Second Love With BERONDONG

Second Love With BERONDONG
Siksaan


__ADS_3

"Aaarrghh..!" Revaldo mengerang keras menikmati pelepasan nya. Sial sekali diri nya, bisa-bisanya ada banyak wanita di sini tapi justru melakukan pelepasan dengan tangan sendiri. Ya, akibat rasa bersalah nya pada Hana, Revaldo tak bisa fokus saat ingin menyatu dengan wanita. Bayang-bayang kekecewaan Hana terus menghantui hingga tak bernaf-ssu lagi pada wanita lain.


Tetapi siksaan itu tidak hanya sampai disitu, senjata nya yang hyper itu masih tetap bereaksi, namun saat disuguhi para wanita yang siap mengurut senjata itu justru kembali tak berselera. Revaldo benar-benar kelimpungan dengan fakta yang terjadi pada dirinya, entah apa yang membuat nya menjadi seaneh ini. Dia harus melayani senjata sendiri menggunakan tangan nya hingga kebas.


Sudah dua kali dia berganti wanita untuk mengetes hasrat nya, namun lagi-lagi teringat Hana. Akhirnya dia memutuskan menuntaskan hasrat dengan mengocoknya. Namun ada yang Revaldo lupakan, dia belum mencoba oral dengan para wanita, mungkin besok dia akan mencoba nya. Jika masih saja tidak bisa, maka dipastikan hidup nya tak akan seindah dulu.


"Sial! Kenapa nasib ku jadi sesial ini?" Revaldo menggumam sedih kala merasakan tangan nya yang kebas sampai seperti mati rasa akibat dua jam terus berusaha mengurut batang tak tahu diri itu.


Coba saja jika terus terbayang-bayang Hana maka tak peduli dia wanita bersuami atau single, Revaldo akan meminta pertanggung jawaban. Tidak akan dia biarkan wanita itu hidup tenang sedangkan dirinya tersiksa seperti ini.


"Kemana celana dan baju dalam ku?" Revaldo bertanya pada diri sendiri saat membuka lemari tak menemukan celana dan baju dalam nya yang biasa dipakai.


Ting.


Belum menemukan apa yang dia cari, fokus nya teralihkan oleh bunyi pesan masuk dari ponsel. Revaldo langsung membalikkan badan, berjalan menuju ranjang tempat ponsel nya berada yang kebetulan tadi di lempar kesana.

__ADS_1


"Sayang, aku sengaja membawa semua celana dan baju dalam mu agar kamu tidak perlu memakai pakaian itu. Aku sangat suka tubuh mu yang sek-ksi, apalagi senjata mu saat mencuat melambai-lambai itu terpampang nyata hihihi." bunyi pesan yang tertulis.


Shitt! Revaldo meremas kuat ponsel nya, ternyata ini kelakuan Casa. Akhirnya Revaldo kembali ke arah lemari setelah melempar kembali ponsel nya untuk mengambil pakaian tanpa mengenakan baju dalam.


"Siall! senjata ku kembali menegang, padahal baru di tegakan beberapa menit lalu." Dia merutuki diri sendiri yang memiliki naf-fsu tingkat dewa. Tidak ada yang mampu menyaingi naf-fsu besar nya.


Tak tahu harus berbuat apa, antara ingin membiarkan atau tangan nya yang masih sangat kebas kembali bekerja.


Celana nya semakin sempit, bagian paha nya tak dapat bergerak bebas akibat gelembung besar yang menjorok ke depan. Dia mondar mandir di kamar sembari merasakan betapa nikmat nya cenat-cenut senjata nya yang meminta pelepasan. Arrggh... jika dibiarkan pasti kepala nya akan pusing yang tak berkesudahan.


Tik.


Setelah mengambil kunci, Revaldo segera berlari menuju basemant. Lagi-lagi tempat yang dituju adalah tempat hiburan malam, di mana banyak wanita-wanita berstatus bebas bersedia memuaskan nya.


Berkat mengendarai mobil dengan ugal-ugalan, Revaldo sampai di depan tempat hiburan malam lima belas menit lebih awal dari waktu normal. Dia bersiul ria mencoba mengalihkan gairah nya yang sudah memuncak agar tetap terkendali.

__ADS_1


Setelah masuk dan menemui banyak wanita, dia memilih lima wanita secara random. Revaldo ingin mencoba nya satu-satu. Astaga, otak nya memang sudah gila!


Sudah pukul 3 pagi, tapi Revaldo masih belum terserang kantuk akibat gairah nya. Dengan semangat empat lima Revaldo membawa semua wanita itu menuju salah satu kamar yang menjadi langganan nya.


"Siapapun yang bisa memuaskan ku, akan ku berikan kunci ini." Revaldo memamerkan kunci Lamborghini keluaran terbaru yang diayun- ayun kan menggunakan tangan kanan nya.


Pria itu sudah memposisikan diri dengan duduk releks di sofa panjang depan ranjang. Salah satu wanita mendekat dengan gaya sensuall. Bahkan langsung melepaskan seluruh pakaian nya bersamaan dengan langkah nya yang sedang mendekati Revaldo.


"Saya jamin bisa memuaskan Anda sampai tak berdaya." Wanita itu sudah berada tepat di depan Revaldo dengan keadaan telan jang bulat. Revaldo menjilati bibir bawah nya membayangkan tubuh itu dia jamah.


Tetapi fokus nya kembali pecah saat keempat wanita yang lain juga melakukan hal yang sama. Akhirnya ke-lima wanita itu mendekati Revaldo semua dan melakukan tindakan-tindakan yang membuat Revaldo tak berdaya.


Salah satu dari mereka mencoba memasukkan senjata Revaldo ke dalam mulut. Berhasil! Revaldo tak lagi memikirkan Hana, dia tampak menikmati layanan itu. Dia bahkan menjerit memanggil nama Hana, membayangkan wanita yang sedang memuaskan nya adalah Hana.


"Hanaaa..!" Erang nya keras memanggil nama Hana. Dan setelah teriakan itu berakhir langsung diikuti cairan kental menyembur memenuhi mulut wanita itu juga tercecer ke lantai.

__ADS_1


Revaldo hanya bisa terengah-engah sembari mengatur nafas, dia menyunggingkan senyum kepuasan.


Haaahh ... Revaldo bernafas lega setelah berhasil mengeluarkan cairan yang sangat menyiksa namun sialnya sangat menyukai.


__ADS_2