
Pagi hari ketika sudah bangun lunna bergegas keluar kamar membuka pintu melihat ke kiri ke kanan tidak ada siapa siapa . langkah kaki menuruni anak tangga melihat isi rumah dan sekelilingnya yang begitu mewah nan luas seperti mimpinya kemarin.berjalan menuju arah dapur ternyata pelayan sedang menyiapkan sarapan untuk penghuni rumah .
" Nona sudah bangun " tanya seorang pelayan ketika melihat gadis di depan nya
" Ah iya bi " merasa canggung kemudian menghapiri pelayan tersebut
" Apa penghuni rumah ini belum bangun " tanya lunna pada salah satu pelayan di rumah tersebut
Suara mengejutkan terdengar dari belakang tubuhnya membuat lunna sontak terkejut.
" Kau sudah bangun "
laki laki itu langsung duduk di tempat biasa ia sarapan setiap harinya. kemnudian menatap kepada gadis di depannya yang terus berdiri.
" Duduklah dan sarapan bersama,setelah itu akan aku antarkan kau ke rumah. " *membuat lunna akhirnya duduk dan menikmati sarapan nya
Selesai acara sarapan pagi lunna akhirnya di antar oleh jeri pulang. sesampainya di jalan menuju rumah lunna. Jeri kembali menatap gadis di sampingnya kembali merenung.
" Kenapa?? " tanya jeri pada lunna
" Ah tidak apa apa,terima kasih sudah mengantarkan saya " sembari membuka pintu mobil untuk turun namun di cegah oleh jeri,lunna melirik ke arah jeri
" Tunggu kita belum sempat kenalan,namaku Jeri fernando " dengan tatapan meminta jawaban
Oh iya aku Lunna Gracea Maretta kau boleh panggil aku Lunna.tersenyum
" Oh iya terima kasih telah banyak membantu saya,maaf banyak merepotkan anda."
" Jangan sungkan harusnya saya yang minta maaf soal kemarin hampir saja mencelakai kamu" jawab jeri masih di dalam mobil
__ADS_1
" Saya harus pergi,saya permisi dulu." membuka pintu mobil dan pergi meninggalkannya
Jeri melihat kepergian lunna membuat ia tersenyum dengan gadis itu dengan dandanan yang berbeda , menandakan bahwa dia gadis biasa biasa saja.
#RUMAH SAKIT
" Mah apa sudah ada informasi tentang keluarganya? " tanya sendy pada mama riana
" Papa sudah mencari informasi pada teman nya,katanya ia memiliki seorang anak tapi anak nya entah dimana "
" Kenapa dia tidak peduli dengan keluarganya"
Devan pun menghampiri mariana dan sendy yang sedang duduk di ruang tunggu. devan yang memberitahukan tentang identitas keluarga korban kemarin sesudah mencari informasi,mendengar rumah nya pun mengalami kebakaran dan tanpa sisa membuat mariana, sungguh terkejutnya, bagaimana bisa melihat kondisi korban belum sadarkan diri sekarang rumah pemilik korban pun kebakaran dan anaknya pun belum kembali,membuat mariana pusing entah bagaimana nasib keluarga yang saat ini iya temui.
Di lain sisi lunna melihat puing puing rumahnya dan di batasi oleh garis polisi membuat dirinya menghela nafas panjang, namun sosok jeri yang tadinya ingin meninggalkan lunna akhirnya berniat mengikutinya dari belakang, betapa terkejutnya melihat rumah yang habis di lahap si jago merah tanpa sisa membuat jeri mendekati lunna. lunna pun menoleh ke arah jeri dan menangis di pelukannya entah pada siapa lagi ia harus meluapkan kesedihannya saat ini. jeri hanya mengusap punggung lunna sembari memberi semangat.
" Benar ini tempatnya" Gumamnya ketika melihat nama kedai kecil yang ia ketahui,kemudian berjalan masuk dan melihat sekeliling nya begitu tampak sepi karna kadai baru buka
" Maaf kita baru buka pak. " salah satu pelayan menghampiri devan
" Ada yang bisa saya bantu?" tanya kembali seorang pelayan
" Oh iya saya mencari lunna apa dia bekerja di sini?" tanya devan meyakinkan diri
" Oh lunna iya memang kerja disini. ada perlu apa ya pak?? " menanyakan karna curiga
" Saya ada perlu dengan nya apa bisa tolong panggilkan dia?"
