
Acara pernikahan paksa yang di selenggarakan secara mendadak itu akhirnya selesai, tepatnya di kediaman keluarga Jonathan, hanya di hadiri beberapa kerabat dari keluarga Mariana dan Mikael. Lunna dan Sendy pun masih tidak menyangka akan menikah di umur yang sangat dini inj pernikahan paksa yang sama sekali tidak pernah ia pikirkan pun terjadi . Devan yang ikut hadir dalam acara itu pun masih teringat jelas kejadian beberapa bulan lalu yang mengakibatkan ibunya Lunna meninggal dunia, masih menjadi beban pikirannya saat ini . meski kini Lunna sudah menjadi bagian keluarganya , namun tetap saja perasaan Devan ketika melihat lunna selalu menjadi bumerang dalam hidup nya . Keluar dari kediaman Jonathan membuat dirinya hidup di sebuah apartemen miliknya, meski Mariana sudah berapa kali memaksanya untuk kembali tinggal di kediaman Jonathan, Devan tetap tidak mau kembali , apa lagi sekarang Lunna tinggal di sana. entah bagaimana perasaan Lunna ketika tau dirinya lah penyebab utama kematian ibu nya . tidak tahu lagi bagaimana caranya membalas semua perbuatan yang sudah ia lakukan , menyuruh Lunna untuk tinggal bersama keluarga nya lah satu satu nya cara agar dirinya bisa menebus semua yang telah ia perbuat .
Epilog
Diam, hening, diam itulah yang sekarang mereka berdua rasakan. duduk bersebelahan tanpa ada yang berbicara, hanya helaan nafas lah yang terdengar. setelah acara pernikahan paksa itu selesai, keluarga sebagian sudah memutuskan pulang . di sebuah kamar Lunna dan Sendy berada mereka masih belum terbiasa, bahkan setelah ini apa yang akan mereka lakukan pikir nya . Lunna memutuskan untuk berdiri namun Sendy juga ikut berdiri membuat mereka berdua salah tingkah.
'' Aku mau keluar '' ''saya mau ke luar '' bicara nya bersamaan
'' Ya sudah kau saja ''
'' Tidak tuan saja ''
'' Istirahat lah , meski sekarang kita sudah menikah, aku tidak akan tidur bersamamu , aku akan tidur di kamarku ''
Melangkah pergi tanpa jawaban dari Lunna. Lunna yang melihat Sendy sudah pergi dari kamar nya, ia kembali duduk di atas ranjang helaan nafas yang ia rasakan sungguh berat. melihat banyak sekali kado yang di berikan kepadanya pun enggan untuk membukanya.
'' Baiklah ini adalah awal kehidupanku saat ini. ibu ayah aku tidak akan mengecewakanmu untuk kali ini . ''
pagi harinya suasana kediaman Jonathan .
'' Kenapa telat begini sih sial . '' melihat jam di alarm nya mati
Lunna pun bangun dan bergegas sambil berlari kecil ke arah kamar mandi, mandi dengan alakadarnya membuat Lunna tergesa gesa sembari melihat jam terus berputar. mempersiapkan diri dan memakai seragamnya. hari ini adalah hari pertama kalinya ia masuk sekolah kembali, setelah 1 Minggu libur panjang ia memang sering kali begadang dan bangun disiang hari , kenapa tidak ada yang membangunkaku sih lirihnya. menuruni anak tangga menuju ruang makan. baru saja ia duduk , Sendy sudah berdiri dan melangkah meninggalkan Lunna. bisikan Sendy padanya membuat dirinya yang baru saja memulai sarapannya terbangun dan ikut melangkah mengejar laki laki itu .
'' Lunna sayang kenapa buru buru, kamu belum menghabiskan sarapan mu nak " teriakan Mariana
***
'' Hai sen apa kabar ? ''
'' Baik saja . oh iya apa Juli sudah pergi ? ''
'' Yah ka Juli sudah pergi . aku merasa takut tidak ada yang menjagaku selain Kaka ku sendiri '' sembari duduk di sampingnya
'' Hei Marline apa kau lupa aku dan Sendy akan menjagamu seperti kakamu itu '' timbal Jeri dari belakang
'' Cih kau menjaga ku? hei kau bahkan masih belum dewasa seperti kak Juli dan kau mau menjagaku? yang benar saja ''
'' Tapikan aku bisa melakukannya ''
__ADS_1
'' Hei sudahlah .. Marline kau sudah seperti adikku sendiri , aku pasti akan menjagamu seperti Kaka mu ''
'' Benarkah send? aku percaya padamu ''
'' Tentu saja itu tugasku pada Juli ''
Epilog
'' Send ku harap kau bisa menjaga adikku . aku akan berhutang budi pada mu ''
'' Ayolah Jul jangan lupa kau sudah ku anggap sodara ku dan Marline juga adikku kan ''
'' Yah tapi ku harap kau bisa menjaga adikku. aku percaya padamu ''
'' berapa lama kau di sana?''
