Second Love With BERONDONG

Second Love With BERONDONG
Tetangga Mesum.


__ADS_3

Akhirnya Hana sampai di depan apartemen yang akan dihuni. Segera saja memarkirkan mobil nya di basemant dan masuk ke lift menuju lantai 7 sesuai keberadaan unit yang ingin di tempati.


Apartemen yang akan ditempati nya termasuk elit, pantas saja harga nya tidak main-main. Bahkan dua kali lipat dengan apartemen milik nya yang disewakan. Sebenernya jika ada apartemen lain Hana tentu akan memilih, dia bukan lah tipe wanita yang memprioritaskan kemewahan, sayang sekali sebenarnya uang nya harus dihamburkan untuk membeli tempat tinggal di kawasan elit. Tetapi karena saat ini sedang benar-benar butuh, Hana tidak pikir panjang. Asal dapat tempat tinggal dalam waktu dekat, dia akan menyetujui.


Bip.


Hana melangkah lebar menuju nomor 705. Langkah kaki nya begitu lebar, terkesan terburu-buru karena tahu bahwa pemilik apartemen sudah menunggu nya sejak tadi.


Di tempat yang sama di lantai berbeda, Revaldo sampai di basemant bersama wanita gebetan nya. Kedua nya saling menukar saliva tanpa mempertimbangkan situasi dan tempat yang sewaktu-waktu dapat terlihat siapapun. Tetapi karena gairah Revaldo yang sudah memuncak sejak di kantor ketika menggoda Hana, dia tak memikirkan apapun lagi. Yang dia pikirkan hanya lah merengkuh kenikmatan yang sudah menjadi candu.


"Mmmpphh..." Sang wanita hanya bisa mendesahh tertahan kala tubuh nya di jamahh kuat oleh tangan nakal Revaldo sedang bibir nya terus dibungkam dengan ciuman memabukkan.


Dua benda kenyal itu langsung menjadi sasaran. Dengan membayangkan tubuh Hana yang sedang di sentuh, Revaldo terus-terusan memainkan dua benda kenyal itu tanpa henti. Tubuh wanita itu sudah terhimpit oleh dinding lift saat Revaldo terus memojokkan nya.


Saat lift terbuka, Revaldo langsung menyeret wanita itu dengan posisi berhadap-hadapan dengan tubuh saling menempel. Dia tak menyadari seseorang yang berdiri di depan pintu sebelah apartemen nya karena saking fokus nya merengkuh kenikmatan bibir.


Brakk.


Setelah membuka pintu, dengan tidak sabaran menutup pintu kembali hingga menimbulkan suara keras yang bahkan sampai membuat wanita di depan unit apartemen sebelah nya ikut terlonjak.


"Dasar pasangan gila". Hana mengumpat kala melihat pintu itu tertutup rapat. Bukan nya tidak melihat, bahkan ekor mata Hana sejak tadi sedikit melirik dua orang yang sedang berbuat mes-sum, sayang nya wajah nya tak terlihat karena saking menempel nya di tubuh itu.


Selanjutnya adegan yang biasa dilakukan oleh pria dan wanita saat merengkuh kenikmatan itu pun terjadi.


"Selamat sore, nona. Maaf Anda harus menunggu lama, saya baru saja dari kamar mandi." Seorang wanita membuka kan pintu menyambut ramah Hana yang sejak tadi sudah menunggu nya.


"Tidak masalah, Nyonya. Saya memaklumi." Hana sedikit mengulas senyum menyadari sang pemilik apartemen merasa sedikit canggung. Mungkin membuat Hana menunggu dengan waktu cukup lama membuat nya merasa terbebani.

__ADS_1


"Baiklah, silahkan masuk, nona. Anda bisa melihat keseluruhan ruangan di apartemen kami. Jika ada yang tidak sesuai dengan selera Anda tinggal katakan saja, kami akan berusaha merubah nya selagi bisa dirubah." Wanita itu nampak sangat ramah, dia menunjukkan satu persatu ruangan yang aa di sana.


Seperti yang sudah di ceritakan, apartemen ini memiliki dua lantai, keseluruhan ada empat kamar. Sebenernya Hana tidak suka tempat tinggal yang terlalu luas mengingat kedepannya akan ditempati sendiri, di justru akan semakin merasa kesepian bila tempat sebesar ini hanya ada diri nya. Tapi melihat keramahan serta antusias sang pemilik apartemen membuat Hana memikirkan ulang untuk menolak. Terlebih bila ingin mencari tempat sewa lain maka artinya Hana harus kembali meluangkan waktu untuk mencari nya. Dan itu sangat merepotkan menurut nya, fokus Hana hanya ingin segera mengurusi perceraian agar cepat selesai. Setelah itu terjadi, maka tidak ada lagi masalah mengganjal.


"Seperti nya apartemen ini cukup nyaman untuk saya tempati dan tidak perlu ada renovasi lagi. Saya setuju, Nyonya. Untuk uang nya akan saya kirim melalui rekening suami Anda."


Terdengar helaan nafas lega dari sang pemilik apartemen, wanita itu mengulas senyum merekah nya membuat Hana merasa tak salah memilih apartemen ini sebagai tempat tinggal.


