
Semenjak kejadian yang menimpa Lunna di kolam itu sikap Sendy perlahan berubah, Sendy mulai menerima kehadiran Lunna di rumahnya, Perlakuannya pun mulai lebih baik dari sebelumnya . Hari ini adalah hari kenaikan kelas dan tentunya libur panjang setelah itu. tepat dimana Lunna berulang tahun. tidak ada yang tahu soal ini kecuali keluarganya. Setiap tahun selalu ada hal yang ingin semua orang impikan termasuk Lunna sendiri. Tiap tahun umur nya terus bertambah tanpa ia sadari, semakin ia tumbuh dewasa semakin banyak rintangan kehidupan yang harus ia lalui sendiri.
Duduk seorang diri di kursi taman sekolah di kelilingi pepohonan yang meneduhi nya . melihat teman teman berdatangan dari gerbang, Bercengkrama membahas liburan sekolah sebentar lagi. Melihat jam di tangan nya munjukan waktu yang masih pagi tentunya. Karena pembagian raport pukul 11 siang nanti,belum lagi acara lainnya. membuat Lunna memutuskan pergi ke luar sekolah menemui makam kedua orang tuanya.
Sementara di sisi lain Sendy dan mama Riana sudah berada di tempat duduk sebuah aula yang sudah di siapkan pihak sekolah untuk menyaksikan acara pembukaan dan sedikit drama musikal yang di tunjukan oleh beberapa murid . Mama Riana melihat murid yang lalu lalang keluar masuk aula tidak melihat Lunna datang lagi semenjak tadi meminta izin ke toilet .* dalam pikirnya dimana anak itu kenapa belum kembali * Sendy yang malas sekali melihat pertunjukan di depannya hanya bisa diam duduk di samping mama nya .
***
' Apa kabar Ayah, Ibu . Maafin Lunna baru sekarang bisa menjumpai kalian berdua . apa Ayah Ibu tahu hari apa ini? huh.. ya hari ini hari ulang tahun Lunna . Lunna rindu sekali kalian berdua . Apa kalian lihat sekarang ini putri kalian sudah dewasa hidup seorang diri? . kenapa kalian tega ninggalin anak kalian sendirian di dunia ini?? kenapa ? *Isak tangis pun tidak bisa di bendung lagi di hadapan makam kedua orang tuanya *
Merebahkan tubuh nya di atas ranjang membuat Sendy tertidur pulas, rasanya nyaman sekali bisa rebahan di akhir sekolah nya . Merencanakan liburan bersama sahabatnya tentu sudah ia pikirkan jauh hari . Liburan ke villa milik keluarganya membuat Sendy memutuskan kesana. mengingat suasana di kota sana yang sejuk dengan pemandangan laut lepas membuat nya mengingat masa kecilnya bersama keluarga nya .
Selesai acara sekolah dirumah mama Riana bergitu khawatir dengan Lunna karna semenjak izin padanya Lunna tidak balik lagi membuat nya begitu kebingungan . memerintahkan seseorang mencari Lunna dari tadi belum ada kabar nya sama sekali. berjalan kesana kemari mengepalkan kedua tangan nya begitu khawatir dengan anak nya sendiri . melihat ke arah pintu terbuka membuat nya bergegas menghampiri.
' Lunna sayang kamu dari mana saja? mama khawatir sekali . kamu tidak apa apa kan ?
sembari memeluk lunna dan melepaskannya
' Maaf mah tadi Lunna tidak izin dulu sebelumnya. Lunna pergi menemui makam ayah sama ibu Lunna . '
' Kamu pergi sendiri? '
' Iya mah '
' Sayang kenapa tidak suruh pak Jo yang mengantar kamu kesana . Kenapa kamu pergi sendiri '
' Maaf mah '
' Yah sudah kalo gitu . Lain kali kalo mau kemana mana kamu harus sama pak Jo atau sama Sendy yah?. '
__ADS_1
' Iya mah '
' Kamu belum makan kan? kita makan sama sama yah . cepat ganti baju, mama tunggu di ruang makan yah . ' melangkah pergi
Makan malam pun mereka nikmati bertiga. kepulangan papa Mikael ternyata harus di undur . 3 hari kedepan papa Mikael harusnya pulang namun karena kendala pekerjaan nya di luar negri membuat nya harus menambah waktu untuk menyelesaikan masalahnya.
' Mama sudah putuskan untuk liburan sekarang kita pergi ke villa yang ada di kota SE .' membuka percakapan setelah selesai makan malam
' Kenapa mama juga memilih kesana ? '
' Ya karna mama ingin mengajak Lunna tentunya karna mungkin ini adalah hadiah untuknya ' Sembari tersenyum ke arah Lunna
Kenapa? Apa mama Riana juga tahu sekarang hari ulang tahunku?? tidak !! tidak mungkin . mama Riana tahu?? dan kalo mungkin tahu dari siapa? mana mungkin ibu memberitahunya . tidak penting baginya untuk tahu itu kan? gumamnya.
