SEATAP

SEATAP
SEKOLAH CB


__ADS_3

Di perjalanan menuju sekolah suasana dalam mobil pun hening tanpa suara bakahan ingin bernafas pun lunna harus hati hati ketika bersama pangeran menyebalkan di sampinya ini. lunna masih enggan untuk memulai percakapannya,merilik ke arah sampingnya melihat kepala bersandar memejamkan matanya seperti tidak ingin melihat dirinya. sendy pun akhirnya memutuskan untuk memulai percakapannya.


" Jangan bilang kau mengenaliku di sekolah,dan jangan sapa aku."


" Meskipun kau sekarang tinggal di rumahku aku tidak akan baik padamu.


Apa kau paham? "


" Hmm " balasnya tanpa menoleh ke arah sendy


Pak jo yang sembari tadi mengemudi pun menoleh ke arah spion.


" Tuan muda " Sendy pun menoleh ke arah Pak jo


" Nyonya menyuruh saya untuk melindungi nona lunna. "


" Heii Orang yang harus kau lindungi adalah aku"


" Baik tuan muda " sembari tersenyum


" Dan kau harus memanggilku tuan muda


apa kau paham? "


Lunna hanya menoleh ke arah sendy dan membuang muka ke arah jendela.


Sesampai nya di sekolah mereka berdua pun keluar dari mobil,berjalan ke arah gedung sekolah.


" Heii Semuanya... "


" Semuanya dengarkan aku.. "


" Dia.. " sembari menunjuk ke arah lunna yang berada di belakang nya


" Dia adalah.. pelayanku sekarang. "


Melihat semua siswa menoleh ke arah lunna dan menghiraukannya,membuat sendy tersenyum dan melangkah meninggalkan lunna. lunna bercermin di toilet melihat dirinya sendiri, beberapa siswa yang bergosip tentang dirinya membuat nya bergumam seperti mengutuk seseorang yang membuatnya kesal. lunna pun merapihkan rambut dan keluar dari toilet, tanpa sengaja dirinya menabrak tubuh seseorang membuat nya menoleh ke arah laki laki itu.

__ADS_1


" Kau tidak apa apa?" tanya seorang laki laki


" Ah iya aku baik baik saja " *menunduk dan memberi jarak pada laki laki di hadapannya


Laki laki itu pun hanya senyum dan melangkah meninggalkan lunna disana. lunna yang melihat laki laki itu senyum di hadapannya membuat lunna seperti terpana akan ketampanan nya.


Sendy yang sudah berada di kelas pun melihat ke arah sahabatnya Jeri yang sedang berbincang dengan marline. marline yang mengetahui kedatangan Sendy pun akhirnya mendekati sendy.


" Apa kau baik baik saja Sen? "


" Hmmm ya hanya sedikit ada masalah " sembari duduk di bangkunya


Jeri pun menghampiri sendy dan marline menoleh ke arah sendy yang sepertinya tidak ada semangat untuk belajar.


" Bagaimana keadaan Om devan sen?dia tidak apa apa kan? " tanya jeri saat itu


"Dia tidak apa apa dia baik baik saja. sekarang mungkin ada di rumah nya."


"Syukurlah, tadinya aku dan papa ku mau menjenguk nya,tapi kalo Om devan sudah di rumah aku akan kabari papaku untuk datang ke rumahnya saja. "


Juli yang baru saja masuk ke kelas melihat temannya sedang asik berbincang membuat juli hanya menoleh saja kemudian duduk di tempatnya. membuat Jeri bergumam ada apa dengan dia melirik ke arah juli.


" Lunna " kata jeri membuat juli melirik ke arah jeri dan gadis di depan


" Apa kau kenal? " tanya juli pada sahabatnya dan jeri mun mengangguk


" Hanya tau saja "sembari tersenyum


Selesai memperkenalkan diri lunna akhirnya di persilahkan duduk di bangku paling belakang.lunna pun duduk dan membuka buku buku nya untuk memulai pelajaran baru tentunya. jeri yang berada di depan lunna pun menoleh ke arah belakang.


" Wah ternyata kau murid baru " luna yang tau keberadaan jeri pun sontak menutup mulut tidak percaya bahwa laki laki yang ada di depannya adalah orang yang menolongnya waktu itu.


