
Beberapa Minggu lagi adalah hari ujian akhir semester . Beberapa murid pun belajar dengan giat . Hanya sebagian kecil saja mereka belajar. Selama belajar Lunna sering kali melihat Sendy hanya memainkan ponselnya . Tidak pernah pokus dengan belajar . Meski memang rata rata nilai nya sangat bagus tapi itu membuat Lunna penasaran .
" Jeri " bisiknya dan terus memanggil
" Apa ? " Jeri pun membalikan posisi duduk nya
" Kenapa dia tidak pernah belajar " melirik ke arah Sendy
" Dia memang tidak pernah belajar . Sudahlah aku mengantuk " jeri pun kembali ke posisi duduk ya .
Pelajaran pun selesai. Lunna sedang asik menikmati makanan kesukaan nya di kantin seorang diri. Tiba tiba Tari datang menghampiri nya .
" Bolehkah aku duduk "
" Tentu saja " balasnya
" Kenapa kamu sendirian ? Dimana Sendy"
Kenapa dia menanyakan Sendy. Lirihnya dalam hati.
" Oh iya lunn. Aku ingin meminta bantuanmu"
" Bantuan apa ? "
Tari pun membisikan sesuatu kepada Lunna dan tersenyum . Dan Lunna pun hanya mengangguk tanda iya .
Saat itu juga Marline datang menghampiri mereka berdua .
" Wah ternyata musuhku bertambah satu "
" Maksudnya ? " Jawab Lunna
" Cihh.. " dengan senyum sinisnya
" Sudahlah Marline, kau jangan pernah mengganggu Lunna " timbal Tari
" Memangnya kenapa? Karna dia sudah mengusik kehidupan ku seperti kau, maka dia harus berurusan denganku juga ."
" Apa yang kau mau ? " Sahut Lunna sembari berdiri
" Kau masih pura pura tidak tahu juga ? Wanita receh "
" Aku tidak pernah mengusikmu! Kau yang selalu mengusikku " sahut Lunna dengan nada tinggi membuat semua orang melihat ke arah mereka ber tiga
Tari pun menenangkan Lunna yang sedang emosi .
" Sudahlah jangan berbicara dengannya . Kau hanya membuang waktu berharga mu saja . Mending kita pergi saja yu "
Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan Marline disana. Begitu sangat emosi nya Lunna.
" Lun kamu jangan di ambil hati ya apa yang dikatakannya "
" Dia memang selalu mengusikku , apa salah ku sih sampai dia selalu begitu "
Apa Lunna benar benar tidak tahu yah? Apa aku harus memberitahunya? Tidak tidak .
" Itu Radit "
" Kalian dari mana saja ? " Tiba tiba Radit menghampiri mereka berdua
" Dari kantin . "
" Lunna " tanyanya
__ADS_1
" Apa ? "
" Bisa kita bicara berdua? "
Ada apa dengannya . Kenapa tiba tiba ingin bicara pada Lunna .
" Baiklah aku pergi , Lunna jaga dirimu ya . Aku akan ke kelas . Oh iya jangan lupa nanti pulang sekolah yah . "Sembari meninggalkan mereka berdua.
" Mau bicara apa ? "
" Ikut aku . " Tiba tiba Radit menarik tangannya
Sesampainya di lapang sekolah . Semua murid pun melihat ke arah Lunna ketika Radit meneriaki nya . Sendy yang berjalan menuju kelasnya pun terhenti dan melihat ke arah Lunna dan Radit .
" Aku mencintaimu , bisakah kita berkencan Lunna "
" Radit apa apaan sih . Jangan teriak teriak. Malu tahu ."
" Lunna aku senang bisa kenal dengan mu . Kamu mau kan jadi teman kencanku " kembali berteriak
Sendy yang mendengar pun mengepalkan tangannya dan pergi ke kelas.
Di rumah ..
Lunna menatap buku buku yang harus ia pahami menjelang ujian nanti. Begitu banyak pelajaran yang ia tidak ketahui. Meski dirinya jauh dari kata pintar, tapi Lunna memiliki semangat yang tinggi . Demi mimpinya ibu dia harus bisa lulus dengan nilai yang cukup baik tentunya .
Lunna keluar dari kamarnya . Menghirup udara segar di sore hari di atas balkon kamarnya . Melihat dari kejauhan Sendy sedang asik dengan hewan peliharaan nya Cici.
