Second Love With BERONDONG

Second Love With BERONDONG
Amnesia


__ADS_3

Sorry, tadi salah update.


"What??" Hana memelototkan mata nya sempurna mendengar perkataan enteng sang mantan mertua.


"Bu-bukan seperti itu, ma." Hana menghela nafas nya kasar lalu mengutarakan apa yang ada dalam hati nya. "aku memang sudah memaafkan semua kesalahan mas Farhan, tapi bukan berarti aku akan kembali pada nya. " Mendengar penjelasan Hana, sontak air muka mantan mertua nya itu kembali mendung. Terlalu gembira mendengar Hana sudah memaafkan putra nya membuat nya salah tangkap.


Ia terlalu berharap menantu nya yang berhati malaikat itu akan memaafkan dan mau kembali pada putra nya. Sayang nya, sebaik apapun manusia, dia tetaplah manusia yang tak mungkin akan berubah menjadi malaikat sehingga mampu menerima semua perlakuan buruk manusia itu.


"Mama mengerti, Hana. Mama hanya terlalu berharap kau akan terus bersama Farhan. Maafkan mama bila selama ini perlakuan mama buruk pada mu."


Sontak Hana tersenyum dan mengangguk. "Ya, ma. Hana juga minta maaf bila selama ini Hana belum bisa menjadi menantu yang seperti mama harapkan."


"Tidak, nak. Kau adalah menantu yang baik dan selama nya akan menjadi menantu terbaik mama."


Akhirnya kedua nya kembali berpelukan, Hana tak menyangka bila jalan hidup nya akan seperti. Sebelum nya sama sekali tak pernah mengira, Farhan yang dulu nya begitu tergila gila mampu mengkhianati hingga membuat pernikahan nya kandas di tengah jalan. Ah, mungkin memang jodoh nya hanya sampai disini. Ya, lagi-lagi Hana menguatkan diri sendiri.

__ADS_1


Dan ketegangan itu terus berlanjut hingga beberapa saat sampai mama Farhan mendapat kabar anaknya telah siuman.


Dua wanita itu akhirnya pergi ke rumah sakit secara bersamaan. Sebenarnya Hana ingin sekali tidak ikut mengingat sudah tidak ada urusan lagi dengan Farhan, tetapi setelah mendapat bujukan dari mantan mertuanya membuat Hana terpaksa datang ke rumah sakit.


Setelah drama peluk memeluk antara manta. menantu dan mantan mertua, kedua nya sama-sama menuju rumah sakit setelah mendapat kabar bahwa Farhan telah siuman.


Sebenarnya Hana enggan menjenguk Farhan, tetapi karena dia masih menghargai wanita tua yang sejak tadi tak melepas genggaman tangan nya itu mau tak mau Hana ikut kesana.


Saat sampai di depan pintu, Hana mendengar suara dua orang tak asing dari dalam ruangan Farhan yang seperti nya sedang terjadi perdebatan.


"Farhan, kenapa kau tak mengenaliku? Kita adalah sepasang kekasih bahkan aku sedang mengandung benih mu!" Sayup-sayup Hana mendengar kata-kata tersebut yang terdengar bergetar menahan tangis saat mengatakan nya. Mungkin dia terlalu terkejut dengan apa yang menimpa nasib nya.


Klek.


Suara pintu dibuka membuat dua orang yang sedang beradu perdebatan mengalihkan pandangan. Kedua nya sontak menatap kearah pintu yang menampilkan sosok dua wanita berbeda usia.

__ADS_1


"Sayang, akhirnya kau kemari. Dari mana saja kamu? Lihatlah, ada wanita gila yang mengaku-ngaku menjadi kekasih ku, dan lebih parah nya dia mengatakan sedang mengandung anak ku. Benar benar gila!" Farhan segera mengadu pada Hana setelah melihat nya. Raut wajahnya seperti anak kecil yang sedang mengadu pada ibu nya. Tentu saja itu membuat Hana dan Lidya mama Farhan terkejut.


Melihat dari sikap nya, mama Farhan bahkan semakin tak percaya bila putra nya telah berselingkuh. Terlebih sikap manja serta ketidaktahuan Farhan terhadap wanita di depan nya.


"Ada apa ini sebenarnya?" Lirih Lidya, dia benar benar bingung melihat nya.


"Sayang, kenapa diam saja disitu? Kemari lah dan cepat usir wanita sinting itu." Lagi lagi Hana dibuat tak mengerti dengan sikap Farhan.


Semakin banyak pertanyaan dibenak Hana, akhirnya wanita itu memutuskan untuk memanggil dokter dan disetujui oleh Lidya.


"Apa yang terjadi dengan putra saya, dokt?" Lidya langsung memberi pertanyaan saat dokter itu sampai di ruangan. Dia merasa begitu aneh dengan sikap putra nya.


Setelah selesai memeriksa, dokter itu segera menjauh dari Farhan dan menyuruh Lidya serta Hana memasuki ruangan nya.


"Bagaimana keadaan putra saya, dokter? Apa ada yang serius? Sebenarnya apa yang terjadi sampai dokter membawa kami kemari hanya untuk memberi tahu." Lidya mengutarakan isi pikiran nya yang sejak tadi berseliweran dalam benak nya.

__ADS_1


"Begini nyonya. Anak anda mengalami amnesia parsial, dimana dirinya hanya mampu mengingat orang terdekat nya dan melupakan sebagian orang penting dalam kurun waktu 3 tahun terakhir."


deg.


__ADS_2