'' 5 Tahun . tapi ku harap aku bisa segera pulang tanpa harus menunggu 5 tahun ''
'' Baiklah , aku akan berkunjung ketika hari libur sekolah, jaga dirimu baik-baik sob . ''
Lunna yang berada di bangku belakang hanya menyaksikan mereka bercengkram begitu akrabnya . dalam hati ia berkata
Mengeluarkan ponselnya adalah caranya untuk mengusir kesendiriannya , yah selama di sekolah ia memang tidak dekat dengan siapa siapa, hanya Jeri yang berani bicara dan akrab padanya. Jeri yang berbalik melihat Lunna pun tersenyum ketika gantungan hp yang ia berikan kepada nya ternyata Lunna gunakan .
'' Waah indah sekali ''
'' Benarkah?! ''
'' Yah kau dapat dari mana?? '' menggodanya pura pura tidak tahu
'' Aku menemukannya dalam tas ku sejak pulang liburan waktu itu . ''
'' Tentu saja aku yang memberikan hadiah itu . bahkan aku tau ulang tahun mu '' Jeri menutup mulut nya
'' Apa ?? kau tau ulang tahunku?? ''
'' Hah apa?? tidak !! aku tidak tau! bagaimana mungkin aku bisa membeli hadiah itu , ''
'' Benar juga sih , kau orang kaya mana mungkin memberi ku hadiah barang murahan seperti ini. ''
__ADS_1
'' Haha bener sekali , barang murahan.. '' yang benar saja murah? itu harga nya sama dengan membeli hp mu 10 kali lipat tahu
'' Tapi aku masih penasaran siapa yang memberiku ini '' Menatap ke arah Sendy , tidak tidak mungkin dia, dia mana mungkin baik padaku bahkan seharian bersamaku saat itu
Bel sekolah pun berbunyi, mereka semua belajar dengan cukup baik, tidak ada yang tahu tentang pernikahannya bersama Sendy, bahkan Jeri saja tidak tahu soal ini , yang ia tahu hanya pesta pernikahan kedua orang tua Sendy yang memang selalu di adakan setiap tahun nya.
'' Melelahkan sekali, baru saja masuk sekolah sudah mendapatkan pelajaran tambahan ''
Lunna membaringkan tubuhnya di atas ranjang setelah pulang sekolah , memang tidak banyak bicara hari ini dengan sendy, seperti biasa tidak peduli akan kehadiran Lunna . Setelah menikah dan sebelum menikah sama saja, tidak ada yang berubah dari sikapnya gumannya . masuk ke dalam kamar mandi menjadi tempat ternyaman bagi Lunna, ia bisa berlama lama di sana membersihkan tubuhnya , berbicara sendiri itulah kebiasaan nya. tubuhnya terasa nyaman ketika berendam dalam bathtub apalagi dengan aroma yang sangat khas . setelah merasa cukup dirinya pun kembali membersihkan tubuhnya,
'' kau sedang apa ? ''
Untuk pertama kalinya Sendy bertanya saat melihat Lunna begitu sibuk mengerjakan PR di kamarnya .
'' Hah . tuan belum tidur? ''
'' Haruskah aku bertanya lagi?! ''
'' Saya sedang mengerjakan PR tuan , apa tuan sudah mengerjakannya? . ''
'' aku tidak punya PR '' jawabnya dengan santai berjalan masuk ke kamar lunna
Melihat beberapa soal yang diberikan guru pada Lunna membuat Sendy tersenyum licik. dalam pikiran Lunna. kenapa dengan nya?
'' Apa kau memang bodoh? tidak bisa mengerjakan soal segampang ini ? ''
Apa? dia bilang apa? aku bodoh?
'' Memangnya tuan bisa mengerjakan soal ini?? ''
merebut buku yang sedang di pegang Lunna membuat Lunna bingung dengan apa yang akan Sendy lakukan, memberikan buku yang sudah ia kerjakan pada Lunna membuat Lunna melihat isi jawaban pertanyaan itu, membuat Lunna kembali terheran, seorang Sendy yang sama sekali tidak pernah ia tahu belajar bisa mengerjakan soal soal yang memang menurut Lunna begitu sulit nya.
'' Wah tuan kau pintar juga ternyata ''
balasnya dengan senyum kemenangan .
'' Bawakan aku air dingin dan jangan lupa cemilan nya, jangan lama, ku tunggu di kamarku ''
Cihh jadi dia memang sengaja menyuruhku kan, karena malas ke dapur . menyebalkan sembari ikut melangkah keluar.
__ADS_1
Sendy pun kembali ke kamarnya sembari tersenyum seperti puas dengan apa yang ia lakukan . ia teringat tentang rencana setelah menikah nya. sudah hampir satu Minggu ia menikah dengan gadis itu membuat Sendy bergegas mengambil ponselnya . menghubungi pengacara keluarga adalah salah satu cara terbaik untuk nya . itu pun tentu saja tidak dengan sepengetahuan kedua orang tuanya.