" Tunggu sebentar pak,Silahkan duduk dulu pak."
__ADS_1
Seorang pemilik kedai menghampiri laki laki yang mencari lunna. lalu duduk di hadapnya.
Devan yang melihat seorang duduk di hadapnya langsung berdiri.
" Duduk lah ada apa cari pelayan saya?! " tanya pemilik kedai dan mempersilahlan duduk kepada devan, kemudian devan pun duduk di hadapannya.
Melihat pakaian yang rapih di kenakan laki laki di depannya itu membuat pemilik kedai bertanya tanya dalam pikirannya,padahal ia yakin bahwa lunna tidak memiliki kerabat siapa pun,akhirnya devan memberanikan diri untuk berbicara kepada pelilik kedai tersebut dan menjelaskan semuanya secara perinci maksud kedatangan nya kemari. namun pemilik kedai tidak memberi informasi keberadaan lunna semenjak kemarin ia kabur saat bekerja dan belum kembali sampai saat ini . ia pun tidak tau sekarang luna dimana . tanpa basa basi devan pun beranjak dari duduk nya dan memberikan sebuah kartu nama kepada pemilik kedai jika menemukan keberadaan lunna agar segera kabari dia.
Pemilik kedai pun mengangguk dan melihat laki laki di depannya pergi meinggalkannya.
Hari menjelang malam menyusuri jalan karna semenjak tadi lunna ditemani jeri yang baru ia kenal namun jeri sangat baik terhadapnya, lunna tidak ingin membebani jeri oleh karna itu memutuskan untuk pergi ke kedai milik tetangga nya itu dengan wajah musam nya dan mata yang sembab karna tidak hnetinya ia menangis dan mencari sosok ibu yang belum ia temui,lunna menghela nafasnya mendorong pintu masuk dan duduk di salah satu meja kosong, pemilik kedai menemukan sosok gadis yang di cari oleh pemuda tadi siang, akhirnya memberanikan diri mendekati luna dan berbicara kepada lunna kenapa ia pergi tanpa memberi kabar,lunna pun meminta maaf dan lunna meminta izin untuk tidur di kedai malam ini karna ia tidak tau harus kemana lagi dan ke esokan harinya ia akan pergi mencari ibunya, pemilik kedai pun mengijinkannya.
Pagi hari yang cerah dengan suara burung berkicauan matarhari menyinari membuat lunna terbangun dari tidurnya, mata yang sembab karna semalaman menangisi sosok ibu nya. berjalan ke luar melihat pemilik toko sedang berbincang dengan seorang pelanggan. membuat dirinya menghampiri pemilik toko untuk meminta izin pergi ke luar . namun di cegah oleh sosok laki laki yang dari tadi melihatnya .
" Bisakah kita bicara sebentar?" tanya laki laki itu pada lunna
" Sebelumnya perkenalkan saya Devan
kemarin saya mencari nona namun nona sepertinya sibuk " mengulurkan tangan meminta berkenalan
" Ada apa?" tanya lunna pada laki laki di depannya karna ia sama sekali tidak mengenalinya
" Bisakah anda duduk sebentar nona, rasanya tidak enak jika berbicara berdiri " menggaruk kepala yang tidak gatal
Akhirnya lunna pun duduk di hadapan laki laki di depannya itu membuat dia merasa bingung .
Lalu devan pun menceritakan bahwa ibu nya berada di rumah sakit, karna kemarin ia belum sempat mencari keberadaan keluarga korban ,dan devan pun mengaku bahwa ia adalah orang yang menyebabkan ibu nya mengalami kecelakaan kemarin siang.
sontak membuat lunna berdiri,wajahnya merah mata berkaca kaca tangan mengepal, banyak sekali pikiran pikiran entah bagaimana kondisi ibu saat itu. dan Lunna pun akhirnya meminta pada laki laki tersebut untuk mengantarkan nya ke rumah sakit.
__ADS_1