
Brukk.
Tubuh Revaldo terhuyung beberapa langkah ke belakang akibat sentakan kuat kedua tangan Hana. Indra penglihatan wanita itu sangat berapi-api, pertanda menyimpan amarah yang sangat besar terhadap Revaldo.
"Saya bukan wanita murahan yang sering Anda tiduri, berani-beraninya Anda melecehkan saya!" Bentak nya dengan suara lantang, amarah nya tak terkendali lagi setelah merasakan leher nya tersengat bibir yang seperti rasanya seperti sengatan lebah buas mematikan.
Meskipun Hana ikut terangsang, tapi bukan berarti dia mau di sentuh oleh nya. Hana bukan wanita murahan, dia memiliki prinsip hidup dan tidak urakan seperti Revaldo.
Melihat kemarahan Hana, Revaldo sangat menyesali perilaku nya. Dia benar-benar tak terkendali saat melihat leher jenjang nan mulus itu, hasrat nya terlalu tinggi untuk di tahan. Dia tak sekuat itu menahan naf-fsu nya yang selalu melambung tinggi. Ya, Revaldo memang pria hyper sek-ks. Akibat terlalu sering melakukan aktivitas intim mengubah nya menjadi pria hyper. Kebiasaan-kebiasaan buruk yang dilakukan nya seakan tak bisa diubah lagi, dia terlalu candu dengan sek-ks, itu lah mengapa Revaldo tak bisa menahan diri.
Terkadang dia berusaha untuk mengalihkan suasana kehidupan nya agar keinginan itu teralihkan, namun bagai nikotin yang menggerogoti para pecandu nya, keinginan sek-ks itu sering kali muncul disaat-saat yang tidak tepat. Bahkan terkadang timbul disaat dia melakukan kegiatan seperti orang pada umumnya, seperti nongkrong di tempat terbuka atau bekerja misalnya. Bahkan tidak ada pemicu yang membuat gairah nya bangkit saja sudah bangun sendiri, lebih-lebih ada objek yang membuat nya memiliki alasan untuk berhasrat?. Itu lah mengapa Revaldo tak bisa jauh-jauh dari kegiatan sek-ks.
"Maaf, tiba-tiba a-aku tidak terkendali." Menyesal, satu kata yang mampu mendefinisikan perasaan Revaldo saat ini. Meskipun dia berkeinginan mengincar Hana, tapi tidak sekarang. Dia masih bisa berpikir jernih, di sini bukan lah negara bebas seperti saat berada di luar negeri yang bisa mengencani para wanita bersuami, karena di sana memang sek-ks bukan lah hal yang keramat dan tabu. Tapi di negara ini, dia harus bisa menyesuaikan. Mayoritas masyarakat hanya akan melakukan kegiatan intim dengan pasangan sah nya saja. Dan Revaldo harus bisa menyesuaikan. Menyesuaikan dalam artian tidak akan mengencani para wanita yang masih memiliki status hubungan dengan pria lain. Untuk berhenti dari kegiatan sek-ks sendiri itu sangat mustahil, tetapi dia akan mencari aman seperti berhubungan dengan wanita sewaan atau wanita yang sedang menjadi gebetan nya saja.
Tatapan Revaldo kembali ke arah mata Hana, melihat pancaran mata Hana yang terlihat sangat kecewa serta benci itu benar-benar membuat Revaldo semakin merasa bersalah. Entah apa yang harus dia lakukan supaya wanita itu kembali tenang.
__ADS_1
"Saya tahu Anda pria bebas yang bisa melakukan hubungan dengan wanita siapa saja yang Anda inginkan. Anda memiliki kuasa penuh terhadap dunia, bahkan bisa dikatakan dunia bisa dikendalikan oleh orang-orang seperti Anda." Benar kata Hana, harta merupakan kekuasaan eksekutif yang siapapun bisa tunduk terhadap uang. Sayang nya tidak semua orang pemuja uang, termasuk Hana. Dia bukanlah wanita pemuja uang, tapi dia senang mencari dan mengumpulkan uang karena kelangsungan hidup.
