
Hana menatap ruangan ICU dengan nanar. Tidak ada yang diperbolehkan masuk ke dalam, Farhan masih belum sadar setelah ditangani dokter. Pendarahan di otak nya mengharuskan pria itu menjalani operasi.
Dan setelah beberapa jam dioperasi, rupanya tak membuat pria itu tersadar. Mungkin masih harus menunggu beberapa jam untuk pemulihan. Konon, dokter memperkirakan Farhan membutuhkan waktu minimal dua hari untuk bisa siuman. Dalam hati kecil Hana sedikit lega walau saat ini pun sebenarnya dia merasa sedikit bahagia melihat keadaannya yang tak berdaya.
Terlebih saat melihat seorang wanita yang sejak tadi tak berhenti berduka akibat kecelakaan yang menimpa si pria durjana yang saat ini terbaring tak berdaya. Dialah Cika, wanita iblis yang berkedok manusia. Memanfaatkan kekurangan sahabat demi meraih kebahagiaan diri sendiri sampai-sampai rela merenggut kebahagiaan sahabat nya sendiri yang sudah menjadikan malaikat penolong.
Sungguh iblis! Ya, manusia seperti itu tak pantas dianggap manusia. Dia adalah iblis, dan sudah sepantasnya tempat iblis berada di neraka. Meski masih di dunia, Hana berjanji pada dirinya sendiri untuk membuat kehidupan Cika layaknya sebuah neraka. Ya, Hana janji akan melakukannya.
"Cih! Kau bahkan menangisi pria bajingan yang masih berstatus sebagai suami wanita lain. Dasar binal!" Gerutu Hana sembari tersenyum sinis menatap betapa mengenaskan Cika saat ini.
Wanita itu masih saja menangis sambil menatap ke dalam ruangan dari kaca kecil di tembok itu.
Hana geleng-geleng kepala dibuatnya, wanita binal itu memang sudah gila! Ternyata sebesar itu rasa cintanya pada Farhan sampai tak memperhatikan dirinya yang bahkan penampilan nya sudah mirip pengemis jalanan.
Baru saja Hana ingin mendekat lalu menghina karena penampilan nya yang teramat menjijikkan, rupanya wanita itu lebih dulu memilih pingsan hingga tubuh jeleknya terjatuh ke lantai yang pastinya kotor dihinggapi banyak kuman.
Beberapa orang yang mengetahui langsung mendekat, mencoba membangunkan sekuat semampu mereka. Namun karena sama sekali tak ada pergerakan, salah seorang dari gerombolan itu memanggil perawat.
Hana hanya menatap dari dekat tanpa ada minat ikut mendekat.
"Tolong wanita itu, dokter. Tiba-tiba saja wanita itu pingsan." Salah seorang wanita baik itu tergopoh-gopoh memanggil dokter untuk memberikan pertolongan pertama pada si manusia iblis.
__ADS_1
Andai saja wanita itu bukan lah manusia melainkan iblis, pastilah semuanya tak ada minat untuk menolong. Sayangnya rupa itu cukup membuktikan bahwa dia manusia seutuhnya, hatinya saja yang tertukar oleh iblis binal sampai sampai sangat doyan pisang suami sahabat nya.
"Tidak perlu khawatir, kamu akan segera menangani nya. Terimakasih untuk bantuan nya," Dokter itu terlalu baik hati sebagai malaikat penolong si wanita iblis yang sedang terbaring lemah di lantai.
Sialnya, tak ada iblis yang mau menolong sehingga mau tidak mau yang menolong adalah sosok malaikat.
Akhirnya beberapa orang ikut membantu membawa tubuh jelek si iblis itu ke brangkar. Beberapa orang ikut mendorong dan beberapa yang lain bubar, kembali melakukan aktivitas yang sempat tertunda karena mengerubungi di wanita iblis.
Rupanya masih terlalu banyak manusia baik di dunia ini, buktinya tak sedikit orang yang menunggu di depan ruang pemeriksaan si wanita iblis.
"Bagaimana keadaannya, dokter?" Salah seorang itu langsung menyerbu dengan pertanyaan saat melihat dokter keluar ruangan, seakan-akan dialah keluarga nya.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, semuanya baik-baik saja. Dia pingsan itu sangat wajar mengingat sedang hamil muda."