" Kau juga sekolah disini? " tanya lunna dengan nada bisiknya* merasa dunia benar benar sempit baginya.


***


Sepulang sekolah jeri terus berbincang pada lunna seolah begitu akrab nya dengan lunna. juli dan sendy pun sendari tadi hanya melihat mereka berdua beebagi cerita bersama.

__ADS_1


"Bagaimana bisa dia kenal dengan jeri " lirih dalam hati sen Dan mengabaikannya.


Melihat tatapan juli padanya membuat ia merasa malu dan bertanya pada jeri . jeri pun menceritakan bahwa juli sendy dan marline adalah sahabatnya,sekaligus penerus generasi keturunan, membuat lunna hanya menulan ludahnya tidak percaya bahwa jeri yang di depannya pun termasuk dalam daftar penerus keturunan. tapi kenapa mereka berbeda dengan jeri sikap baik dan ramah pada semua orang.


Marline yang tau lunna sekarang tinggal bersama sendy membuatnya tidak suka pada lunna. melihat gayanya saja sungguh beda dari kaya anak orang kaya tentunya. melirik ke arah sendy menghiraukan keberadaan lunna membuat marline yakin bahwa sendy tidak suka dengan gadis itu.


Ke esokan harinya Lunna yang baru masuk kelas dan memulai belajarnya pun di panggil oleh guru untuk mengikutinya ke ruang guru mengambil beberapa buku untuk tugas barunya. luna pun beranjak dari meja nya dan keluar dari kelas. melihat luna pergi membuat sendy tersenyum ingin mengerjai lunna ketika masuk kelas. lunna yang sudah mendapatkan beberapa buku di tangannya pun kembali ke kelas .


membuka pintu membuat ia di tertawakan semua murid yang ada di kelas termasuk sendy begitu puas melihat lunna masuk kelas dan ranjang sampah yang sudah di rancang nya tepat di atas kepalanya lunna. jeri yang tau itu membuat bangkit dari mejanya menghampiri lunna dan mengambil beberapa buku di hadapannya yang berserakan . lunna yang diam membisu mengambil beberapa buku di tangan jeri. melirik ke arah sendy membuat lunna menghampiri sendy dengan mata berkaca kaca dan berjalan ke arah meja belajarnya. jeri pun mengikuti lunna dan melirik ke arah sendy tanda tidak suka dengan caranya.


" Ka apa kau lihat dia. "


" Hmmm kenapa? "


" Sepertinya sendy tidak suka pada gadis itu " membuat juli melirik ke arah sendy sekilas, tau maksud adiknya


" Apa kau tidak apa apa lun?" tanya jeri saat lunna sudah duduk di meja nya, melihat lunna menundukan kepalanya ke meja membuat jeri tau kalo lunna sepertinya tidak ingin di ganggu.


Semejak bertemu lunna jeri sudah tau tentang luna namun jeri tidak tau jika ibu nya meninggal karena kecelakaan, yang jeri tau ibu luna pergi saat kebakaran rumah nya itu. tadinya jeri ingin sekali menolong luna dan meminta bantuan papa nya namun di tolak oleh lunna.


Sepulang sekolah di perjalanan menuju rumah, Sendy yang puas dengan apa yang ia lakukan pada luna di kelasnya pada saat itu. dan melirik ke arah luna yang hanya diam membisu.


" Kenapa??


" Cihh harusnya kau jawab bukan hanya diam saja"


" Apa tuan puas?? " melirik ke arah sendy,dan sendy pun hanya tersenyum tanda bawa dia memang puas


" Bahkan aku bisa lebih dari itu jika kau mau " berbisik pada luna


Pak jo yang melihat dari kaca spion pun hanya menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya.


" Pak jo besok aku ingin mobilku kembali "


"Tuan muda bisa berbicara pada nyonya besar. "


"Baiklah baiklah aku mengerti."

__ADS_1


Pak jo pun tersenyum dan terus melanjutkan perjalannan menuju rumah. sesampainya di rumah lunna berlari menuju kamarnya membuat mama riana bertanya tanya dan melihat sendy membuat mama riana bertanya pada anaknya. itu.


" Sen ada apa dengan lunna?"


__ADS_2