SEATAP

SEATAP
RENCANA MAMA RIANA II


__ADS_3

Ternyata semua sudah direncana dengan baik oleh mama nya, Melihat isi rumah yang dihiasi bunga bakahan dekorasi yang minimalis menghiasi ruangan tersebut . Meski ini adalah jalan terbaik bagi mamanya namun dalam hati Sendy tidak habis pikir di usia nya yang masih cukup muda ia dan masa depan yang masih panjang pikirnya, malah harus berumah tangga seperti ini . bahkan dengan seorang gadis yang sama sekali tidak ia pikirkan selama ini .


Didalam kamar Lunna teringat wajah dimana kedua orang tua nya yang tersenyum bahagia padanya untuk terakhir kalinya .kemudian menghela nafas ketika melihat selembar foto yang terpajang di atas meja riasnya, melihat dirinya masih kecil bersama kedua orang tua nya .


'' Huh.. apa ibu dan ayah tahu ? ''


'' Sekarang Lunna tinggal bersama orang yang sama sekali bukan keluarga kita . kenapa ibu tega ninggalin Lunna sendirian setelah ayah pergi mendahului kita?. kenapa ?" Tangisan pun tidak bisa terbendung lagi ketika dirinya berada di makam kedua orang tuannya .


'' Bahkan Lunna masih terlalu dini ditanggalkan kalian berdua . kenapa kalian tega sekali. Lunna janji akan membalas semua perbuatan orang orang yang sudah membunuh ayah . ayah ?? bahkan Lunna sampai sekarang ini masih belum tahu siapa orang yang sudah menghancurkan keluarga kita , kenapa susah sekali mencari informasi terkait kejadian di danau itu . kalo memang orang itu sudah mati lunn ingin tahu dan melihat mayat nya dengan mata kepala Lunna sendiri. "


Bahkan dirinya sendiri tidak habis pikir hidup nya akan seperti ini. mengingat janji nya di depan makam saat itu membuat Lunna benar benar tidak bisa berpikir lagi , belum bisa mencari informasi tentang orang yang sudah menghancurkan keluarganya. ketukan pintu kembali terdengar membuat Lunna beranjak dari duduknya . Sendy langsung masuk sebelum Lunna membukakan pintu terlebih dahulu.


'' Tidak masuk akal sekali huh.'' sembari menghela nafasnya dan berdiri tepat di depan Lunna ''Kenapa harus jadi seperti ini, bagaimana pun ini tidak boleh terjadi kita harus melakukan rencana secepatnya '''


' Kenapa ? '' bertanya karna tidak tahu


'' Apa kau bodoh hah ? kau tidak lihat di bawah bahkan sudah mempersiapakan semaunya dengan rapi dan sempurna . Apa jadinya kalo teman teman semua tahu tentang ini . ''


'' Bukannya tuan muda sudah bicara pada nyonya besar tentang rencana ini? ''


'' Yah. sudah kukatakan sebelum nya untuk tidak merayakan pernikahan ini secara terbuka . tapi malah terlihat seperti pesta pada umumnya. ''


'' Kenapa tidak bicara lagi saja tuan ''


''Ahh bicara denganmu saja saja tidak berguna. membuat ku kesulitan menemukan cara untuk mengagalkan rencana mama '' sembari melangkah keluar


'' Kenapa sih selalu marah- marah padahal aku bicara dengan sangat hati- hati padanya''


'' Menyebalkan!! selama ini aku sudah putuskan untuk baik padanya, tapi dia malah seperti itu lagi . '' gumam lunna ketika Sendy sudah meninggalkannya

__ADS_1


Di waktu yang bersamaan Mikael datang secara tiba tiba dan memeluk istrinya yang sedang memerintahkan seorang pelayan untuk meletakan sebuah bunga yang baru saja sampai ke kediamannya. Mariana terkaget dan langsung berbalik melihat suaminya pulang tanpa memberitahu nya .


'' Sayang . kau pulang juga rupanya?? ''


'' Papa sengaja pulang karena rindu sekali pada istriku yang cantik ini . '' sembari memeluk dan mencium kening istrinya itu


'' Pahh .. '' melepaskan pelukan suaminya


'' Tentu saja papa ingin melihat putra semata wayang kita menikah ''


'' Huh anak itu. dia persis seperti mu ''


'' Ternyata anak kita sudah dewasa yah . haruskah aku putusnya untuk pensiun saja . dan membiarkan Sendy yang mengambil mengalih semua pekerjaan ini . gimana menurut mama?. ''


