
Jam sudah menunjukkan pukul 7.00 WIB yang menandakan Nia harus cepat-cepat ke kantor takut terlambat.Sampai-sampai karena keburu kesiangan Nia lupa sarapan.Tak lama setelah dia keluar dari kamar Nia melihat Raga sudah menunggunya untuk diantar ke kantor,tetapi karena Nia sudah janji dengan Wahyu untuk berangkat bersama.
"Nia,yuk berangkat.Aku antar kamu ke kantor"Tawaran Raga kepada Nia.
"Aduh ,gimana ya.Maaf."Ucap Nia singkat.
"Oh pasti karena di jemput Wahyu ya?."Tanpa izin lagi Raga langsung keluar dan membanting pintu sehingga membuat Nia terkejut dengan keanehan sikap Raga pagi ini.
Tak lama kemudian Wahyu pun datang untuk menjemput Nia.
"Nyakk,ayokk."Ajak Wahyu sambil menunjukan jam di tangannya.
"Iya sebentar,aku kunci dulu pintunya."Sambil mengunci pintu.
Saat di mobil Nia lupa untuk menitipkan kunci di bawah pintu.Lalu Nia berinisiatif untuk menelpon Raga.
...Trettttt...Tretttt...Tretttt...
Raga pun mengabaikan telpon Nia.
__ADS_1
Sudah sepuluh kali Nia mencoba menghubungi Raga tetapi Raga masih tidak mengangkat padahal berdering.
"Apakah Raga marah kepadaku?."Tanya Nia dalam hati.
Lalu,Wahyu pun membuyarkan lamunanku.
"Kenapa kamu Nyak?Seperti banyak beban pikiran saja."Tanya Wahyu.
"Eng..nggakk kok."Lalu Nia mematikan ponselnya dan ingin menghubungi Raga nanti setelah makan siang.
Merekapun sampai di kantor.
***
Setelah sampai di kantor Raga,Nia memang sengaja tidak mengetuk pintunya.
"Raa..,"Tiba-tiba Nia terkejut dengan apa yang dia lihat.Raga dengan Astrid sedang berc*u*m*n ,tanpa pikir panjang Nia langsung membalikkan badannya dan meminta maaf kepada Raga karena dia telah mengganggu aktivitas pribadinya.Nia menyesal telah berniat untuk menemui Raga hari ini.Tapi entah air mata Nia mengalir,Nia tidak tahu mengapa.
Setelah melihat Nia pergi Raga,langsung mendorong Astrid dari pangkuannya.Raga ini meminta maaf tetapi dihalangi oleh Astrid,sehingga Raga hanya bisa pasrah.
__ADS_1
Lalu Nia pergi naik taxi langsung pulang kerumahnya.Entah hari ini hatinya sangat hancur,kemarin Raga telah menumbuhkan rasa dihati Nia tetapi hari ini Raga pula yang merobeknya dengan sangat kuat sehingga msmbuat sakitnya tidak bisa dikatakan lagi.Lalu Nia mencoba merenung sejenak,dan langsung mandi.Berharap dengan setelah mandi kesedihannya bisa hilang.
***
Jam 20.00 WIB ,Raga pulang dan langsung menuju kamar Nia.Raga ingin meminta maaf atas perbuatannya tadi.Tetapi,berhubung kamar Nia di kunci Raga tidak bisa masuk ke kamar dan menjelaskan kejadian tadi.Lalu,Raga mencoba mengetok pintu Nia.Tetapi percuma Nia tidak mau keluar.
Setelah,selesai mandi Nia ingin makan tetapi dia ingat pasti Raga sudah pulang,tapi perutnya sangat lapar.Dia belum makan malam.Perutnya sangat lapar sehingga Nia menekatkan diri untuk keluar toh bukan salah Nia,kenapa aku harus takut? tanya Nia pada hatinya.
Setelah keluar dari kamar,dugaan Nia benar ada Raga ,tetapi Nia mencoba mengacuhkan keberadaan Raga dan langsung menuju dapur untuk memasak mie.Tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang.
"Nia,maafkan aku.Aku akui aku salah tidak semestinya aku dan Astrid melakukan itu di depan ataupun dibelakang kamu.Tapi apakah kamu sadar,aku adalah lelaki normal yang punya nafsu.Aku tau aku sudah punya istri,tetapi aku tidak bisa melampiaskannya kepada istriku.Karena Astrid selalu menggoda maka aku pun tidak bisa menahan nafsu ku ini.Aku minta maaf.Terserah kamu mau hukum aku apa saja.Tapi tolong diami aku seperti ini."Jelas Raga dengan singkat.
Lalu Nia pun terdiam memang seharusnya tugas Nia ,memenuhi kewajiban suaminya baik secara lahir maupun batin.Dia sadar Raga adalah lelaki normal yg punya nafsu.
"Ehhmmm..Iya maafkan aku juga ,karena tadi pagi pergi dengan lelaki lain."Jelas Nia.
Tanpa ada angin atau hujan tiba-tiba Raga kembali cemberut lagi,dia langsung masuk kamar tanpa izin sama Nia.
Nia pun terdiam dan menikmati mie yang sedang dia buat.Nia bingung dengan sifat kekanak-kanakan Raga.
__ADS_1