SEATAP

SEATAP
KEDIAMAN PRANARA


__ADS_3

Ketahuilah bahwa selama ini Juli dan keluarganya hidup dengan baik dan bahkan bisa memiliki apa pun yang mereka inginkan. 17 tahun hidup berkelimangan harta tidak membuat sifat Juli sama dengan sang papa. Meski akhirnya Juli pergi ke luar negri atas dasar paksaan dari orang tuanya itu , melanjutkan pendidikannya di sana selama 5 tahun lamanya adalah salah satu cara terbaik bagi keluarga pembisnis. kepergian Juli adalah dasar utama sang papa untuk rencana kedepannya . Badru pranara adalah ayah dari Juli dan Marline. ia mendidik anak anaknya dengan sangat baik . meski demikian ia tetap akan lanjutkan rencana untuk menjadi seorang pembisnis nomor 1.


Duduk di sofa sembari menikmati secangkir teh membuat Marline yang baru saja keluar dari kamarnya mendekati sang papa dan duduk di sebelah nya.


'' Pahh . apa Kaka baik baik saja di sana? aku khawatir Kak Juli kabur lagi ''


Sejak kecil Juli memang tidak tertarik dengan bisnis yang di jalankan sang papa . menjadi seorang tentara militer adalah mimpi masa kecilnya . namun sang papa sama sekali tidak pernah mendukungnya sama sekali.


'' Haha.. mana mungkin dia seperti itu . papa sudah menyuruh orang untuk tetap mengawasi kegiatannya selama di sana. ''


'' Demi kebaikan kaka aku setuju , oh iya Pah papa tau kan teman sekolahku yang pernah aku ceritakan itu .''


'' Hmmm '' jawabnya sembari menikmati secangkir teh dan meletakkannya kembali


'' Dia tinggal bersama Sendy '' memasang wajah cemberut nya, dan sang papa tau itu


'' Siapa nama gadis itu?? ''


'' Lunna. aku tidak tau nama panjang nya ''


'' Tenang lah putriku. papa sudah perintahkan seseorang untuk mencari informasi tentang gadis itu. kau harus tetap dekat dengan Sendy. " tidak ada yang bisa menghalangi langkahku lagi.


'' Aku sayang papa. terima kasih Pah ''


memeluk dan melepaskannya kemudian pergi meninggalkan sang papa . mama yang baru saja datang pun menoleh kepada putrinya yang berlarian kecil dengan wajah senang nya.


'' Kenapa dengan putrimu ? ''


'' Tidak ada '' jawabnya dengan dingin


'' Dengarkan aku ! meski kau sudah mengusir putra ku ke luar negri, dia tidak akan pernah berubah ! ''


'' Kau !!! beraninya berteriak padaku hah ! '' berdiri dan mencengkram tangan sang istrinya


'' Kalo kau masih mau hidup dan melihat anakmu jangan menghentikanku '' bisiknya

__ADS_1


'' Dengarkan aku baik baik meriska !! selama ini kau juga hidup dengan baik kan ? dan jangan pernah ikut campur lagi dalam rencana ku ! '' sembari melepaskan cengkraman itu dan pergi meninggalkannya


Meriska merasakan sakit di pergelangan tangan nya itu matanya berkaca kaca . ingin rasanya ia pergi meninggalkan suaminya yang semakin menjadi itu , namun ia masih ingat akan putra putri nya . ia tidak mungkin pergi sendiri tanpa kedua anak anaknya .


Awal pernikahan, mereka hidup dengan sangat harmonis, penuh cinta dan kasih, namun semenjak Badru mengenal bisnis dengan cara salah, membuat Badru kehilangan akan cinta nya . Badru kerja keras siang malam tanpa henti, melantarkan istrinya sedang hamil besar membuat meriska merasakan perubahan suaminya itu . kelahiran seorang bayi kembar membuat Badru semakin kehilangan akal nya . meski merawat kedua putra putrinya dengan baik. tapi, meriska khawatir dengan kondisi itu, menghentikan langkah suaminya saja sepertinya sudah tidak bisa lagi ia lakukan . setiap kali mereka bertengkar tanpa kedua anak anak nya tau . bagaimana pun sepertinya Badru tidak akan pernah menceraikan istrinya meski kini ia sama sekali tidak menginginkan nya . namun karena kedua anaknya lah Badru tidak bisa menceraikan istrinya itu .


Jauh di sebrang sana Juli yang baru saja tiba di negara A sudah di sambut beberapa orang suruhan papanya, tinggal dengan peraturan yang sudah ditetapkan sang papa membuat Juli kesulitan melakukan apa pun kecuali tentang sekolah dan bisnis . itulah sebabnya Badru memaksa Juli tinggal di negara A untuk bisa memahami bisnis papanya . mengabari sang mama setiba di sana adalah salah satu cara terbaik bagi dirinya . mendengar mama baik baik saja tidak cukup bagi Juli . Juli sudah tau tentang apa yang terjadi , sekali pun ia bertanya sang mama tidak pernah berkata jujur padanya, meski kepergiannya bukanlah keinginan nya ia harus menuruti perintah itu , Juli merasa khawatir meninggalkan mama dan adiknya.