"Tapi jangan pilih saya untuk menjadi objek nya, saya wanita baik-baik. Meskipun sebentar lagi status saya akan menjadi janda, rapi bukan berarti saya mau melakukan nya dengan pria yang tidak saya cintai!" Takut semakin tidak bisa mengendalikan amarah nya, Hana buru-buru masuk ke dalam apartemen dengan perasaan dongkol, menyisakan Revaldo yang masih tertegun di tempat nya.
Pria itu jelas tertegun, selama ini belum pernah bertemu dengan wanita yang begitu menjaga kehormatan nya, dan ini benar-benar pengalaman pertama nya bertemu dengan wanita baik-baik yang bahkan sampai memaki nya dengan sangat kejam.
Revaldo tak akan melupakan, ya, dia tak akan melupakan kejadian ini. Dia bertekad akan terus mengingat kejadian ini agar kedepannya semakin berhati-hati. Bukan hanya kejadian nya yang diingat, tetapi wanita yang memaki nya juga tidak akan Revaldo lupakan. Suatu saat pasti Revaldo bisa menaklukkan wanita itu.
Pria itu kembali bersikap biasa, mengingat sikap Hana tadi membuat nya tersenyum. Senyum ayng mengandung penuh arti, entah apa yang ada dalam pikiran nya. Tapi seperti nya otak kancil nya sedang menyusun banyak siasat yang mengandung banyak kelicikan.
.
.
Dentuman musik itu begitu menggema hingga memekakkan telinga bagi siapapun yang mendengar, namun itu tidak berlaku bagi para pengunjung. Mereka justru sangat menikmati, sebagian orang menikmati musik DJ itu sembari meliuk-liukkan tubuh nya kesana-kemari. Di dukung dengan minuman beralkohol dan disuguhkan dengan pemandangan para wanita cantik yang berpakaian menggoda, semakin menambah betah para pria penggila kenikmatan dunia.
__ADS_1
Tidak beda dengan Revaldo yang sedari tadi ikut meliukkan tubuhnya sembari memegangi tubuh wanita yang ada di depan nya, ini adalah surga bagi nya. Seakan lupa dengan kejadian beberapa menit lalu saat dengan sembrono mencium leher wanita terhormat yang sudah beberapa hari ini menjadi pusat perhatian nya.
"Apa kau ingin berkencan dengan ku?" Tawar wanita yang sedari tadi tubuh nya sudah menjadi fokus Revaldo. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Revaldo langsung menyerang bagian kenyal tubuh wanita itu. Dua benda kenyal itu merupakan bagian tubuh wanita yang menjadi favorit Revaldo. Hanya dengan menurunkan tali gaun nya, dia benda kenyal itu langsung terpampang nyata. Revaldo segera menyergap nya menggunakan lidah dan mulut nya penuh gairah dihadapan orang-orang.
Bukannya melarang, para manusia di sana justru bersorak melihat aksi Revaldo. Sebagian wanita justru mendokumentasikan kegiatan itu, mereka sangat menginginkan berada di posisi wanita itu yang pasti nya sangat nikmat hingga mulut nya tak berhenti mendesahkan kenikmatan.
Tak ingin membuang banyak waktu, Revaldo segera menggiring wanita itu menuju kamar.
Dengan tidak sabaran keduanya menelanjangi tubuh masing-masing. Mereka kembali melakukan pemanasan mulai dari beradu bibir hingga menuju penyatuan.
Namun, tidak disangka, saat Revaldo hampir menusukkan senjata nya tiba-tiba melihat bayangan Hana. Wanita itu seakan menjadi hantu menyeramkan bagi nya, hingga gairah yang sudah membumbung tinggi itu seakan lenyap tak bersisa kala mengingat kemarahan Hana setelah aksi cabulnya tadi. ..
"Aarrghh!" Revaldo mengacak-acak rambut nya frustasi.
Wanita yang sudah siap mendapatkan kenikmatan itu sedikit bangkit melihat dua senjata yang belum menyatu dengan dahi berkerut. "Ada apa?"
__ADS_1
"Maaf, aku tidak bisa." Revaldo segera bangkit dari posisi nya dan mengambil kembali pakaian yang sudah dia lempar tanpa perasaan.