SEATAP

SEATAP
flashback ?


__ADS_3

Marline sudah menjadi model terkenal se Asia ia bahkan sering kali bulak balik keluar negri. Namun tujuan utamanya adalah ia masih ingin bersama Sendy bagaimana pun caranya agar ia bisa jadi kekasihnya bahkan calon istrinya. Meski demikian, Sendy tetap menganggapnya sebagai adik tidak lebih. Namun kedekatan keduanya sangatlah membuat semua orang melihat iri . Banyak orang yang gosip mengatakan bahwa Marline adalah tunangannya . Namun Sendy mengabaikan gosip itu dan tetap pokus dengan pekerjaannya saat ini .


Siang itu di sebuah taman bunga Mentari.


" Permisi Bu ada seseorang yang ingin bertemu dengan ibu, sebelumnya pemuda itu pernah kemari beberapa waktu lalu. "


" Biarkan dia menunggu di ruanganku, aku akan selesaikan pekerjaanku dulu. " Sembari menata beberapa bunga.


Karyawan itu pun meninggalkan bosnya dan kembali kepada Sendy dan menyuruhnya menunggu di ruangan yang sudah di tentukan.


Suara pintu terbuka ketika Tari membukakan pintu dan masuk ke ruangan. Yah, pemuda itu adalah Sendy, kekasih masalalu nya.


" Ada yang bisa aku bantu send? " Tanyanya sembari melangkah ke arah meja kerja miliknya.


Tari adalah kekasih masalalu Sendy, sejak saat ia meminta maaf atas kesalah pahaman waktu itu, Tari memutuskan untuk meninggalkan sekolah dan mengelola taman bunga milik keluarganya.


Kedatangan Sendy saat ini bukanlah untuk membeli bunga ,namun Sejak kembalinya Sendy seminggu yang lalu , ia memang sempat bertemu dengan Tari di bandara . Sejak saat itulah ia berbagi nomor ponsel .


Sendy sudah tahu kesalah pahaman itu, saat Radit memintanya bertemu dan membicarakan soal kepergian Tari di masa itu.


Sendy benar-benar menyesal karna sudah membenci Tari tanpa sebab apapun. Dan saat ini ia memutuskan bertemu kembali karna penasaran yang sudah lama ia sesali .

__ADS_1


" Aku hanya ingin mengajak kau makan siang . Apa kau keberatan.? Dan ada yang ingin aku bicarakan denganmu. "


" Sepertinya kali ini aku tidak sibuk. Baiklah aku terima ajakanmu. "


Mereka pun meninggalkan taman bunga menuju restoran yang tidak jauh dari taman.


Sesampainya di sana. Mereka duduk di meja yang sudah di pesan sebelumnya dan memesan beberapa makanan sehat.


" Aku benar-benar minta maaf padamu . Aku sudah salah paham dengan hubungan kita dan persahabatan ku dan radit .Radit mendatangiku dan membicarakan masalah mu saat itu . "


" Sudah tujuh tahun sen, aku sudah melupakannya. " Timbalnya


" Tari.. " lirihnya sembari memegang tangan tari . " Kenapa dulu kau tidak mau berbagi cerita padaku? "


Lunna sendang makan siang dengan Mya bosnya. Namun Mya membelakangi meja Sendy dan Tari jadi hanya Lunna lah yang mengetahui itu .


" Mereka memang seharunya kembali. Aku memang salah telah masuk dalam kehidupan mereka. " Lirihnya dalam hati.


" Lun . Apa kau sudah selesai. Kita kembali ke kantor. Sepertinya klien kita datang hari ini. " Beranjak berdiri namun di cegah oleh Lunna.


" Baik Bu, bisakan kita jalan sini saja. Sepertinya terlalu jauh harus berjalan ke pintu sana. " Lunna pun tergersa gesa menarik lengan bosnya itu menghindari Sendy dan Tari.

__ADS_1


Mereka pun meninggalkan restoran itu dan kembali ke kantor.


Lunna tahu bahwa Mya menyukai Sendy . Saat penjemputan di bandara itu. Lunna diam-diam mengikuti bosnya ke bandara. Sejak itulah ia tahu bahwa bosnya itu menyukai Sendy . Namun enggan berbagi cerita.


Kembali lagi ke Sendy dan Tari.


" Sen. Aku kenyang. Aku harus kembali ke taman bunga. Aku harap pertemuan kita kali ini bukan untuk kita bisa kembali lagi. Maafkan aku, aku hanya ingin kita menjadi teman . Aku sudah merelakan mu. "


" Baiklah. Aku harap kita masih bisa bertemu lagi. "


Tari pun meninggalkan Sendy di sana. Saat melangkah ia kembali berbalik ke arah Sendy.


" Aku senang kau tidak lagi membenciku send. Sampai jumpa . "


Tari pun meninggalkan Sendy sendirian dan kembali ke taman bunga miliknya. Beberapa menit kemudian Sendy menerima sebuah telpon dari mama Riana . Ia pun kembali ke rumah


" Send apa kau sudah bertemu dengan Lunna? " Tanya mama Riana. Sebelumnya mama Riana memang selalu memikirkan Lunna sejak kepergian Lunna. Ia sudah menganggap Lunna seperti anak kandungannya sendiri. Sudah lama juga Lunna tidak pernah berkunjung.


" Aku belum bertemu dengannya. Aku akan bicara pada jeri dan meminta bantuannya untuk bertemu dengan Lunna . "


" Send. Kau sudah dewasa. Mama tidak mau kau meminta bantuan orang lain . Selagi kau bisa bertemu dengannya dan mengajaknya bertemu dengan mama itu sudah membuat mama bangga padamu . Kau laki-laki dewasa send. Umurmu sudah duapuluh lima tahun.

__ADS_1


" Ya mah. Sendy akan berusaha. Mama istirahatlah. Jangan sampai sakit lagi. Sendy akan ke kamar dan istrirahat. Besok Sendy harus ke kantor karna ada meeting . "


" Baiklah. Selamat istrirahat sayang. "


__ADS_2