Second Love With BERONDONG

Second Love With BERONDONG
Obat Perangsang


__ADS_3

Alunan musik DJ mampu menulikkan pendengaran Hana. Meski begitu, wanita itu tak mengubah niatnya sedikit pun untuk pergi dari tempat maksiat ini yang sialnya begitu menggoda iman manusia.


Baru beberapa langkah memasuki ruangan, para pria yang melihat tubuh indah Hana mulai bersiul. Mereka merasa mendapatkan ikan segar. Beberapa pria maju menghadang langkah nya, namun Hana mampu menolak dengan cara yang anggun.


Wanita itu lebih memilih duduk di salah satu sofa kosong lalu memesan minuman. Wanita itu mengedarkan pandangan, merasa tak ada pria yang menarik di mata nya, Hana kembali menyesap minuman.


Saat melihat kearah sekumpulan orang berjoget, Hana mulai tertarik. Bangkit dari tempat duduk seraya membenarkan pakaian nya yang semakin melorot sehingga payudara nya hampir keluar seluruh nya. Hana kembali mengaitkan kedua lengan kemeja itu agar kembali terikat kuat.


Siall! ****** ******** yang berwarna hitam berenda terpampang nyata meski dengan pencahayaan temaram.


Arah mata lelaki sudah mengarah padanya tanpa berkedip, bahkan ada yang sudah tegang melihat bagian paha dalam wanita itu yang sangat mulus dan begitu menggoda iman.


"Hai, nona. Perkenalkan aku Gavi." Pria tampan nan rupawan itu tiba-tiba menyodorkan tangan untuk menjabat tangan.


Hana menatap dari atas hingga bawah, cukup sempurna. Tampan, Maco, bodi nya kuat dan ... sek-ksi. Dan seperti nya orang kaya melihat dari cara berpakaian nya yang semuanya menggunakan barang berharga fantastis.


Hana menerima perkenalan itu setelah mempertimbangkan beberapa detik. Wanita itu tersenyum menyeringai, dia akan memanfaatkan pria ini.


"Hana," Sahutnya tanpa menyembunyikan senyum. Senyum yang tentunya berbeda dari sebelumnya, kali ini Hana sudah menampilkan senyum hangat khas untuk menggoda pria.


Wanita itu dengan berani menuntun Gavi ke salah satu kursi sebelah nya duduk. Dua manusia itu mulai memesan minuman haram kepada bartender yang langsung disajikan.


"Seperti nya aku baru melihat mu sekali. Apa kau benar-benar baru pertama kali datang kemari?" Tanya nya sembari menyesap minuman. Tangan satunya masih setia menggenggam tangan Hana.


Sebenernya Hana merasa risih, tapi dia harus terbiasa tubuh nya di sentuh para pria agar dirinya berubah menjadi wanita nakal dan suka bergonta-ganti pasangan.


"Hm, aku memang baru pertama kali kesini." sahut Hana cuek tanpa ingin membalas bertanya.


"Wow, berarti pengalaman mu kesini bersama dengan ku. Itu artinya aku termasuk pria beruntung bisa berdekatan dengan mu." Tangan pria itu muak tak bisa dikondisikan.


Tangan besar itu terasa begitu hangat saat bersentuhan langsung dengan kulit Hana tanpa penghalang apapun. Tangan pria itu menyusuri dari paha mulus nya dan terus bergerak ke atas sembari memberi elusan lembut yang mampu membuat bulu kuduk Hana meremang.


Sebenernya ingin sekali menghempaskan elusan itu, tapi Hana mencoba menikmati. Dia ingin menikmati hidup nya dengan sembarang pria tanpa ada beban yang mendera.


Oleh sebab itu Hana terus berusaha merasakan nikmat nya sentuhan itu hingga tangan itu berhasil masuk ke sela-sela paha nya bagian dalam.

__ADS_1


Deg.


Tak tahan dengan sentuhan ini, Hana menghempas kasar tangan nakal itu sebelum benar-benar menyentuh aset berharga nya.


Pria itu nampak terkejut. "Kenapa, sayang?" Tanya nya dengan suara serak.


Pria itu sudah bergairah, sama seperti Hana yang juga sebenarnya sudah sangat bergairah. Terlebih saat merasakan seluruh tubuhnya terasa panas dan ingin sekali membuka seluruh pakaian nya.


"Maaf, aku tidak bisa." Hana berusaha bangkit dari duduk, namun lagi-lagi pria itu menghalangi langkah nya.


"Tidak bisa, sayang. Malam ini kita harus menghabiskan waktu menjadi malam yang sangat indah." Bisik nya di telinga Hana dengan suara berat hingga membuat Hana semakin tambah bergairah.


Saat tiba-tiba salah satu tangan pria itu menyentuh aset berharga nya dan sedikit meremas nya Hana justru menikmati. Aneh sekali rasanya. Naluri nya ingin sekali menghalangi tetapi tubuh nya meminta lebih.


"Kau pasti heran kenapa kau bergairah, hm?"


