
Setelah berbagai macam peraturan yang diberikan Hana dan dengan berat hati Revaldo menerima tanpa membantah sedikit pun demi tunjangan kemakmuran hidup alias cuan, akhirnya mereka melakukan pembelajaran di hari pertama.
Pria itu diberi setumpuk kertas yang berisi dokumen-dokumen laporan tentang perkembangan perusahaannya selama beberapa tahun terakhir. Dari situlah Hana memberi informasi tentang apa saja yang menyebabkan perusahaan maju dan apa saja yang menjadi penyebab perusahaan berkembang.
Meskipun bosan dan merasa sangat jenuh, Revaldo tak bisa berkutik sedikitpun. Perintah Hana adalah hak eksekutif yang tak bisa dilanggar jika masih ingin menikmati fasilitas hidupnya.
"Bolehkah aku istirahat sejenak? Rasanya badanku seperti tidak berbentuk lagi." Seluruh badannya pegal-pegal hingga tulang-tulangnya berbunyi saat diregangkan. Pria itu juga terus saja menguap, sepertinya memang sedikit keterlaluan Hana memberi tugas.
"Ya sudah, saya beri waktu istirahat selama 30 menit. Tapi setelah ini Anda harus menghafal beberapa buku ini."
Bukk.
Hana kembali meletakkan beberapa tumpukan buku ke atas meja, Revaldo benar-benar terkejut bukan main. Dia kira penderitaannya untuk hari ini telah berakhir, nyatanya Hana belum puas untuk menyiksanya.
"Kenapa ditambah lagi?" Suaranya terdengar frustasi, selama ini Revaldo tidak terbiasa menggunakan otaknya untuk berpikir, maklum jika dia merasa begitu keberatan mendapatkan tugas sebanyak ini.
"Agar tugas saya cepat selesai. Setelah anda memahami seluruh materi tentang bisnis, baru Anda bisa mempraktekkannya dengan baik. Maka saya bisa tenang untuk melepaskan Anda, karena artinya tugas saya selesai dengan baik." sahut Hana datar. Wanita itu sepertinya sedang puasa tersenyum sejak pagi. Bahkan hanya untuk menarik sudut bibirnya saja tidak dilakukan, entah seberapa banyak masalah yang sedang dia hadapi, atau mungkin Revaldo sendiri penyebab Hana tak bisa tersenyum.
"Tapi kenapa aku merasa kau sengaja ingin menyiksa ku?" Gerutu Revaldo. Pria itu memang merasa Hana sengaja memberi tugas sebanyak ini agar dia tersiksa.
Hana tersenyum sinis. "Rupanya Anda tahu, baiklah, karena Anda sudah tahu maka saya akan bicara jujur. Saya memang sengaja memberi Anda banyak materi agar Anda tidak bisa menikmati waktu hanya untuk bersenang-senang dan bermain dengan banyak wanita." Kesal sendiri rasanya mengetahui Revaldo setiap harinya sering bergonta-ganti wanita. Bahkan pacar nya yang beberapa hari lalu dibawa ke Apartemen sudah putus, dan beberapa hari ini pria itu sudah membawa wanita lain yang seperti nya adalah jallang sewaan nya.
__ADS_1
Sebagai tetangga yang memiliki perilaku baik tentu sangat terganggu dengan kegiatan tetangga nya yang selalu keluar masuk bersama wanita tidak jelas, untuk itu Hana memanfaatkan kesempatan tugasnya untuk merubah kebiasaan Revaldo.
"Ck, sudah kuduga. Ternyata kau cemburu. Dan cemburu itu tanda cinta, artinya sebenernya kau itu mencintai ku." Revaldo ganti tersenyum menyeringai. Pria itu menyimpulkan perilaku Hana yang terkesan posesif itu sebagai bentuk rasa cemburu.
"Jangan terlalu percaya diri, Tuan. Jika pikiran Anda hanya fokus pada selang kangan, bagaimana cara saya untuk membuat Anda faham tentang pekerjaan?" Hana mengingatkan. Wanita itu sangat tidak suka dikatai cemburu. Jelas-jelas dia masih berstatus sebagai istri orang meskipun beberapa hari lagi sudah berubah, tapi tetap saja tidak mungkin Hana mencintai pria lain sebelum resmi bercerai.