' Kau boleh ajak Jeri,Juli dan Marline '
' Mah Sendy udah pikirin ini dari jauh jauh sebelum rencana liburan sekolah . kenapa mama tiba tiba harus kesana juga . bahkan keluarga kita tidak mungkin punya satu villa saja kan? kenapa mama milih ke sana sih.. itu kan... ' Perkataan Sendy terpotong karna mama Riana bersi keras dan tidak mau mengalah dengan anaknya sendiri.
' Pak Jo sudah siapkan semuanya besok kita tinggal pergi . Kalo kamu tidak mau ikut ya sudah kau disini saja tanpa liburan . semua fasilitas kamu mama akan cabut '
' Ini ni.. yang paling Sendy gak suka sama sikap mamah, apa apa fasilitas yang jadi bahan taruhannya. menyebalkan Beranjak dari meja makan melangkah pergi . langkah nya terhenti ketika mendengar ancaman mama lagi
' Ya sudah kalo itu keputusan mu '
' Terserah mamah saja ' kembali melangkah pergi
' Lunna kamu istirahat yah . besok kita pergi liburan. hmm andai saja suamiku pulang mungkin kita liburan seperti keluarga . ah tapi yasudahlah demi pekerjaan membuatku harus mengalah. '
Lunna yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan semua perdebatan mama Riana dan Sendy yang sama sama punya sikap egois membuat nya merasa tidak nyaman . haruskan ia ikut liburan atau diam saja dirumah? begitu pikirnya. melihat sikap Sendy yang tidak baik membuat nya khawatir akan membuat nya kesal . padahal sikap nya sudah mulai membaik . takut takut membuat Sendy marah Lunna harus banyak berfikir dan tidak boleh melakukan kesalahan di waktu liburannya .
__ADS_1
Duduk di tepi ranjang tangan mengepal sudah mengekspresikan bahwa dirinya tidak suka. Apa yang sudah ia rencanakan ternyata gagal ketika mama riana sudah berkata semaunya. Lalu Sendy berdiri berjalan ke arah meja meraih hp nya. mengetik sebuah pesan di grup chat dan memberi tahukan kepada teman nya soal liburan gagalnya .
' Sepertinya memang harus gagal deh . aku dan ka juli juga harus ke luar negri '
' Benarkah?? liburan ke luar negri?? '
' Iya sepertinya begitu '
'Jadi kalo kalian berdua pergi hanya aku yang ikut liburan sama Sendy dong '
Pagi hari di luar rumah pak Jo sudah membereskan barang barang yang akan di bawa untuk liburannya . Hanya Jeri yang ikut liburan ini karna memang si kembar tidak ikut juga. Jeri yang sudah sampai pun membantu pak Jo memasukan barang ke bagasi mobil. Lunna sudah berdiri tak jauh dari mobil melihat ke arah rumah tidak melihat Sendy keluar . *mungkin memang ia tidak ikut kali yah. apa dia benar benar marah ?* pikirnya .
' Lunna ayo masuk '
' Hah iya mah ' membuka pintu mobil sembari melihat ke arah rumah lagi nambah belum ada tanda tanda Sendy keluar
' Tante Jeri duduk di depan yah '
' Iya terserah kamu. ayo pak Jo '
Mereka pun sudah berada di dalam mobil, di hidupkan mesin
' Mah.. apa Sendy tidak ikut ?? ' tanya nya khawatir kalo Sendy memang sedang marah
Mama Riana hanya membalasnya dengan senyuman . mobil sudah berjalan menuju gerbang utama . Lunna yang terus melihat ke arah rumah namun Sendy tetap tidak keluar juga membuat nya merasa bersalah telah merusak liburannya . mobil berhenti tepat di depan gerbang atas perintah mama Riana yang secara tiba tiba membuat Lunna bingung . ketukan pintu mobil terdengar membuat Lunna membuka pintu mobil dan tersenyum ke arah Sendy . ternyata ini hanya kerjaan mama Riana pada anaknya . Sendy duduk di samping Lunna dengan wajah yang masam . Jeri yang tau hanya tertawa dan melirik ke belakang .
' Haha mana mungkin seorang Sendy Mikael Jonathan tidak liburan akhir sekolah? '
' Diam kau ! atau kau turun saja tidak boleh ikut sekalian !! '
__ADS_1
' Haha baiklah baiklah tuan muda Sen '
Mobil pun akhirnya meninggalkan kediaman rumah Jonathan . Lunna hanya sesekali melirik ke arah Sendy dan mengalihkan pandangannya ke depan . entah kenapa ia merasa senang ketika Sendy akhirnya ikut bersamanya. Sendy yang tahu Lunna hanya diam seolah olah tidak tahu apa yang di lakukan gadis di sampingnya ini. begitu lelah nya perjalanan yang menempuh waktu sekitar 4 jam lamanya untuk sampai ke villa . Lunna keluar dari mobil melihat sekeliling lautan luas membuat nya merasa merinding terasa pusing baginya lalu membelikan badan namun tak sadar bahwa Sendy ada di belakang nya . membuat nya terkejut ketika ada di dekapannya.