
Hari libur kantor. hari ini Lunna dan Juli sedang berada di sebuah mall terbesar di kota ini. sebelumnya Juli sudah menghubunginya seminggu yang lalu.
Juli dan Lunna makin terasa dekat. saat ini Lunna sedang di ambang jatuh cinta. tanpa sadari disana ada Tari yang tidak sengaja berjumpa dengannya.
" Juli. kau masih ingat aku? " tanyanya sembari menepuk pundak Juli.
" Yah. kau Tari kan? wah sedang apa kau kemari? "
" Aku hanya mampir saja disini. dan saat ku akan pergi aku melihat kau bersama Lunna Disni . kupikir bukan kalian. "
" Hallo Tari . " Sapa Lunna.
" Kalian sedang berkencan? wah aku jadi iri. " timbal Tari.
" Kami hanya bermain saja. kau mau ikut kamu nonton. Aku akan membeli tiket dulu. "
" Benarkah? apa aku boleh ikut . ? " tanyanya sembari melirik ke arah Lunna.
" Tentu saja. kita malah senang jika ada teman lagi. tadinya aku mengundang jeri namun ia ada urusan mendadak. "
Mereka pun berjakan beriringan. tanpa sadar. Tari sudah menghubungi Sendy untuk datang ke mall tersebut.
[ Send apa kau ada waktu luang. aku sedang berada di mall xxc kau bisa kemari tidak? aku perlu bantuanmu ] pesan singkat terkirim setengah jam yang lalu.
" Oh iya Juli. apakah kau tidak keberatan jika aku meminta satu tiket masuk lagi. " Pintanya dan julipun memberikannya dua tiket masuk.
" Kalian duluan saja. aku ada urusan. lagian film nya setengah jam lagi. aku akan membeli makanan dan minuman untuk di dalam. " sembari melangkah pergi.
__ADS_1
Juli dan Lunna pun akhirnya masuk terlebih dahulu dan beberapa saat kemudian Sendy datang dengan pakaian yang biasa saja. dia seperti di rumah nya sendiri. hanya memakai kaos oblong dan celana pendek selutut. dan lagi dia hanya memakai sandal jepit saja.
" Kenapa kau tidak bilang dari awal kalo kau mengajakku nonton. mungkin aku akan mengganti pakaianku dulu. "
" Ah tidak masalah. ayo kita masuk. film nya 5 menit lagi. " tuntun Tari dan mengajak Sendy masuk ke dalam .
Tanpa sadari Juli dan Lunna sedang asik berbincang dan melihat Tari menuntun lengan Sendy dan duduk di samping Lunna.
" Ada kalian juga " kata send ketika melihat Juli dan Lunna sudah lebih dulu berada di sana. "
" Hai send. ku pikir Tari mengajak siapa. ternyata kau. "
" Sudah-sudah filmnya akan di mulai. kalian diam . nanti ku ceritakan. "
Mereka pun pokus melihat film yang sedang berlangsung. berbeda dengan Lunna. ia seperti sedang berselingkuh di depan suaminya tanpa sepengatahuan suaminya.
" Kenapa Tari mengajak nya kemari sih. apa dia mencoba membuatku cemburu? " lirihnya dalam hati.
" Aku ke toilet dulu. kalian duluan saja. " Lunna pun akhirnya meninggalkan mereka bertiga.
Setelah cukup memesan yang di butuhkan Sendy Tiba-tiba ingin ke toilet dan meninggalkan Tari dan Juli.
Berpapasan dengan Lunna saat di toilet Sendy menarik Lunna dan berkata.
" Apa kau tidak merindukanku? " bisiknya lalu meninggalan Lunna masuk ke dalam toilet.
" Apaan sih dia. kenapa bulu kudukku merinding. " gumamnya dan kembali ke Juli dan Tari.
__ADS_1
Mereka berempat pun sudah pulang masing-masing. Mama riana yang baru saja keluar kamar melihat anaknya baru saja pulang pun bertanya.
" Sendy kau dari mana? baru pulang? tidak biasanya kau keluar hanya memakai pakaian santai. "
" Aku habis nonton bersama Juli. " jawabnya
" Berdua saja? mana mungkin. apa Marline mendekati mu lagi? "
" Bersama Lunna. "
" Kenapa kau tidak membawanya kemari? mama ingin bertemu dengannya. mama merindukannya. "
" Nanti saja. send mau istirahat. besok ada jadwal ke kantor. "
Sendy pun meninggalkan mamanya. Keesokan harinya Sendy sudah berada di kantor Mya. Sendy kesana bukan karna ingin bertemu dengan Mya , melainkan Lunna.
Sudah lama sejak kepergian nya ia memang tidak pernah tahu keberadaan Lunna. Dan saat berpapasan untuk pertama kalinya itu, ia melihat Lunna jauh berbeda dari biasanya. ia sangat anggun dan cantik.
Jam istirahat pun tiba. Lunna sedang menyantap makan siangnya seorang diri. tiba-tiba Sendy datang menghampirinya dan duduk di hadapannya . semua karyawan pun melihat ke arah Lunna dan Sendy.
" Apa yang membuat mu kemari? " Tanya Lunna tanpa menoleh ke arah Sendy.
" Jika bicara , kau harus melihat ke arah lawan bicaramu. Aku kemari untuk bertemu dengan mu "
" Aku tidak ada waktu untukmu. pergilah. " Lunna pun bangkit dari duduknya dan meninggalkan Sendy.
" Sikapnya masih sama seperti dulu. Apa dia sudah membaca surat dari ku sebelum aku pergi? Tapi kenapa dia dingin sekali. "
__ADS_1
MAAF YAH HANYA SEDIKIT SAJA AKU UP NYA. KARNA AKU SANGALAH SIBUK DALAM HAL DUNIA NYATA . 😖
TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR . SEMOGA KALIAN SEMUA SEHAT-SEHAT YAH.