"Baik, nona. Terimakasih banyak. Silahkan Anda tanda tangan dulu disini." Wanita ku itu menyodorkan surat kontrak yang harus Hana tanda tangani.


Setelah mengecek ulang dan merasa tak ada yang bermasalah dalam surat itu Hana segera menandatangani.


"Sekali lagi terimakasih, nona." Wanita matang itu kembali mengucapkan terima kasih setelah Hana menandatangani kontrak. "saya jamin Anda nyaman tinggal di sini. Tempat ini cukup privasi, Anda tidak perlu khawatir dengan aktivitas yang akan Anda lakukan." Wanita itu tersenyum penuh arti. Seperti nya pandangan orang-orang melihat wanita dewasa yang tinggal sendiri akan berbeda, ck menyebalkan.


"Terimakasih," Hana tetap mengulas senyum meski hati nya sedikit dongkol dan tidak membenarkan apa yang di katakan nya. Hana bukan nya tak memahami arti perkataan wanita itu, tetapi tak ada keinginan sedikit pun untuk membawa seseorang ke apartemen nya apalagi seorang pria.


"Sama-sama, nona. Mulai saat ini Anda sudah bisa menempati nya. Jika ada masalah bisa menghubungi saya lagi."


"Tidak perlu sungkan, saya juga senang bisa bekerja sama dengan Anda."


Hana hanya mengangguk, menurut nya sudah tak ada lagi yang perlu di perbincangkan.


"Kalau begitu, saya permisi, nona Hana. Semoga Anda betah disini."


"Baiklah, mari saya antar."


Wanita itu mengangguk, Hana dan wanita itu berjalan beriringan. Tak lupa pemilik apartemen ini memberikan nomor pin apartemen karena tadi dia lupa mengatakan nya.

__ADS_1


"Sampai jumpa, nona Hana.


"sampai jumpa." Hana masih tersenyum, dia memperhatikan punggung wanita itu sampai benar-benar tenggelam di balik pintu lift. Saat diri nya akan kembali masuk, indra pendengarannya merasa terganggu dengan suara yang berasal tetangga sebelah nya.


Saat melihat kearah itu, ternyata pintu apartemen tidak tertutup. Hana hanya bisa mendengus membayangkan hari-hari nya pasti akan terganggu dengan aktivitas tetangga mes-sum nya yang bahkan belum diketahui siapa orang nya.


"Aahh ... sayang, aku belum puas." Suara itu terdengar begitu familiar, membuat Hana yang akan menutup pintu langsung di urungkan.


"Tapi ini sudah malam, dan Daddy menunggumu ku untuk pergi pesta. Kita bisa lanjutkan nanti. Aku akan kembali ke sini. Muachh."


"Apa aku salah dengar ya?" Gumam Hana, merasa begitu familiar dengan suara pria sebelum nya. Untuk menghilangkan penasaran sekaligus praduga nya yang belum tentu benar, Hana kembali keluar sekedar memastikan.


Dia dibuat melotot tajam, mata nya ternodai oleh sepasang pria dan wanita yang kembali melakukan ciuman panas dengan tangan pria nya sudah memegang dua benda kenyal di balik kemeja. Hana dibuat meringis sekaligus merinding melihat tubuh wanita itu diremas kuat.


Buru-buru Hana kembali masuk karena tak ingin mata nya semakin ternoda.


Clang!


Aishh ... siall! Hana hanya bisa mengumpat dalam hati saat heels nya tak sengaja menyenggol tong sampah berbahan aluminium di sebelah pintu.


"Siapa itu?" Revaldo dan wanita itu langsung memisahkan diri. Arah pandang dua manusia itu mengarah kepada Hana yang sedang berdiri membelakanginya setengah membungkuk.


Haiishh ... memalukan sekali! Lagi-lagi Hana membatin. Dia bahkan tak pernah mengira, ternyata memergoki orang sedang ****** sungguh memalukan! Bahkan lebih malu orang yang melihat dibanding yang melakukan seperti nya.


"Siapa kau?!" Revaldo mendekat ke arah Hana. Merasa tetangga sebelum nya bukan lah seorang wanita membuat Revaldo penasaran. Terlebih melihat baju ketat yang dipakai Hana, dari belakang saja sudah membuat Revaldo penasaran apalagi melihat bagian depan nya.


"Saya tidak melihat, silahkan lanjutkan." Hana benar-benar tak menunjukkan muka pada manusia itu. Aneh sekali! Seharusnya mereka berdua yang merasa malu, tapi kenapa justru Hana yang malu luar biasa?

__ADS_1


Revaldo yang tak puas dengan perkataan wanita itu segera membalikkan tubuh nya. Kedua bola mata nya terbelalak lebar dengan mulut menganga tak kalah lebar. Dalam sekejap seakan waktu berhenti, seperti sebuah manekin, Revaldo masih terbengong dalam keterkejutan nya. Begitu pula dengan Hana yang juga terkejut namun begitu pandai dalam mengekspresikan wajah nya.


"Kau?"


__ADS_2