" Sebenarnya apa masalahmu dengan tari ? Kenapa kamu tidak memaafkan saja sih . Apa susahnya " gumam Lunna sembari melihat ke arah Sendy.
Epilog
" Pak Jo hari ini aku ada kelas tambahan , pak Jo bisa pulang bersama Sendy saja , aku Kana pulang tepat waktu " pesan singkat dari Lunna
" Dia ada kelas tambahan tuan "
" Jalan "
" Baik tuan muda "
Kemana lagi dia? sudah berani berbohong rupanya
" Sebenarnya kenapa kamu ngajak kesini? "
" Apa kau benar benar tidak tahu ? "
" Memangnya ada apa ?? " tanya nya
" Besok adalah ulang tahun Sendy , aku harus memberikan sebuah kado untuk nya "
" Ohh ulang tahun , Apa!!! "
" Kenapa kamu terkejut? ku pikir kamu tahu tentang ulang tahun nya send "
" Tidak. aku tidak tahu "
"Baiklah kalo gitu kamu mau ngasih kado apa? " tanya tari dan Lunna hanya menggeleng
" Aku akan kasih ini saja "
sebuah pot bunga minimalis yang sangat lumayan mahal tentunya .
"Kenapa kamu membelikan nya pot bunga? Haha yang benar saja " sahut Lunna sembari tertawa melihat yang di pegang oleh Tari.
__ADS_1
"Ini kah kesukaan nya Sendy, dia suka sekali dengan pot bunga minimalis, meski jarang sekali melihat laki laki suka benda beginian "
" Apa kau tidak bercanda? " tanya nya lagi "
" Tidak "
Akhirnya mereka pun selesai berbelanja. tari sudah mempersiapakan kejutan untuk Sendy tapi tidak dengan Lunna , dia masih bingung harus memberikannya apa kepada laki laki itu. Babakan kesukaannya saja dia tidak tahu. menyebalkan bukan?
Lunna turun dari tangga dan berpapasan dengan Sendy,sikap dinginnya kembali seperti dulu membuat Lunna tidak mengerti dengan laki laki di depannya itu.
" Awas kau menghalangi jalanku "
Lunna pun menghindar dan terus menatap Sendy yang sudah menaiki anak tangga .
" Menyebalkan sekali " gumamnya
" Aku dengar "
Lunna menutup mulutnya dan sedikit terkejut .
" Pak Jo kenapa akhir akhir ini Sendy selalu tidak memiliki semangat ya ? "
" Saya tidak tahu nyonya "
" Kau harus terus pantau kegiatan mereka berdua di sekolah "
" Baik nyonya "
" Dia memang masih belum dewasa. apa aku terlalu keras kepadanya yah? "
" Tidak nyonya, bahkan sampai saat ini tuan muda tidak pernah tahu apa yang nyonya besar lakukan "
" Benarkah? wah ternyata aku memang pintar ya pak Jo "
"Iya nyonya "
Lunna kembali ke kamarnya setelah tadi ia ke dapur , tak di sangka ternyata Sendy berada di kamarnya dan menunggunya .
" Kenapa kamu disini? "
" Aku ingin bicara denganmu "
" Bicara apa ? "
" Tadi siang kau kemana dan sama siapa? "
" Itu bukan urusanmu "
Bena juga sih , kenapa aku bisa bicara begitu sih
" Lupakan , dan ingat yah . jangan mentang mentang kau sudah berani tinggal disini, kau juga berani berbohong pada keluargaku, terutama aku ! "
Sendy pun meninggalkan Lunna di sana, membuat Lunna bingung apa yang terjadi dengan laki laki itu, sampai sekarang sikap Sendy padanya masih menjadi misteri baginya.
Lunna pun beranjak ke kamar mandi , sebagai rutinitasnya sebagai perempuan ,dia selalu berlama lama di sana.
HAI TEMAN TEMAN, TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR KE KARYA PERTAMA KU " SEATAP "
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA KU KALIAN BISA LIKE SETIAP BAB NYA YAH DAN JANGAN LUPA BERI KRITIK DAN SARANNYA JUGA ๐
JANGAN LUPA JIKA KALIAN SUKA , KALIAN JUGA BISA VOTE KARYA KU YA ๐
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM HANGAT DARI AUTHOR ๐งก