"Tapi perilaku mu membuktikan kalau kau cemburu."
Brukk.
Tiba-tiba Revaldo menarik tangan Hana hingga tubuh nya terjatuh ke pangkuan dengan seringai tipis membingkai bibir. Jelas saja Hana terkejut hingga matanya melotot tajam. Wanita itu sangat tidak siap akan duduk dipangkuan pria itu.
"Lepaskan!" Hana berusaha berdiri tapi pinggangnya ditahan kuat.
Wanita itu lebih memilih menahan nafas dan memejamkan mata dengan tangan nya yang sudah mencengkram kuat jas Revaldo.
Pandangan Revaldo tak lepas dari bibir Hana yang terlihat sangat sensual dan menurut nya harus dicicipi.
"Buka matamu, bukan kah ini yang kau mau?" Tiba-tiba saja pria itu menyerang bibir Hana hingga membuat wanita itu tersentak dan membuka matanya kembali.
Tubuh nya terus berusaha berontak agar bisa terlepas, namun sayangnya tenaganya itu tidak sebanding dengan tenaga Revaldo yang masih menahan tubuh nya.
__ADS_1
Revaldo bahkan semakin bernafsu, pria itu semakin merapatkan tubuh nya. Tangan nya yang menganggur itu menyentuh bebas bagian tubuh Hana hingga wanita itu semakin meremang. Hampir saja Hana terbuai dan ingin membalas ciuman memabukkan itu, tapi kesadaran nya tiba-tiba kembali.
Dan saat satu tangan Revaldo menyentuh aset nya yang masih tertutup kain, mulut Hana terbuka dan mengeluarkan suara lenguhan namun tertahan oleh ciuman. Hal itu tidak disia-siakan oleh Revaldo, pria itu langsung menelusup kan lidah nya kesana. Lidah itu membelit dan mengorek seluruh rongga mulut Hana tanpa terkecuali hingga tanpa sadar Hana ikut membalas nya.
Wanita itu tak lagi kaku, tubuh nya sudah mulai relaks, bahkan tangan nya dia kalungnya di leher Revaldo.
Revaldo merasa menang dan bangga seakan-akan terbang diatas awan.
Tidak lupa tangan nya menyentuh aset yang selalu dia puja, bukan hanya menyentuh, tetapi meremas pelan dan memelintir nya. Meskipun masih terlapisi kain, Revaldo sudah dapat merasakan kehangatan dan kekenyalan benda itu. Pikiran nya yang kotor semakin menginginkan lebih hingga perbuatan nya semakin menggila.
Ciuman itu dia turunkan ke leher, menyesaap kuat serta menjilati dengan lidah hingga Hana hanya bisa mendesahkan suaranya.
Tangan nya yang sudah sangat gatal itu langsung membuka kancing atasan Hana. Pria itu dengan lincah mengeluarkan dua tonjolan besar yang sangat padat dan sintal.
Gila! ini sama persis seperti yang ada di bayangan liar nya.
Dua dada Hana berukuran sangat besar dan begitu menantang. Ah ... apalagi saat melihat puncak nya yang merekah merah muda membuat nya tak sabar untuk menyesap dan merasakan nikmat nya.
"Aaahh ...,"
Hana menggelinjang nikmat kala salah satu benda itu disedot kuat Revaldo, sedangkan satunya lagi di remas Revaldo dengan begitu sensual hingga membuat Hana semakin terbuai. Bahkan Hana sudah tidak lagi mengingat apapun karena yang diingatnya adalah kenikmatan serta kepuasan.
__ADS_1
Maklum, Hana adalah wanita dewasa yang pastinya juga membutuhkan sek-ks. Sedangkan dirinya sudah tidak lagi melakukan hal itu setelah pertengkaran nya dengan Farhan. Jadi tidak heran jika digoda sedikit saja Hana langsung terbuai.