
Baru saja membuka ponsel, Hana langsung dikejutkan dengan ratusan chat serta puluhan panggilan tak terjawab dari mantan mertua tercintanya.
Wanita itu jelas terkejut, pasalnya Lidya tak pernah menghubungi dia sebelumnya.
Saat ingin mencoba menelepon balik nomor tersebut, arah mata Hana lebih dulu membaca pesan dari mertuanya yang mengatakan untuk segera menemui Lidya di rumah mereka.
Hana mulai berpikir, mungkin saja Lidya belum mengetahui hubungan nya dengan Farhan. Ini kesempatan bagi Hana untuk mengatakan semuanya.
"Hari ini aku tidak berangkat ke kantor dan sudah izin cuti dulu, dan kita libur dulu untuk hari ini."
Seketika bola mata Revaldo melebar sempurna. Pria itu ingin sekali loncat loncat dan guling guling di tanah mendengar kata libur. Bagaimana tidak senang bila pembelajaran yang begitu membosankan itu diliburkan bahkan sebelum dirinya meminta. Sedangkan besok dan lusa hari libur kerja, itu artinya Revaldo memiliki waktu 3 hari untuk bersantai. Sepertinya Revaldo akan menggunakan kesempatan ini untuk liburan.
"Kenapa harus cuti? padahal aku masih ingin menikmati waktu kita berdua." Tentu perkataan Revaldo hanya bualan semata, dan Hana bukan lah wanita yang mudah dibodoh-bodohi.
"Ck, tidak perlu berpura-pura. Saya sangat tahu isi otak mu saat ini." Ketus Hana to the poin. Wanita itu segera mengambil tas setelah mengenakan pakaian rapi.
Akibat permainan Revaldo yang memabukkan, mereka sampai lupa waktu. Bahkan saat ini Hana masih berada di kamar yang sama dengan Revaldo.
"Hehehe.. kamu memang sangat pandai, sayang. Maksudku bukan hanya pandai di ranjang, kamu pandai-"
"Stop, saya sedang tidak ingin mendengar perkataan unfaedah mu." Hana segera menghentikan ucapan Revaldo. Wanita itu sangat tahu otak ngeres Revaldo yang memang sudah konsleting, bila sudah menyerempet ke arah ranjang, tentu akhiran nya tidak akan baik.
"Haissh, padahal aku hanya ingin berkata kau sangat pandai dalam pekerjaan, tapi pikiran mu sudah lebih dulu negatif thinking."
Hana tak lagi menanggapi gerutuan Revaldo yang terkesan dibuat-buat. Wanita itu lebih memilih keluar kamar sampai tidak mendengar ocehan Revaldo selanjutnya.
__ADS_1
Pria itu merasa kesal karena tidak ada pakaian ganti untuknya. Setahunya, tadi saat Hana memesan pakaian sekaligus untuk nya. Rupa nya Revaldo salah, wanita itu hanya membeli pakaian untuk dirinya sendiri.
Haish ... Revaldo kesal sendiri jadinya. Wanita itu memang sangat egois, padahal Revaldo adalah atasan nya tapi Hana tak memiliki rasa takut sama sekali.
Pria itu mengotak atik ponsel dengan tubuh atletis nya hanya terbalut handuk putih ketat.
Dia mondar mandir menunggu seorang petugas delivery membawakan baju.
Sembari menunggu, sepertinya akan sangat membosankan bila tak melakukan apapun. Oleh sebab itu, dia berniat untuk melihat video tentang tutorial-tutorial pekerjaan yang dikirimkan Hana.
Dibuka lah aplikasi video, beberapa video dia scroll ke bawah untuk memilih yang durasi nya tidak terlalu lama. Saat hampir mengklik video tersebut, mata nya diberi godaan yang sangat menggiurkan. Dimana dirinya melihat beberapa video syurr yang biasa Revaldo konsumsi saat gairahnya memuncak namun belum memiliki waktu untuk melampiaskan pada wanita.
