Second Love With BERONDONG

Second Love With BERONDONG
Kedatangan Farhan


__ADS_3

Pagi pagi sekali Hana sudah keluar dari hotel, dia sengaja ingin lari pagi sebelum berangkat ke kantor. Mengingat selama satu bulan ini sering menghabiskan waktu nya untuk kerja dan lembur sampai-sampai tidak pernah memperhatikan kesehatan tubuh. Bukan hanya itu, sepulang dari kantor Hana juga sudah mengagendakan waktu nya untuk pergi ke salon. Seperti nya sudah saat nya Hana memanjakan tubuh dan merubah penampilan agar terlihat semakin menarik.


Tiga puluh menit berlalu, seluruh tubuh Hana sudah dibanjiri keringat. Nafas nya terlihat naik turun disertai dada yang terasa sesak. Akibat saking tidak pernah nya olah raga membuat pernafasan Hana jelek. Baru memutari area hotel saja tubuh nya sudah sangat lelah dan merasa nyeri di bagian dada nya, untuk itu Hana memutuskan untuk menyudahi saja.


Dia kembali ke kamar dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Untung nya semalam tidak lupa membeli beberapa pakaian kerja secara online yang diantar langsung ke sana hingga tak repot-repot lagi untuk mengambil ke rumah.


"Aish ... hampir telat astaga!" Hana menepuk dahinya sendiri. Dia berlari ke meja rias untuk mengambil baju. Dengan tergesa-gesa Hana menggunakan setelan blouse berwarna putih dan rok span ketat warna hitam. "Eh, ini kenapa rok nya ketat banget? Perasaan sudah membeli sesuai ukuran." Saat ingin menaikkan resleting roknya terasa sesak, tapi berhubung hanya membeli satu stel jadi tidak ada pilihan lain, Hana tetap memaksakan resleting itu agar bisa tertarik ke atas.


Meskipun rok itu muat, tapi terkesan sangat ketat sehingga bagian tubuh nya begitu tercetak, bahkan celana bagian di dalam nya sampai menjiplak di rok itu. Bodoh nya tidak terpikirkan membeli blazer, alhasil dia tak dapat menutupi tubuh nya yang terlihat menggoda, terlebih kain blouse nya yang menerawang membuat kulit putih nya mampu terlihat oleh kasat mata, bahkan penutup dada berwarna hitam itu begitu terlihat. Sayang nya Hana belum menyadari kalau bagian atas tubuh nya menerawang, dia hanya fokus memperhatikan rok nya yang sangat tidak nyaman karena terlalu ketat.


Tidak ingin membuang-buang waktu, Hana segera keluar kamar, meskipun tidak nyaman tapi berusaha untuk relaks karena sudah tidak ada waktu untuk mencari baju.

__ADS_1


Setelah menghidupkan mesin, segera ia menancapkan gas dengan kecepatan penuh. Hari ini ada pertemuan penting dengan klien, dia tidak boleh terlambat.


Tiga puluh menit berlalu, Hana sampai di parkiran kantor. Sengaja tidak meletakkan mobil nya di basemant karena setelah ini akan keluar untuk rapat. Dengan buru-buru Hana memasuki kantor tanpa melihat kanan kiri. Yang ada dipikiran nya saat ini adalah menyiapkan berkas yang seharusnya sudah disiapkan sejak semalam. Sayang nya, karena terlalu memikirkan masalah-masalah yang sedang dihadapi membuat nya lupa akan hal itu. Dampak nya menjadi tidak kompeten dalam pekerjaan nya.


"Hana, tunggu!" Seseorang berhasil menghentikan langkah Hana. Suara itu sangat familiar, dia tahu siapa pemilik suara itu. Ingin sekali Hana mengabaikan, namun panggilan kedua itu mampu membuat pendirian Hana goyah. "Ku mohon, Hana. Berikan aku waktu untuk bicara." Nada suara itu terdengar mengiba, membuat siapapun yang mendengar nya ingin mengasihani. Termasuk Hana, meskipun wanita itu begitu membenci si brengsek ini tapi untuk menolak nya terasa berat. Alhasil Hana menuruti kata hati, dia ingin memberi kesempatan Farhan menjelaskan semua nya satu kali ini untuk terakhir kali sebelum mereka bertemu di pengaduan.


