SEATAP

SEATAP
KISAH LAMA


__ADS_3

Disebuah musium pameran lukisan membuat tari dan Sendy berada di sana. Ada beberapa karya lukisan Tari yang di pajang disana . hasil karya lukisannya begitu di minati banyak pengunjung, Suasana musim semi dengan lukisan 2 sepasang kekasih didalamnya. Seseorang memanggil nya membuat Tari meninggalkan Sendy disana.


" Sayang "


" Papah. papah kenapa?? "


" jadi ini putrimu ? "


" Iii... Iya tuan "


" Pah ada apa? dan siapa orang itu?''


" Dia tuan Badru majikan papah "


" Mentari.. bernarkah itu namamu "


" Iya tuan "


" Hanya ada dua pilihan untukmu"


" Pertama kau pergi menjauh dari Sendy dan jangan pernah muncul lagi. kedua jika kau kembali kau tidak akan pernah bertemu dengan papa mu dan kau tau resikonya ''


" Maaf tuan saya tidak mengerti apa yang tuan bicarakan "


" Hahaha kau.. umurmu masih muda kau tidak mungkin kan masa depan mu hancur atas nama papamu ? "


" Pahh . apa yang terjadi "


" Maafkan papa "


" Tari apa kau tidak tahu pekerjaan papa mu sayang?! " menggeleng kepala


" Ayahmu seorang.. "


" Tuan saya mohon jangan katakan itu pada putriku "


" Papa ada apa?? "


" Papa mu seorang pembunuh "


" Apa?! Pahh apa benar yang dikatakan tuan itu "


" Maafkan papa tari maafkan papa "


" Papa kenapa kejam sekali "


" Tari kau anak seorang pembunuh "


" Tidak!! tari papa dimanfaatkan oleh nya, percayalah "


" Tari tau papa tidak seperti itu "


" Haha.. kau pintar sekali yah. Tari kau harus pergi dari kota ini jika kau ingin orang orang yang di dekatmu selamat "


" Saya tidak mengerti apa yang tuan bicarakan dari tadi "


Dilemparkan lah sebuah foto keluarga Jonathan . tari masih tidak mengerti tentang itu .


" Kau harus menjauh dari keluarga itu dan kau harus pergi dari sendy , jika kau masih ingin melihat nya tumbuh dewasa "


" Tapi tapi.. "


" Apa kau masih ingin bertemu dengan papa mu? pergilah secepatnya "


Malam itu tiba tiba Tari menangis di pelukan Radit membuat Sendy yang mengetahui itu pun murka. Yah tari adalah wanita yang disukainya sejak kecil. tidak tahu sampai sekarang penyebab utama tari meninggalkan Sendy dan memutuskan hubungan nya .


" Pengkhianat !! "


Sebuah pukulan mengenai wajah Radit membuat Radit terjatuh .


" Sendy cukup !! teriak Tari sembari membantu Radit bangun

__ADS_1


" Kau tidak apa apa Dit?? "


" Tidak aku baik baik saja "


" Tari kau.. "


" Send.. aku pikir kau tidak akan sekasar itu " .


" Tari dia memelukmu wajar aku marah ! "


" Send sudah berapa kali aku katakan padamu. aku menganggap mu sahabatku "


" Bukankah kita... "


" Aku tidak menyukai mu send ! ayo dit kita pergi "


Baru saja Tari dan Radit melangkah tiba tiba Sendy menarik tangan Tari dan meminta maaf kepada nya . namun tari tetap dengan pendirian nya menjauh dari Sendy adalah jalannya untuk melindungi dia dan keluarganya sendiri .


***


" Aku senang kau kembali "


" Aku harus membalas semua perbuatan tuan Badru terhadap mendiang papa ku "


" Apa kau tahu Juli ? "


" Yah bukankah dia juga sekolah disini ?"