Hana yang sedari tadi hanya mendengar dari kejauhan merasa seluruh tubuhnya seakan mati rasa, tubuh nya kaku tak bisa digerakkan. Seharusnya dia tak perlu terkejut sedang diri nya sudah tahu affair antara dia dan Farhan.
"Hehehe.." Hana tiba-tiba terkekeh iblis. Merasa lucu dengan diri nya yang mengkhawatirkan keadaan Farhan setengah mati sedangkan fakta yang saat ini dia ketahui begitu menyayat hati.
"Seperti nya keputusan ku untuk berpisah dengan mu bukan keputusan yang salah. Maka akan aku percepat semua ini." Gumamnya sembari berjalan ke arah ruangan Farhan yang masih terjangkau oleh mata.
Wanita itu menatap sejenak ruangan itu lalu kembali menuju lift. Tujuan nya saat ini adalah apartemen, tempat dirinya pulang.
__ADS_1
Sudah tak ada harapan sedikit pun antara dirinya dan Farhan. Dan sudah saat nya dia menyenangkan diri dengan hidup bebas. Ya mulai saat ini Hana akan melakukan apapun yang membuat diri nya bahagia. Termasuk menjadi wanita nakal sekali pun, asal diri nya bahagia maka akan dia lakukan.
.
.
Hana baru saja memutar mobil nya, rencana untuk pulang ke apartemen gagal. Naluri hati nya ingin menyenangkan diri, mungkin dengan mendatangi tempat haram yang jarang sekali Hana kunjungi bisa membuat suasana hatinya membaik. Untuk itu Hana memutuskan untuk pergi ke night club.
Pas sekali, waktu menunjukkan pukul satu lebih tujuh belas dini hari. Itu artinya pengunjung club sedang ramai-ramainya. Hana menatap tubuh nya yang masih terbalut pakaian rapi dan sopan. Tidak, dia tidak menginginkan lagi pakaian sopan. Hana ingin berubah menjadi wanita nakal. Bila perlu, Hana ingin menjadi wanita penggoda para pria beristri agar mereka semua bisa merasakan bagaimana dikhianati.
Mungkin inilah yang dinamakan sifat pendendam manusia. Tidak hanya puas mendendam kepada orang yang telah menyakiti, namun dia ikut membenci semua manusia di muka bumi. Karena menganggap semua nya sama, binal dan tukang penggoda.
Lima belas menit berkendara, akhirnya sampai di depan club. Sebelum keluar mobil, terlebih dulu Hana menata pakaian nya. Wanita itu dengan penuh keberanian melepas celana jeans nya lalu menurunkan kemeja yang tadinya melekat di tubuh.
Kemeja itu dia gunakan sebagai gaun dengan kedua lengan kemeja itu di turunkan hingga terekspos lah bagian atasnya bahkan dua dada yang menonjol itu terpampang nyata saat b h itu ikut dilepas. Dua kancing kemeja itu sengaja dilepas agar belahan dadanya semakin terlihat lalu kedua lengan kemeja itu diikat ke belakang agar tidak melorot.
Paha mulus nya benar-benar terekspos sempurna. Hana yang sekarang sangat lah terlihat begitu cantik dan tubuhnya yang sangat menggoda.
Tidak cukup sampai disitu, Hana kembali menambahkan pewarna bibir agar semakin merona lalu mencepol rambut nya hingga leher jenjang nya semakin terlihat menggoda. Untuk terakhir, Hana menyemprotkan parfum pemikat itu ke seluruh tubuh terkhusus ke bagian-bagian penting lalu keluar dari mobil seraya melenggak-lenggokkan tubuh.
"Selamat malam, nona. Bisa tunjukkan card nya?" Hana mengibaskan tangan lalu mengambil beberapa lembar uang.
__ADS_1
Dua pria penjaga itu menatap lapar Hana, terlebih melihat bagian dada nya yang sangat menantang itu menyembul sempurna. Mungkin hanya tertutup bagian pucuk nya saja yang bahkan sangat mencetak di pakaian tersebut.
Paha mulus itu begitu menggoda iman, siapapun yang melihat nyaris mengeluarkan air liur. Bagaimana tidak? Terlalu ketat kemeja yang Hana pakai, sampai-sampai membuat celana bagian dalam nya terlihat meskipun masih tertutup kemeja yang kebetulan bagian tengah nya tidak terkancing sempurna, dan Hana sangat sengaja melakukan nya.