
"Begini, Hana. Maksud kami mengundang mu kesini, pertama-tama kami ingin mengucapkan terimakasih atas dedikasi mu selama ini pada perusahaan." Tuan Herlambang memulai pembicaraan dengan serius, membuat semuanya diam menyimak.
"Yang kedua," Tuan Herlambang menghentikan perkataan nya sejenak seraya menatap Hana intens, membuat yang ditatap merasa hawa tak enak.
"Hana, kau tahu sendiri Revaldo masih sangat pemula untuk dijadikan seorang pemimpin. Dia membutuhkan sosok yang bisa membimbing. Sedangkan untuk meneruskan sekolah lagi itu sangat tidak mungkin melihat kepribadian nya yang senang bermain-main."
"Jika saya meminta mu untuk menjadi tutor nya apakah sanggup?"
Hana tertegun mendengar nya, tak pernah terpikirkan sedikit pun dia akan diminta menjadi tutor si playboy tengil yang selalu ingin Hana Hana hindari.
"Tuan yakin ingin memenuhi apa pun permintaan saya?" Tantang Hana. Wanita itu sedikit meremehkan perkataan orang didepan nya.
"Jangan khawatir, segala kebutuhan finansial mu akan saya penuhi. Kamu mau rumah? mobil? mas..."
"Jika bukan finansial, apakah Anda bisa mewujudkan nya?" Hana tersenyum penuh arti.
Sebenernya wanita itu tak memiliki kemauan apapun untuk saat ini, tapi demi mengetes kesungguhan kakek yang hampir tua itu Hana menantang nya.
"Apapun Hana. Jika saya bisa maka akan berusaha untuk mewujudkan keinginan mu itu," Pria tua itu ternyata begitu teguh pendirian. Sesuai dengan sifat nya yang tidak mudah goyah dengan keputusan nya, rupanya memang Tuan Herlambang tidak mudah dikalahkan oleh siapapun.
"Baik lah, kalau memang Tuan bersedia. Saya ingin Anda bisa membantu mengurus perceraian agar cepat selesai." Tutur nya.
Tuan Herlambang tersenyum pongah. "Baik lah, sekarang juga akan langsung saya urus."
"Dan ... satu lagi, Tuan." Hana kembali menyela. Wanita itu memang belum selesai mengatakan permintaan nya tadi, tapi Tuan Herlambang lebih dulu menjawab.
__ADS_1
"Ya, katakan saja." Tuan Herlambang menjawab dengan tegas dan lugas seakan tak ada beban sedikit pun.
"Saya ingin hidup Farhan dan wanita itu menderita selama nya. Jika bisa, lenyapkan saja dua manusia durjana itu dari muka bumi ini." Hana sangat menggebu-gebu dalam mengungkapkan kalimat nya. Wanita itu rupanya menyimpan dendam yang begitu besar, namun jarang menunjukkan dihadapan manusia.
"Kau yakin?" Tuan Herlambang tidak percaya dengan perintah Hana. Sejauh ini, Tuan Herlambang mengenal Hana sebagai sosok lembut namun tegas, tetapi tidak pernah berbuat jahat pada orang. Tapi yang diungkapkan kali ini benar-benar membuat nya heran.
Mungkin memang benar kata orang, pengkhianatan itu membutakan segalanya. Bahkan orang baik saja rela menjadi jahat akibat pengkhianatan.
"Sangat yakin, Tuan. Tapi, jika memang Anda tidak _"
"Saya sanggup. Akan segera saya menangani kasus mu." Tuan Herlambang memotong pembicaraan Hana. Pria paruh baya itu sangat menggebu-gebu agar Hana mau mengajarkan putranya menangani bisnis.
"Baiklah, jika begitu maka saya juga akan setuju mengajari putra Anda. Tapi," Hana tampak berpikir sebelum melanjutkan perkataannya.
"Apalagi yang kau inginkan, Hana? Saya akan memenuhinya jika memang mampu." Melihat kegelisahan Hana, Tuan Herlambang meyakinkan.
"Tentu, tidak perlu sungkan."
"Begini, Tuan. Saya bisa mengajar Tuan Revaldo, dengan syarat dia harus mematuhi semua peraturan yang saya berikan."
Dahi Tuan Herlambang berkerut tajam, pertanda tidak memahami maksud Hana.
"Peraturan apa maksud mu?"
"Saya ingin Tuan Revaldo mematuhi semua perintah yang saya berikan. Dan tidak ada bantahan apapun, termasuk beberapa larangan yang mungkin akan saya batasi selama belajar dengan saya."
__ADS_1
Salah satu hal yang ingin dibatasi Hana adalah tentang wanita. Hana ingin Revaldo tidak hanya belajar tentang pekerjaan, melainkan bisa mengurangi aktivitas sek-ks nya bersama para wanita.
Jangan ditanya kenapa Hana bisa mengetahui tentang Revaldo yang sering main celap celup saja, karena Hana memang sudah mengetahui semua tentang nya, tentu saja dari Tuan Herlambang sendiri.
"Silahkan, saya tidak akan melarang. Asal kau bisa mengatasi, saya serahkan semua nya pada mu," Tuan Herlambang tersenyum teduh. Pria itu justru senang dengan permintaan Hana satu ini, dia tahu Hana adalah wanita baik dan sudah mengetahui detail sifat wanita itu.
Meskipun Revaldo akan mendapat banyak batasan, tapi dia yakin Hana akan membuat batasan yang mampu merubah kepribadian Revaldo yang buruk menjadi lebih baik.
"Deal!" Hana ikut tersenyum. Wanita itu mengangkat tangan kanan nya untuk berjabat tangan dengan Tuan Herlambang dan langsung disambut oleh nya.
"Ada apa ini? Kenapa kalian berjabat tangan" Rupanya Revaldo yang baru saja muncul ke rumah sedikit tertarik ikut campur dengan pembicaraan dua orang yang terlihat sangat antusias.
Revaldo memang tidak ikut makan malam, pria itu lebih memilih nongkrong dengan teman-teman nya yang sesama nakal untuk membicarakan masalah wanita dan lubang lalu mencicipi satu persatu.
"Mulai besok kau harus belajar giat tentang pekerjaan bersama Hana, Vado." Sahut mama Revaldo. Wanita paruh baya itu tampak menghela nafas nya, prihatin melihat tampilan putra nya yang baru saja keluar sebentar sudah acak-acakan seperti ini.
Wanita paruh baya itu sangat tahu apa yang baru saja putra nya lakukan sampai-sampai berkeringat halus dengan rambut tak karuan.
"Oh ... hanya belajar, tidak masalah." Revaldo meremehkan. Pria itu masih saja belum berubah, sejak dulu memang seperti ini. Meskipun berkata sok iya, tapi sangat tidak sesuai dengan kenyataan.
Seperti dulu saat masih menjadi pelajar atau mahasiswa, meskipun sudah berjanji akan belajar serius, pada kenyataannya tidak dilakukan. Revaldo justru sering main-main tidak jelas, bahkan hampir membuat guru celaka demi bisa kabur dari sekolah saat jam pelajaran.
"Maka tepati janji mu, dude. Kalau sampai kau tidak belajar serius, maka seluruh akses keuangan mu akan Daddy bekukan."
"What?!" Revaldo terkejut bukan main, bahkan sampai menganga lebar hingga beberapa detik.
__ADS_1
Itu lah yang Hana perintahkan tadi pada orang tua dari anak manja itu. Hana yakin, jika seluruh akses keuangan nya diberhentikan maka Revaldo akan tahu bagaimana kehidupan nya yang sesungguhnya.