semua pokus belajar terkecuali Lunna ia tertidur saat jam pelajaran berlangsung. Jeri yang tau Lunna tidur pun berusaha membangunkannya . namun Lunna sama sekali tidak merasa terganggu , ia asik dalam mimpinya. suara pukulan meja membuat Lunna terbangun dan berngigau, membuat siswa yang berada di kelas pun tertawa . Lunna pun berlari keluar kelas dengan malunya pergi ke toilet. membasuh wajahnya agar rasa kantuknya hilang . seseorang memanggilnya


'' Lunn kau di suruh ambil beberapa buku naskah drama musikal di perpus sekarang, dan bawa ke aula ''


'' baiklah ''


Beberapa buku sudah ia dapatkan ia benar benar tidak tau yang mana yang harus di ambil, karena memang tadi ia tidak bertanya tentang judul naskah itu . langkah nya terhenti ketika ia tidak sengaja menyenggol seseorang .


'' Maaf saya tidak sengaja ''

__ADS_1


'' Saya yang harus minta maaf karena tidak melihat ada orang '' wah cantik sekali


'' Biar saya bantu ''


'' Tidak tidak perlu saya bisa ko hehe ''


Aku baru lihat wanita ini . apa dia murid baru ya


'' Tidak papa sini. mau di bawa kemana buku buku ini?? ''


'' Oh ini.. mau di bawa ke aula. terima kasih ya sebelumnya merepotkan mu ''


'' Ah tidak masalah ''


'' kau murid baru ? ''


'' Iya. aku baru saja pindah ''


'' Pantas sekali baru lihat . kelas mana?? ''


'' kelas 2a+ ''


'' Oh iya iya . kelas kita bersebalahan dong ''


'' benarkah?? ''


'' Hehe iya.. kita belum berkenalan . namaku Lunna ''


'' Mentari ''


Setiba di aula Jeri menghampiri Lunna dan seseorang disampingnya nya membuat Jeri tersenyum tipis .


'' Kau kembali tar.. ''


A**pa mereka saling kenal ya? sepertinya merek akrab sekali


'' Lunna cepat bawa kemari kenapa lama sekali sih. '' seseorang memanggilnya


'' Ah iya maaf maaf ''


Drama musikal yang akan di selenggarakan oleh kelas 2a berkolaborasi dengan kelas 2a+ semua sudah di tentukan dengan peran nya masing masing. hanya beberapa yang terlibat dalam drama ini .


" Semua sudah tahu kan dengan peran nya masing masing semangat berlatih " ucap Bu guru


" Ah aku tidak mau jadi ini "


" Apalagi aku jadi bagian peralatan lagi "


" Oh iya 2 pengawal pribadi dan pangeran nya siapa yah ? "


" Iya siapa yah penasaran deh "


Oke anak anak tolong perhatian nya sebentar ya. kita akan membahas drama ini . Silahkan yang sudah mendapatkan peran utama dan 2 pengawalnya maju kedepan.


" Wah jadi mereka yang akan memerankan tokoh ini ."


" Aku yakin Sendy yang mendapat peran utama. "


" Bisa jadi Jeri "


" Tidak! bisa aja Radit dari kelas 2a+ iya kan?? ."


" Iya iya benar juga "


Rasanya Lunna ingin tutup telinga mendengar murid yang berada di dekatnya begitu berisik

__ADS_1


" Untuk pemeran utama wanita silahkan maju kedepan "


" Hah apa ini?? "


'' Kumohon bantu aku yah . Aku tidak bisa memerankan tokoh ini "


" Tapi aku sudah dapat peranku "


" Bu guru Lunna yang dapat peran utama wanita itu "


" Heii kau . "


" Lunna maju kedepan "


" Ah baiklah " dengan terpaksa


" Terima kasih yah "


***


" Ah melehkah sekali. Dan kenapa mentari malah menyuruh ku jadi peran utama wanita. dia lebih cantik dariku "


" Lunna sayang kau di dalam " suara mama Riana di balik pintu "


" Lunna sayang "


" Iya mah "


" Besok mama dan papa akan terbang ke negara A sepertinya ada masalah perusahaan yang harus di bereskan. kau tidak apa apa kan mama tinggal ?"


" Ahh iya mah tidak apa apa ko. apa Lunna bisa mengantarkan mama ke bandara? "


" Tidak perlu. kau harus sekolah. bukannya sekolah mengadakan drama musikal ? ''


'' mama tahu itu juga "


" Hehe iya .. mama akan pulang segera dan menyaksikan pertunjukan itu yah "


" Iya mah "


" Istirahat yah . kau harus banyak makan dan minum vitamin agar tubuhmu sehat "


" Iya mah.. "


Setelah mama Riana keluar dari kamarnya , ia kembali merebahkan tubuhnya dan melihat ke arah langit langit dan tertidur pulas . sesat setelah itu Sendy yang masuk ke dalam kamar Lunna dengan hati hati melihat gadis di depannya tertidur sangat pulas . iya kembali menatap ponsel Lunna yang sempat ia lempar.


'' Kau menangis karena benda yang di berikan jeri ?? menyebalkan sekali "


" Tuan sedang apa kau di kamarku? dan jangan sentuh barangku " mengambil ponsel yang baru saja Sendy pegang


" Bukannya kau tidur "


" Aku bangun karena haus . aku bertanya lagi kenapa tuan sering sekali masuk ke kamarku tanpa seizin ku ''


" Eehh itu aku.. terbata bata Heii aku hanya ingin memberi mu ini '' menyodorkan sebuah ponsel baru


" Tidak tidak perlu saya tidak butuh ponsel baru "


" Apa bagusnya ponselmu dan gantungan yang murahan itu ?. aku bisa membeli apa pun jika kau mau ! "


" Karena ini satu satunya milikku , Aku tidak punya apa apa lagi . bisakah tuan keluar dari kamar saya ''


'' Baiklah dan kau tidak boleh menolak ini . itu hanya ucapakan minta maaf ku karya sudah menghancurkan ponsel mu "


Apa apaan dia? bisa bisanya bicara dengan tampang menyedihkan seperti itu . membuat ku merasa bersalah saja . Gumamnya setelah keluar dari kamar Lunna.

__ADS_1


__ADS_2