" Dia sudah lama pergi ke luar negri atas paksaan dari papa nya "


" huhh " membuang nafas dengan kasar


" Dit terima kasih sudah banyak membantu ku selama ini "


" Tidak masalah kau sahabatku meski Sendy masih salah paham antara kita "


" Aku sudah bertemu dengan Lunna Dit, Ku


" Ia dia memang tinggal bersama Sendy , sepertinya Sendy sudah melupakanmu Tar "


" Aku harap begitu "


" Bukankah kau juga menyukainya? "


" Masalah cinta aku harap tidak serumit ini "


Bangun dari tempat duduknya


" Aku harus mengejar Juli "


" Tari kau gila ! kau malah masuk dalam kandang harimau gila itu "


" Ini satu satu cara agar aku tahu titik lemah keluarga Badru "


" Tar ini cukup bahaya "


" Tenanglah bukankah kau juga akan membantuku untuk masalah ini "


" Hehe. iya sih kita masih perlu beberapa rencana kedepan . bahkan kepergian juli cukup lama, kita bisa mempersiapkan diri untuk membalas semua perbuatan papa nya "


" Aku akan menunggu kepulangan Juli "


" Terserah kau saja tar, bukannya kita harus pergi latihan "


" Aku hanya jadi pembawa acara saja "


" iya juga sih . aku harus mencari Lunna dulu . aku duluan ya bye "


" Hmm yaa "


Melihat Radit sudah pergi meninggalkan nya . Tari memikirkan sosok Lunna . gadis yang tinggal bersama Sendy .

__ADS_1


" Semoga kedatangannya bisa membuat Sendy melupakanku " lirihnya


***


Di aula sekolah


" Lunna kau harus seperti ini, tanganmu jangan kaku seperti itu "


" Aaaaahhh aku tidak bisa seperti ini " sembari duduk di lantai


" Kau ini . kau pemeran utama dalam drama kau harus tampil maksimal ! "


Marline datang dengan wajah yang penuh dengan amarah membawa sebotol air . harusnya dia yang menjadi peran utama dalam drama ini . tumpahan air mengenai wajah Lunna membuat semua orang melihat itu.


" Heii apa yang kau lakukan ! "


" Itu pantas untuk mu "


" Kau !!! berdiri . kau memang dari awal tidak suka dengan ku, dan apa masalah ku dengan mu "


" Cihh berani kau membentak ku hah !! "


Tiba tiba Radit datang dan melihat lunna sudah basah kuyup. Dia menyadari bahwa Marline memang tidak suka dengan Lunna. itu membuat Radit ingin melindungi Lunna.


" Apa yang kau lakukan "


" jangan jadi sok pahlawan yah "


" Kau tidak apa apa lun?? " tanya nya


" Tidak aku baik baik saja "


" Kita pergi dari sini " meninggalkan tempat aula


" Awas saja yah! kau tidak akan pernah lolos dari ku " Marline


Sendy baru saja masuk ke dalam aula melihat lunna sedang bersama Radit keluar aula dengan kondisi Lunna basah kuyup. membuat Sendy mengikuti langkah mereka berdua.


" Apa yang terjadi?? " gumamnya


" Pakailah ini " Menyodorkan sebuah baju yang di temukan di ruang ganti


" Tapi ini kah .. "


" Tak apa pakailah. nanti aku bilang pada bu guru "


" Terima kasih "


" Aku tunggu di luar yah "


Sendy yang terus berada di depan pintu membuat Radit bingung dengan keberadaan temannya itu . dalam pikirnya Sedang apa dia disini


" Send kau sedang apa ? "


" Apa yang terjadi dengannya "


" Kupikir kau tidak peduli dengannya "


" Kauu !!! "


" Haha send. sejak kapan kau peduli dengan orang orang " melangkah meninggalkan Sendy


Sendy yang masih mengatung di depan pintu pun menyadari perkataan Radit barusan . ia kembali menatap ke arah pintu ruang ganti . suara pintu terbuka melihat lunna keluar, Sendy hanya melirik ke arahnya dan langsung melangkah pergi . membuat Lunna bingung dengan tingkah laku Sendy .


Sepulang sekolah, di dalam mobil menuju kediaman rumah Jonathan mereka berdua tetap dalam diam tidak ada suara yang terbesar kecuali suara nafas . pak Jo yang melihat dari kaca spion depan pun hanya tersenyum dengan kelakuan 2 anak majikannya itu . suara pak Jo memecahkan keheningan di dalam mobil.


" Tuan hari ini kita makan siang di luar , nyonya besar sudah menentukan lokasinya "


" baiklah terserah kau saja "


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2