
Sudah dua Minggu setelah perceraian yang tertulis di dalam kertas selembar itu , lunna masih tinggal di rumah mewah itu. sudah dua Minggu juga mama riana tidak pernah mau makan bersama seperti biasanya. entah apa yang harus Lunna lakukan sekarang ia hanya bisa terdiam .
Hari ini adalah hari dimana semua siswa lulus dengan nilai yang memuaskan. begitu juga Lunna ia mendapatkan nilai yang cukup baik . setelah kelulusan selesai, ini adalah hari dimana Lunna melanjutkan hidupnya sendiri.
Pagi itu lunna sudah membereskan semua pakaian nya kedalam koper, sebelumnya ia memang sudah memutuskan untuk keluar dari rumah itu dikala ia sudah lulus sekolah. ia tidak ingin terus menggantungkan hidupnya pada keluarga Jonathan .
Di balik pintu seseorang sedang memperhatikan Lunna, seorang wanita yang tidak kuasa menahan air matanya ketika melihat Lunna akan meninggalkan rumah nya itu .
" Sayang . " lirihnya sembari menghampiri Lunna .
" Iya mah " sahutnya sembari beranjak berdiri .
" Jangan tinggalkan mama sendirian. mama tidak mau kau pergi sayang . bagaimana dengan mama kalo kau keluar dari rumah ini sayang? "
" Mah . Lunna janji akan datang kemari untuk bertemu dengan mama nanti . "
***
Lunna pun akhirnya meninggalkan rumah itu. sebelumnya Sendy terlebih dahulu meninggalkan rumah itu untuk melanjutkan pendidikannya di negara A . lunna pun berjalan ke arah halte bus . disana ia duduk sendiri melihat sebuah surat dari Sendy sebelum Sendy berangkat .
__ADS_1
Setelah sampai di sebuah kamar kost yang ia tempati saat ini, memang lumayan dekat dengan kampus miliknya. Lunna melanjutkan pendidikannya dengan mengambil jurusan teknik informatika. ia pun bekerja paruh waktu di sebuah kedai yang tidak jauh dari tempat ia melanjutkan pendidikannya.
TUJUH TAHUN KEMUDIAN.
Pagi hari seperti biasa Lunna membersihakan diri nya . sudah 3 tahun ia menempati sebuah apartemen miliknya . pagi ini ia akan bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik. ia sekarang bekerja sebagai asisten Presdir cantik bernama Mya . sudah 3 tahun lamanya ia bekerja bersama Mya .
Lunna tumbuh dewasa dan sangat cantik. rambut yang tergerai panjang indah dan kulit yang putih bersih. wajah yang manis dengan mata yang jernih. banyak sekali orang yang ingin dekat dengannya . bahkan di kantor pun ia banyak sekali penggemar yang mengidolakannya Lunna sekarang jauh berbeda dari dirinya yang sebelumnya. jika di bandingkan dulu saat sekolah, ia adalah gadis yang sangat jauh dari kata cantik maupun pintar . namun itu dulu, sekarang dia adalah perempuan yang sangat cantik dan pintar. bahkan dalam pakaian pun dirinya sudah sangat anggun dan sering merias diri.
Tok.. Tok.. Tok..
Pintu terbuka ketika ia masuk kedalam sebuah ruangan bos nya itu .
" Permisi Bu , ini adalah jadwal kita Minggu ini. " sembari menyodorkan sebuah notebook
" Baik Bu "
Lunna memang tidak pernah menolak dengan atasannya tersebut. ia memang sangatlah proposional dalam pekerjaannya.
Malam harinya di sebuah restoran mewah Lunna dan Mya berjalan beriringan masuk kedalam restoran itu. sudah disediakan tempat duduk sebelumnya. mereka berdua pun duduk sembari menunggu seseorang itu .
__ADS_1
Langkah kaki menghampiri dirinya beberapa saat . seorang pemuda tampan dengan pakaian rapih mematung di hadapan dua gadis itu. Mya tersenyum kepada laki-laki itu dan mempersilahkan nya duduk.
Lunna terdiam ketika melihat di depannya itu. seorang laki-laki tampan yang tidak asing baginya. seperti pernah betemu namun ia lupa .
Begitu juga laki-laki di depannya itu memandang ke arah Lunna dengan seksama.
" Baiklah , kalian pasti baru bertemu. oh iya jul ini adalah asisten ku namanya lun.. "
" Lunna " timbal Juli sembari terus menatap ke arah Lunna .
Mya pun menoleh ke arah Lunna dan Juli bergantian.
" Apa kalian saling kenal?? " sahut nya
Apa dia Juli kakanya Marline ?
" Lun?? " sahut mya menyadarkan Lunna
" I- iya Bu. "
__ADS_1
" Dia teman sekolahku dulu . " Timbal Juli .
Bersambung