Akhirnya niat baik yang seindah bintang itu tergeser oleh minat nya untuk menonton video adegan dewasa.
Revaldo mulai memutar video yang berdurasi tiga puluh menit itu penuh minat. Hal pertama yang di perhatikan Revaldo adalah dia manusia yang menjadi tokoh dalam film tersebut.
"Siall!" Gumam Revaldo pada dirinya sendiri saat menyadari tubuhnya sudah panas, bagian bawah sana sudah terbangun sempurna, bahkan handuk yang dibelikan di pinggang itu terasa semakin sempit.
Dari pada dirinya tersiksa, Revaldo memilih membiarkan milik nya bebas tanpa beban. Ya, Revaldo melepaskan belitan handuk tersebut dan membiarkan senjata nya yang sudah tegak berdiri tak terhalang apapun lagi.
Saat matanya masih tertuju pada layar ponsel, pintu kamar diketuk beberapa kali. Meski dengan mendengus, Revaldo tetap berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa manusia yang berani mengganggu kesenangan nya.
"Selamat pa- aaaaaaa....!" Wanita yang baru ingin menyapa Revaldo mendadak menjerit kala menyadari Revaldo tak memakai apapun. Bahkan belalai nya masih bebas melambai-lambai kesana kemari.
Jelas, wanita yang mengantarkan baju untuk Revaldo terbirit-birit lari.
__ADS_1
Revaldo yang awalnya tak menyadari apapun sekarang tahu penyebab wanita itu menjerit dan berlari. Namun, bukanya merasa malu atau bersalah, pria itu justru tersenyum mengejek. "dasar wanita, padahal biasanya sangat menyukai ini tapi pura-pura menjerit. Ck, apa aku tidak tahu isi otak para wanita seperti kalian?" Tentu Revaldo begitu menatap rendah pada wanita yang berpakaian tidak layak, seperti wanita kurir tdi yang hanya memakai top crop ketat hingga dua bagia dada nya mencuat, bahkan celana ketat yang dipakai nya sama sekali tak menutup seluruh pan tat nya karena terlalu ke bawah sampai seperti melorot.
.
.
"Hana, dari mana saja kamu?"
Barus aja menginjakan kaki ke rumah yang sudah di huni Hana selama beberapa tahun, dirinya langsung dikejutkan dengan sentakan suara melengking dari dalam ruangan.
Hana hanya menghela nafas nya seraya tetap melangkah. Dia tak ingin terpancing emosi lebih dulu sebelum menjelaskan semuanya.
Hana hanya ingin memperjelas bahwa hubungan nya dengan Farhan hanya sebatas mantan suami istri.
Masih melekat diingatan beberapa bulan lalu setelah terkuaknya hubungan Cika dan Farhan. Setelah Hana mampu menenangkan pikiran, dia mencoba untuk kembali pulang mengambil barang-barang. Dan ternyata Farhan memang sudah tak lagi memiliki cinta untuk nya, terbukti saat itu Farhan sedang bercinta dengan Cika di ruang keluarga. Meski ada Hana di sana mereka tetap melanjutkan nya, bahkan Farhan terus memuja kelihaian Cika serta mengungkapkan rasa suka nya. Meski Hana merasakan sakit hati yang teramat, tapi dia berusaha mengabaikan.
"Hana, apa yang kamu lakukan diluar sana? Kenapa tidak pulang? Bahkan suami mu sedang koma kamu sama sekali tidak menemui nya? Apa begini sikap mu selama ini pada Farhan?"
Masih sama, Hana hanya menghela nafas saat diberi rentetan pertanyaan yang membuat dada nya sesak.
"Ma, dengarkan penjelasan ku dulu."
"Apa yang ingin kemu jelaskan lagi? Mama tidak menerima pembe-"
"Aku dan mas Farhan sudah bercerai!"
__ADS_1
Deg.