Hana semakin menggeliat, sial! Tubuh nya benar-benar meminta lebih dari sekedar sentuhan. Bagian inti nya berkedut kedut meminta di jamahh. Sedangkan tubuh nya terasa gatal dan panas meminta ingin disentuh dengan sentuhan nakal.


"Nikmat bukan, Sayang?" Gava kembali bertanya saat dia tangan nya bertengger di dai aset nya yang menonjol, meremas dan memberi cubitan di puncak nya. Hal itu benar-benar membuat Hana mende sah dan semakin bergairah.


Bahkan tangan nya mencoba melepaskan baju yang menghalangi tubuh hingga terpampang lah dua dada besar nan sintal yang sangat menantang dan meminta di sentuh. Langsung saja pria itu meremas nya dengan kuat lalu memeluk bagian pucuk nya.


Hana semakin menggeliat dan mendesahh keras hingga orang-orang yang mendengar menatap kearah mereka. Beberapa pria yang melihat pun ikut tegang rasanya, terlebih saat melihat tubuh indah Hana dijamah dengan begitu sensual.


Namun, gairah panas menggelora itu hanya bertahan sesaat. Tiba-tiba seorang pria berpenampilan bad datang dari arah belakang dan langsung memberi bogem mentah Gava.


"Sialan, kau! Berani-beraninya kau menyentuh wanita ku!"


Bug bug bug...


Semua orang tak berani menghalangi Revaldo memukul Gava. Orang-orang disaa sangat tahu siapa Revaldo dan dari keturunan mana. Tentu saja orang yang masih waras tak berani ikut campur.


"Brengsek!"


Bug bug bug..!

__ADS_1


Pria yang sejak tadi dipukuli ikut tak berani berkutik. Meskipun sebenernya dia sangat mampu melawan, tetapi dia tahu apa ancaman nya bila sampai melawan pria di depan nya yang begitu dilindungi orang tua nya.


Jika sampai Gava berani melawan, maka tamatlah riwayat nya di tangan sang kakak. Karena ancaman dari dirinya kepada Revaldo adalah bisnis kakak nya yang belum seberapa maju.


"Dasar bajingan! Berani-beraninya kau memberinya obat perangsang!!"


Bug bug bug.


Tadinya Revaldo ingin menyudahi memukul Gava, tapi saat melihat tubuh Hana yang masih saja menggeliat tak jelas cukup membuat Revaldo memahami jik dirinya dalam pengaruh obat perangsang. Pria itu semakin tak terkendali, dia sangat tidak terima Hana dijebak seperti ini. Padahal sih sebenernya Hana ikut andil dalam semua nya.


Setelah puas memberi bogem mentah, Revaldo langsung membopong tubuh Hana yang nyaris tak berpakaian.


Pria itu langsung membawa ke salah satu kamar langgeng nya dengan tubuh Hana yang masih menggeliat serta meracau tidak jelas.


"Sentuh aku, ku mohon. Sentuh tubuh ku uuh... ku mohon masuki aku.." Revaldo panas dingin mendengar nya.


Siall! Obat perangsang ternyata membuat orang benar-benar kehilangan akal.


Revaldo membaringkan tubuh itu ke ranjang lalu melepas semua pakaian nya saat Hana terus-terusan mengatakan panas.


Tubuh nya yang polos dan bergerak-gerak seperti cacing kepanasan semakin membuat Revaldo tak karuan.


Damn! Persetan dengan nanti nya, Revaldo sudah sangat tidak tahan. Dia segera melucuti seluruh baju nya dan mengungkung tubuh polos Hana lalu menyergap bibir wanita itu hingga bengkak.


Setelah puas bermain-main di bibir, Revaldo mulai memainkan dua aset termahal dan begitu menggiurkan. Bahkan dengan sekali sedotan, Hana bisa berteriak dengan sangat keras. Teriakan yang menandakan suatu kepuasan yang teramat dahsyat. Terlebih saat satu aset nya lagi ikut dimainkan menggunakan tangan, diremas, dipelintir, dan disedot puncak nya secara bergantian. Hal itu benar-benar menimbulkan gelanyar aneh yang sangat nikmat hingga Hana tak bisa berkata-kata dengan jelas.


"Aaaahhh...!" Puncak pertama Hana raih, namun bukan berarti dia puas. Tidak, Hana belum puas. Dengan diraih nya puncak pertama, Hana justru semakin tergoda dengan puncak yang lain.


Revaldo yang mengerti akan kegelisahan Hana pun mulai mengarahkan senjata nya ke dalam inti.


Bless!


Aaahh...! Baik Hana maupun Revaldo sama-sama berteriak keras menikmati denyutan nyeri kenikmatan yang teramat kuat biasa rasanya saat dua benda itu menyatu dan saling mencengkram kuat.


Revaldo muak menggerakkan tubuh nya dari yang pelan sampai menjadi semakin brutal dan sangat brutal hingga deritan ranjang begitu menggema diluar ruangan. Terlebih suara sahut-sahutan begitu memekakkan telinga, bahkan membuat orang yang mendengar nya ikut bergairah.

__ADS_1


__ADS_2