"Kenapa semalam tidak pulang? Aku menunggu mu, Hana. Pulang kemana semalam?" Mendengar itu membuat mood Hana anjlok. Tadi nya dia berpikir ada sesuatu yang ingin Farhan jelaskan, nyata nya pria itu hanya ingin bertanya tentang keberadaan nya semalam.. Itu benar-benar membuat nya muak, dia menarik kembali kebaikan yang baru saja diberikan.


"Kalau pertanyaan mu hanya untuk menanyakan keberadaan ku semalam, aku tidak punya waktu untuk berbasa-basi. Singkirkan tanganmu! Aku sudah terlambat." Hana mencoba menghempaskan tangan yang sudah lancang pergelangan tangan nya namun tidak bisa. Farhan memegang nya dengan kuat.


"Stop, aku tidak butuh penjelasan apapun lagi. lebih baik kau dari sini." Dan pertengkaran kecil itu berhasil menarik perhatian orang. Para karyawan mulai datang dan berbisik-bisik membicarakan mereka.

__ADS_1


Selama ini Hana terkenal sebagai wanita yang profesional dalam bekerja, tapi tidak pernah tahu masalah rumah tangga nya. Dari rumor yang beredar, Hana mandul. Dan itu memang sangat famous di kalangan para penggosip lovers.


"Singkirkan tanganmu dari nya! Apa kau tidak mendengar perintah nya?!" Tiba-tiba saja suara yang baru dikenali Hana sejak kemarin memenuhi gendang telinga nya. Pria tengil itu datang ditengah-tengah mereka. Tatapan nyalang nya seakan ingin menelan mentah-mentah Farhan. Nada suara nya terdengar begitu dingin membuat semua orang terdiam hingga suasana menjadi hening.


Revaldo menyentak kasar tangan Farhan dari Hana, membuat Farhan terhenyak bercampur marah.


"Kau tidak apa-apa? Di bagian mana pria itu menyakiti mu?" Revaldo memeriksa tubuh Hana yang masih membeku. Dia sangat terkejut dengan perlakuan Revaldo yang belum terbayang sebelum nya.


"Siapa kau?! Berani-beraninya melarang ku menyentuh istri ku sendiri?" Farhan tidak terima, dia marah ada pria lain bersikap sangat perhatian pada Hana. Ya, menurut nya Revaldo begitu perhatian. Terlebih tatapan mata nya yang begitu lembut pada sang istri membuat perasaan nya bercampur aduk. Ada rasa cemburu yang menyeruak di hati. Terlebih melihat penampilan lari dihadapan nya yang tidak biasa-biasa saja, dia sudah bisa menebak bila pria ini bukan lah pria sembarangan.


"Saya atasan nya! Ini masih jam kantor, siapapun yang mengganggu karyawan saya maka harus berurusan dengan saya. Saya tidak peduli dengan status Anda yang menjadi suami nya, karena ini masih di lingkungan kantor berarti keselamatan nya masih menjadi tanggung jawab saya. Silahkan Anda pergi dari sini sebelum saya memanggil security." Setelah mengatakan itu Revaldo kembali ke dalam.

__ADS_1


Sebelum berbalik sempat melihat ke arah Hana yang masih terpaku, wanita itu seperti nya syok melihat diri nya yang bisa bersikap tegas. Padahal sebelum-sebelumnya dia hanya lah pria tengil yang hanya bisa menghabiskan waktu nya dengan bermain-main dan menghabiskan banyak uang. Tidak tahu saja dibalik ketengilan nya itu memiliki banyak pengalaman mengenai masalah pekerjaan.


"Shitt!" Farhan mengumpat melihat beberapa security menghampiri nya. Sebelum dipermalukan karena diusir oleh orang-orang itu, Farhan lebih dulu beranjak dari sana dengan perasaan dongkol tak tertahankan.


__ADS_2