'' Pah.. jangan seperti itu, Sendy kan masih perlu belajar dan memahami wawasan tentang bisnis itu masih belum banyak ia ketahui . dan soal pernikahan ini hanya cukup untuk suatu ikatan padanya .mama tidak mau terjadi apa apa pada Lunna setelah kejadian itu. dan tentang perusaahan kita bicarakan nanti saja. ''


'' Ah baiklah papa harus bertemu dulu dan bicara dengan send . dimana dia ?? ''


'' Papa harus bicara pada Send . dia pasti di kamarnya kan? . papa ke atas dulu yah ''


berjalan menaiki anak tangga setelah mencium kembali kening istrinya


Didalam kamar Sendy bicara terus terang pada papa nya . hanya papa nya yang mengerti dan mendengarkan semua yang terjadi sebelum akhirnya sang mama memutuskan untuk melakukan pernikahan paksa ini . Mikael yang mendengarkan anaknya terus bicara hanya tersenyum dan mengangguk seperti paham dalam situasi ini pikirnya.


'' Pah.. papa percaya kan ?? '' begitu tanya nya setelah selesai bicara soal kesalah pahaman sang mama nya


'' Yah . mama mu juga seperti itu waktu papa masih muda. sudahlah anakku turuti apa yang dikatakan mama mu saja ''


'' Kenapa papa malah jadi ikut ikutan sih . Pah send kan masih sekolah dan umur send masih belasan tahun '' merasa kesal dengan apa yang di ucap papa nya

__ADS_1


Namun Mikael hanya membalas nya dengan tawa sembari berdiri dari duduknya . mengelus ngelus kepala anaknya dan berkata.


'' Yang harus dilakukan seorang laki laki sejadi adalah tanggung jawabnya send '' begitu balasnya " Sudahlah papa pulang kesini hanya untuk melihat kau menikah. '"


***


'' Pah.. kenapa papa tidak kabari mama dulu sih kalo pulang . kan mama bisa suruh pak Jo untuk menjemput papa di bandara ''


'' Bukan kejutan namanya kalo istriku ini tahu suaminya pulang ''


'' Huh .. papa ini . Oh iya Pah gimana send? apa dia baik baik saja? '' tanya nya karna memang dari pagi mama Riana tidak melihat putranya keluar dari kamar seharian .


'' Yah dia baik baik saja . ''


'' Apa mama keterlaluan yah sama dia '' Gumamnya " Tapi ini sudah keputusan mama agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan . ''


'' Sayang apa kau tidak rindu pada suamimu ini hah?? '' mengalihkan pembicaraan sendari memeluk tubuh istrinya


'' Pahhh .. '' menggoyang goyangkan tubuhnya agar suaminya berhenti memeluk nya dan tetap pokus membicarakan anaknya. namun Mikael tetap memeluk istrinya dengan erat sembari memejamkan matanya


'' Sudahlah sayang ini sudah malam suamimu ingin istirahat . ada hari esok, kita bicarakan nanti yah '' tetap dalam dekapannya dan terlelap tidur


Sementara luar sana Lunna yang masih mengatung di sebuah balkon kamar nya, asik melihat ke arah langit yang gelap,dan hanya sedikit bintang yang bersinar. menghela nafas nya yang begitu berat ia rasakan . tanpa ia sadari air matanya jatuh membasahi pipinya . dilap dengan tangan satunya sesekali tersenyum melihat air mata di tangan nya.


'' Huh. kenapa aku bisa menangis seperti ini sih ? . ternyata lebih baik aku memilih mati saja dari dulu ketibang harus hidup seperti ini . "


" Kenapa ? kenapa dunia ini selalu tidak baik padaku ? '' berteriak sembari memandang langit yang gelap gulita


Di usia yang baru saja beranjak masa dewasa beberapa hari yang lalu, membuat nya harus bersedia menikah muda . kalo saja Sendy tidak masuk ke dalam kamarnya dan tidur si sampingnya pada waktu liburan itu , mungkin saat ini masih seperti biasanya. pikirannya kembali mengingat ketika membuka mata dirinya tepat di dekapan nya Sendy yang telanjang dada. memang benar kata Sendy,meski dia tidak sama sekali melakukan hal yang tidak seharusnya terjadi , tetap saja itu hal memalukan tidur bersama laki laki yang bukan suaminya .

__ADS_1


Tidak tahu lagi bagaimana caranya ia menjalankan hidup nya setelah orang tuanya pergi. keluarga Jonathan lah yang selama ini baru iya temui setelah pertemuan pertamanya di rumah sakit itu membuat dirinya harus menumpang hidup di keluarga ini . bahkan setelah lulus sekolah nanti Lunna sudah memutuskan untuk keluar dari rumah ini karena memang ini bukan kehidupannya. tapi hal yang tidak seharusnya terjadi membuat nya harus tetap tinggal disini.


__ADS_2