'' Benarkah? juli tidak percaya ''


'' Sayang lihatlah mama tidak apa apa ''


'' Baiklah, mama harus tetap menjaga diri . Juli akan melakukan perintah papa untuk kali ini .''


'' Sayang .. '' suara lirihnya


'' Doakan saja agar Juli bisa pulang secepatnya ''


'' Baiklah nak . jaga dirimu di sana yah . mamah dan Marline sangat menyayangi mu ''


'' Juli juga sayang mah , jaga diri baik baik yah, maaf Juli belum bisa menjaga mama dan Marline. ''


'' Tunggulah beberapa tahun lagi ,sampai aku bisa melawan ayahku sendiri '' gumamnya dalam hati


'' Apa kau mengadu dengan putramu? ''


Suara terdengar di balik pintu membuat meriska mematikan ponselnya.


'' Dimatikan? tidak kau tidak terus terang saja kalau kau akan ku bunuh . agar putra mu itu tau ! . aku akan ke kantor dan kau jangan kemana mana '' melangkah pergi


Melihat kearahnya meja riasnya mengambil foto keluarga kecil, membuat meriska merasakan kerinduan pada anak pertamanya . meski baru sehari ditinggalkan pergi, meriska seperti sudah lama sekali tidak bertemu dengan anaknya itu .


Makan malam bersama tanpa kehadiran Juli , tidak membuat Mariska lupa selalu menyajikan seporsi nasi dan meletakkannya di meja makan, Juli selalu makan di samping sang mama membuat Mariska selalu memperhatikan asupan makanan anak anaknya .


'' Mahh .. kenapa mama selalu menyajikan nasi di piring Kaka. ''

__ADS_1


'' Mamah lupa kalo Kaka mu sudah pergi. mama pikir Kaka mu masih ada disini ''


' Sayang kau rindu putramu ? '' tanya Badru sambil menikmati makanannya


'' Iyah suamiku, aku lupa putra kita sudah pergi ke luar negri. aku harus terbiasa makan tanpanya ''


'' Habiskan makanannya papa rasa sudah kenanyang '' berdiri dan berjalan pergi meninggalkan anak dan istrinya


'' Ini adalah data informasi tentang gadis yang sudah saya dapatkan tuan '' mengerahkan amplop coklat di tangannya


melihat dan membaca isi dari amplop itu membuat Badru tersenyum tipis dan meletakannya kembali ke meja kerjanya. membuat orang di depannya terheran dengan tuannya, apa informasi yang ia dapatkan tidak membuat tuannya marah , pikirnya. perintah keluar membuat orang di hadapan Badru pun memberi salam dengan menundukkan kepalanya dan pergi meninggalkannya . setelah pintu tertutup membuat Badru bersandar dan memejamkan matanya.


'' Ternyata dia masih hidup '' gumamnya "Dunia memang sedang ada di pihakku ''


Badru pun meraih salah satu ponsel pribadinya mengetik salah satu nomor dan memerintahkan kepadanya untuk mengikuti setiap kegiatan gadis itu . begitu perintahnya . kembali meletakan ponselnya merebahankan kembali posisi duduknya . sembari memikirkan rencana demi rencana yang akan ia lakukan.


'' Kaka.... huhuhu '' teriakan Marline ketika melakukan panggilan Vidio call


'' Gadis cengeng , kenapa kau ''


'' Kaka .. mama selalu menyiapkan makanan untuk Kaka seperti nya mama memang merindukan Kaka ''


'' Aku kan akan kesayangnya wleeee '' menggoda Marline


'' Aku juga kesayangan mama dan papa Kaka jangan serakah dong ''


'' Haha iya iya . sudah dulu yah Kaka ada mata pelajaran bahasa nih. jaga mama dan jaga dirimu baik baik yah ''


'' Wah Kaka sudah mulai sekolah . bahkan aku masih libur . baiklah semangat belajar ka ''


Setelah memutuskan panggilan dengan Kaka nya . Marline kembali mengingat apa yang dikatakan papa nya .


'' Putriku.. sayang kau harus bisa dekati keluarga Jonathan , bahkan kau juga harus menikah Sendy , dia laki laki yang pantas dengamu. kau cantik dan sangat pantas untuk nya . tidak ada yang bisa menghalangi mu untuk tetap bersama keluarga Jonathan ''


'' Benarkah? kenapa papa tidak menjodohkanku saja dengan dia ''

__ADS_1


'' Papa sudah merencanakan itu semua sebelum kamu bicara soal ini , jangan khawatir sayang, percaya pada papa dan kau harus turuti semua rencana papa. ''


'' Baiklah , Marline setuju ''


__ADS_2