
" Ngomong-ngomong apa kau sudah menikah? "
Lunna terdiam dan menatap ke arah Juli . apa ia akan memberitahukan bahwa ia pernah menikah namun ia sama sekali tidak pernah melakukan hubungan layaknya suami istri. dan apa Juli akan percaya bahwa ia pernah menikah dengan Sendy sahabatnya.
" Menurut mu. apa aku sudah menikah? " tanya nya dengan santai
Suara tertawa terdengar dari mulut Juli membuat Lunna memalingkan wajahnya .
" Aku mampir saja percaya bahwa kau menikah. di lihat dari ucapanmu itu. kau memang belum menikah . "
Lunna pun menghela nafasnya dengan kasar.
" Oh iya lun. aku mampir lupa. ini hadiah dariku untukmu . terimalah anggap saja ini hadiah pertemuan kita selama sekian lama. "
Juli pun memberikan sebuah kotak kecil ke hadapan Lunna. Lunna pun mengambilnya dan membuka isi kotak itu. sebuah kalung dengan liontin batu permata sangat indah .
__ADS_1
" Wah.. cantik sekali. " ia pun terus meraba kalung yang sangat cantik itu.
Juli bangkit dari duduknya dan menghampiri Lunna. ia memasangkan kalung itu kepada Lunna . tanpa menolak Lunna pun membiarkannya.
setelah selesai Juli kembali duduk di hadapan Lunna. Lunna yang terus memegang kalung yang melekat di lehernya sangatlah cantik dan cocok.
" Kau cantik. " ucapnya sambil menatap Lunna
Lunna pun menjadi malu dan wajahnya memerah seketika.
Di sebuah kantor.
" Permisi Bu . hari ini kita ada rapat dengan klien dari perusahaan Shen J group. dan seperti rapat sebelumnya. kita akan bekerja sama dengan perusahaan Shen J group untuk produk parfum terbaru kita. "
" Yah. kau tidak perlu repot-repot presentasi hari ini. karna CEO dari perusahaan Shen J group akan langsung tekan kontrak dengan kita. "
__ADS_1
" Benarkah? kenapa bisa begitu Bu? apa ibu kenal dengan CEO dari perusahaan Shen J group? apa dia juga kerabat atau teman ibu juga? "
" Hei Lunna . kau bertanya tanpa henti membuatku pusing. bersikaplah tenang. kau sedang bekerja. apa kau mau aku potong gajihmu. aku atasanmu . kalo di luar kantor baru aku temanmu . kau mengerti? "
" Baikmu . saya permisi. "
Lunna pun meninggalkan ruangan bosnya itu . dengan bergumam terntunya.
Rapat pun akan segera di mulai, beberapa orang sudah berada di ruangan rapat. Lunna yang baru saja akan masuk kedalam ruangan sembari membawa beberapa berkas untuk pembahasan rapat hari ini. tiba-tiba ia berpapasan dengan seseorang yang tidak asing baginya . ia tidak sengaja menyenggol seseorang dan membuat beberapa berkas berserakan di lantai. ia mencoba membereskan berkas itu dan kembudian bangkit sembari meminta maaf pada laki-laki itu.
Ia pun terdiam ketika ia melihat laki-laki di depannya . Yah Sendy Jhonatan. ia adalah mantan suami darinya. sudah 7 tahun ia pergi tanpa berpamitan padanya. dan sekarang ia bertemu lagi dengan laki-laki itu. wajahnya tidaklah berubah. ia masih tampan dan sangat gagah. bahkan sekarang ia terlihat sangat berkarisma memakai jas yang melekat di tubuhnya. begitu tampan dan dewasa.
Sama seperti Lunna. Sendy pun menatap ke arah gadis itu. beberapa saat kemudian ia berjalan meninggalkan Lunna tanpa kata apapun. sepeti tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.
Bersambung .
__ADS_1