
"Aku dan mas Farhan sudah bercerai!"
Deg.
Wanita paruh baya itu terpaku di tempat, di detik itu pula waktu seakan berhenti, tubuhnya terasa kaku, bibir nya begitu kelu untuk bicara.
"a-apa maksud mu? Jangan pernah main-main dengan kata cerai, Hana!" Wanita itu justru melampiaskan amarah nya pada Hana karena menganggap menantu nya sedang bermain-main dalam bicara nya.
Meskipun mama Farhan tidak menyukai Hana karena sampai saat ini belum memberikan penerus untuk keluarga nya, tetapi dari lubuk hati nya ia tak ingin kehilangan Hana. Bahkan diri nya tak menginginkan menantu lain selain Hana.
Dan untuk perkataannya tempo lalu yang menyuruh Farhan untuk menikah lagi agar bisa mendapatkan cucu itu hanya lah ancaman semata agar mereka bisa berusaha lebih keras untuk segera mendapat momongan. Namun percayalah, mama Farhan tidak berniat sama sekali menyuruh Farhan untuk menduakan Hana.
Tetapi apa yang ditangkap Farhan justru berbeda, laki-laki itu merasa mendapatkan angin segar kala mama nya menyuruh nya untuk mencari istri baru. Dan itu semua dimanfaatkan Farhan untuk berselingkuh dari Hana karena memang saat itu Farhan sudah dekat dengan Cika.
__ADS_1
"Aku tidak berbohong, ma. Itu semu Hana lakukan untuk membela diri Hana agar tak terus-terusan tersiksa oleh pernikahan sialan ini!" Hana menghapus air mata nya dengan kasar yang tiba-tiba menerobos begitu saja tanpa seizin nya. Ya, meskipun wanita itu sudah mulai bisa melupakan Farhan, terapi hati nya tetap tak bisa dibohongi. Dirinya tetap merasa sakit ketika mengingat Farhan yang tega mengkhianati.
"Apa maksud mu?" Mama Farhan masih terpaku dengan perkataan Hana dengan ekspresi nya yang terlihat serius, bahkan sampai mengeluarkan air mata.
Hah, Hana menghela nafas panjang dan berat lalu menceritakan semua kejadian yang telah terjadi pada rumah tangga dia dan Farhan.
Mama Farhan tak bisa membendung rasa sedih nya, dia begitu terpukul dan sangat kecewa pada putra nya. Dia tak habis pikir dengan kelakuan putra nya yang tergoda dengan wanita murahan yang berkedok sebagai sahabat Hana.
Setahunya, Farhan begitu mencintai Hana. Bahkan wanita yang tak lagi muda itu menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan Farhan dulu demi mendapatkan cinta Hana. Lalu setelah mendapatkan seluruh cinta Hana, justru Farhan menyia-nyiakan begitu saja. Farhan benar-benar sangat bodoh!
Wanita itu masih begitu syok dengan kelakuan putra kebanggaan nya yang sudah tega menyakiti hati seorang wanita terlebih wanita itu adalah istri nya sendiri.
"Anak itu sangat bodoh telah menyia-nyiakan mu, dan sekarang dia telah mendapatkan ganjaran nya." ucap paruh baya itu lagi dengan suara terisak karena bercampur tangis.
__ADS_1
Mau tak mau akhirnya Hana berlapang dada memeluk mantan mertua nya. Dia tak mungkin tega melihat wanita tua itu rapuh seorang diri.
"Sudah lah, ma. Saat ini mama tidak perlu berfikir terlalu berat, fokus saja untuk kesembuhan mas Farhan. Aku sudah memaafkan nya."
Mendengar kata "maaf" sontak mama Farhan melepas pelukan nya dan menatap Hana begitu intens.
"A-apa benar k-kau memaafkan kesalahan anak ku, Hana?"
Hana hanya mengangguk lemah sebagai jawaban. Sedikit memberi senyuman berharap wanita tua itu menghentikan tangis nya.
"Terimakasih, Hana. Kau memang memiliki hati yang sangat mulia." Ingin sekali Hana mengumpat mendengar pujian dari mantan mertua nya. "hellooo kemarin-kemarin dari mana saja? Baru tahu kalau mantan menantunya ini begitu baik hati dan tidak sombong?" ingin sekali Hana mengumpat seperti itu tapi masih dia tahan. Dia tak ingin semakin menghancurkan suasana hati mantan mertua nya yang lekas membaik.
"sama-sama, ma. Akhirnya Hana membalas ucapan mantan mertua nya.
__ADS_1
"Sekali lagi, mama berterimakasih karena mau kembali pada Farhan."
"What??" Hana memelototkan mata nya sempurna mendengar perkataan enteng sang mantan mertua.