Second Love With BERONDONG

Second Love With BERONDONG
Kelepasan


__ADS_3

"Perkenalkan saya Cika, sahabat Hana. Cika berusaha bangkit untuk menyalami calon mertua nya dalam angan-angan namun tak direspon sama sekali. Akhirnya dengan terpaksa Cika Kemabli menurunkan tangan nya sembari meremat nya.


Awas saja wanita tua! Setelah aku berhasil mendapatkan Farhan seutuhnya, aku akan memperlakukan mu seperti sampah! Cika menggumam dalam hati.


"Dimana Hana?" Nyonya Lidya sangat tidak menyukai kehadiran wanita asing di depan ruangan Farhan. Dia justru sedang mencari-cari sosok menantu nya yang belum terlihat batang hidung nya sejak tadi.


"Dia tidak disini. Hana meninggalkan begitu saja setelah mendengar kabar Farhan kecelakaan. Maklum, dia sangat sibuk dengan urusan pekerjaan, jadi lebih memilih mengurusi pekerjaan nya." Jawab Cika melebih-lebihkan, berusaha menghasut Lidya agar membenci sosok menantu nya.


Namun apa yang diusahakan nya tidak berhasil, Lidya tidak percaya begitu saja pada orang asing yang baru saja ditemui. Dia begitu faham dengan sikap menantu nya, meskipun Hana tipe wanita workaholic tapi dia tak pernah lupa dengan tugas nya sebagai seorang istri.


"Cih, jangan asal bicara kamu! Saya lebih mengetahui sifat menantu saya sendiri dibanding kamu." Entah kenapa Lidya merasa sangat tidak suka dengan kehadiran wanita asing ini yang katanya teman karib Hana.


Wanita itu benar-benar memiliki firasat buruk terhadap Cika. Selama ini Lidya memang selalu mendambakan cucu, tetapi bukan berarti tidak menyayangi Hana. Wanita paruh baya itu begitu menyayangi menantu nya dan tak mungkin rela jika posisi nya harus digeser orang lain.


"Entahlah kamu dari sini."


Cika sangat terkejut mendengar usiran kasar Lidya. Dia menatap penuh kebencian terhadap wanita yang melahirkan pria selingkuhan nya namun masih berusaha ditahan. Dia tak ingin mencolok menjadi wanita jahat sebelum diresmikan menjadi menantu nya.


Cika harus sabar, ya, jadi pelakor itu juga butuh kesabaran untuk merebut posisi istri sebelum nya.


"Nyonya, kenapa Anda kasar pada saya? Disini saya hanya kasihan pada Farhan yang tidak dipedulikan siapapun bahkan setelah mengalami kecelakaan serius. Tentu Anda juga sudah mengetahui betapa parah nya luka yang Farhan alami. Tapi Hana? Dia bahkan lebih memilih sibuk dengan pekerjaan nya." Berkat air mata buaya yang mengucur deras dari bola mata jahat Cika, wanita paruh baya itu sedikit luluh.


Mulai terbesit rasa kecewa pada sang menantu yang selalu dibangga-banggakan.


"Ini semua gara-gara Hana yang jarang mengurus Farhan." Gumam nya lirih tanpa didengar oleh Cika. Lidya merasa Cika bukan lah wanita baik-baik. Buktinya dia berani menjelek-jelekkan Hana di depan mertuanya sendiri. Itu sudah cukup membuktikan bahwa Cika bukan lah orang. Karena orang baik tak akan membicarakan keburukan orang lain.

__ADS_1


Meski begitu, tak bisa dipungkiri bila dia kesal dengan Hana. Jika dipikir-pikir memang benar perkataan Cika ini. Dia harus menegur Hana untuk tidak terlalu sibuk dengan pekerjaan. Sudah seharusnya seorang istri merawat suami nya yang sedang sakit parah.


"Dasar istri tidak bertanggung jawab." Gumam nya menggebu-gebu seraya meraih ponsel nya untuk mencari kontak Hana.


.


.


Di tempat lain, Hana baru saja bangun dari tempat pembaringan. Setelah pergulatan panjang yang memakan waktu berjam-jam membuat sekujur tubuhnya seakan remuk redam. Belum pernah sekalipun Hana merasakan tubuh nya sampai seperti ini meski telah berkali-kali bercinta dengan Farhan.


Hana akui Revaldo memang sangat tangguh, pantas saja dia menjadi seorang maniak. Dia sampai geleng-geleng mengingat betapa perkasa nya pria itu, bahkan dirinya sampai kewalahan dengan terus terusan mengeluarkan cairan tapi Revaldo masih betah menahan cairan itu di dalam tubuhnya. Sampai saat Hana telah mencapai lima kali puncak Revaldo baru meraih satu kali.


Dan satu kali tentu belum cukup, Revaldo masih mengulangi lagi hingga mendapat empat kali pelepasan sedangkan Hana? Bisa dibayangkan sendiri berapa kali dia mendapatkan puncak nya.


Meski seluruh tubuhnya terasa lemah, namun bukan berarti Hana tak ingin melakukan lagi. Dia justru merasa ketagihan. Ahh... baru membayangkan betapa nikmat nya ketangguhan Revaldo yang jauh lebih kuat dibanding Farhan itu membuat bagian inti nya yang masih ngilu kembali berkedut.


Saat tangan nya membaluri sabun di sekujur tubuh, dia kembali teringat dengan tindakan Revaldo. Terlebih saat kedua tangan nya menyabuni bagian depan dada, dia melihat ada beberapa ruam di sana yang sudah pasti Revaldo penyebab nya.


Otak nya semakin kotor saat mengingat bagaimana Revaldo memperlakukan dua benda itu. Dia mengurutnya penuh kelembutan sembari membayangkan perlakuan Revaldo semalam, tanpa sadar bagian bawah nya kembali basah.


Saat sedang khusyuk-khusyuk nya menyabuni dua benda kenyal itu, tiba dirinya dikejutkan dengan tangan lain yang tiba-tiba ikut meremasnya.


"Aakhh..!" Hana menjerit keras. Wanita itu merasa terkejut, malu, dan kesal menjadi satu.


Dai sangat tidak menyangka Revaldo ikut menyusul ke sini.

__ADS_1


"Kenapa berteriak? Seharusnya kau keluarkan desaahan merdu mu, bukan teriakan." Bisik Revaldo sembari mengulum telinga Hana dari arah belakang. Tangan nya sudah berhasil menyingkirkan tangan Hana yang menutupi dua benda kenyal itu dan diganti oleh tangan nya.


"Ke-ke na pa kau kesini?" Seperti biasa, Hana sangat lemah jika sudah disentuh dada nya. Bisa dibilang, bagian tubuh paling sensitif Hana adalah dada. Buktinya sekarang dia kembali pasrah saat Revaldo menjamha tubuhnya sesuka hati.


"Tentu ingin melanjutkan permainan panas kita. Sudah terlanjur basah, sayang. mulai sekarang lebih baik kita nikmati saja." Sahut Revaldo dengan seringai devil di wajah mersum nya.


Memang sebelumnya baik Hana maupun Revaldo merasa telah melakukan kesalahan besar, namun setelah dipikir-pikir, mereka terlanjur melakukan kesalahan, lebih baik diteruskan. Bujuk setan dalam tubuh mereka.😁


"Arkh.. jangan terlalu keras..!" Akhirnya mereka kembali melakukan percintaan dengan begitu asyiknya hingga tak menyadari sejak tadi ponsel Hana terus terusan berdering.


Satu jam.


Dua jam.


Tiga Jam.


Sama sekali tak membuat gairah keduanya habis. Bahkan tubuh Hana rasanya sudah seperti jeli, tapi gairah nya masih belum bisa dibendung saat Revaldo terus terusan memberikan rangsangan.


Sedangkan pria itu begitu memuja ketangguhan Hana. Selama ini dia memang sering bercinta, tapi tidak ada yang bertahan sampai selama ini dengan wanita mana pun. Hanya dengan Hana lah dia mampu bercinta sampai berjam-jam lama nya.


Terlebih gigitan inti Hana yang sangat membuat bagian intim nya nyaman dan menenangkan itu membuat nya tak bisa untuk menghentikan.


Rasanya gigitan Hana sangat lah berbeda dari wanita kebanyakan yang sering dia tiduri.


"Aarrghh...!" Revaldo mengerang panjang menyemburkan lahar nya ke dalam rahim Hana untuk ketiga kali nya.

__ADS_1


Tanpa disadari, benih nya berhasil menyembur ke dalam perut Hana. Akibat terus-terusan bercinta membuatnya kehabisan pengaman.


Tadi saat dia memasukan, niat nya ingin mengeluarkan Junior nya saat hampir meledak, tapi justru dirinya kelepasan menyemburkan di dalam akibat terlalu nikmat.


__ADS_2