
Sudah berulang kali,Raga mencoba menjelaskan Raga sadar atas apa yang dia lakukan dahulu Raga sangat-sangat sadar akan hal itu,dan mulai saat ini Raga ingin memperbaikinya.
Sebenarnya Nia bingung mengapa Raga seorang berpikir dia dan hanya dia yang selalu berjuang diantara cinta mereka berdua,Raga tidak akan pernah sadar bahwa yang selalu berjuang sendirian itu Nia.Bagia Nia jika dia sudah mencintai suaminya makan suaminya harus menghargai perasaan nya bukannya malah balik mencintai orang lain.
Nia tidak tahu bahwa Raga kasihan kepada Astrid cuma itu saja,jujur sejak dia menyukai Nia kasih sayang Raga kepada Astrid tidak akan pernha hilang karena mereka sudah berteman sejak kecil sedangkan Nia baru beberapa bulan masuk dalam kehidupan Raga.Jadi,jika di haruskan memilih mungkin Raga akan memilih Astrid ketimbang Nia.Hari ini Raga harus memutuskan.Raga tidak ingin menyakiti perasaan Nia,Raga juga sayang kepada Nia.Mungkin jika Raga memang betul-betul sayang kepada Nia jalan terakhir adalah melepaskannya dan merelakan Nia menikah lagi dengan orang yang tulus mencintai Dia.
"Nia,malam ini akan aku putuskan.Maaf jika keputusan aku membuat kamu sakit hati,jujur aku sangat mencintaimu semenjak kamu menjadi isteriku.Nia aku sayang kamu,dengan begitu aku akan melepaskan kamu.Itu adalah wujud rasa kasih sayangku kepadamu."Raga mencoba menjelaskan walau dia tidak tahan untuk membendung air matanya lagi.Ini merupakan keputusan terberat yabg harus Raga putuskan.Bagi Raga Nia memang sudah menjadi isteri terbaiknya.
"Kamu tega ya Ga.Ternyata benar disini hanya aku yang berjuang dan kamu tidak berjuang sama sekali untukku.Baik akan kuterima keputusan mu itu walau menyakitkan aku Ga."Jawab Nia yang masuk ke kamar.
__ADS_1
Raga langsung pergi tanpa izin lagi,Raga tidak sanggup melihat Nia menangis dengan keputusan yang dia ambil,Raga meneteskan airmatanya di mobil sambil melajukan mobilnya.
Raga langsung menelpon Astrid dan mencurhatakan semua kesedihannya dengan Astrid.
"Astrid malam ini aku kerumah mu ya,aku ingin curhat."Jawab Raga di telpon.
"Oke,mendengar itu Astrid langsung siap-siap untuk menyambut kedatangan Raga.Betapa tidak senangnya hati Astrid cowok yang dia kejar salama ini rela melepaskan istrinya yabg dia sukai demi dirinya,Astrid tidak akan menyia-nyiakan semua itu."
"Astrid aku sudah melepaskan Nia dengan orang lain,aku tidak bisa melepaskan kamu Astrid.Kamu adalah teman ku dari dulu sulit bagi kita untuk terlalu berjuahan,sedangkan Nia sakit melihat kita selalu bersama.Dari pada batinnya terus tersiksa dengan ulah kita aku merelakan dia pergi Trid."Dengan mengusap air matanya.
__ADS_1
"Keputusan kamu itu benar kok Ga,gapapa mungkin dia akan bahagia dengan lelaki yang sangat mencintai dia.Ayo kita masuk dan akam ku buatkan teh hangat untuk mu malam ini."Pinta Astrid.
"Oke baiklah."Raga langsung masuk ke dalam rumah Astrid.
Setelah teh nya sudah jadi.
'minumlah dulu Ga,mungkin kamu lelah seharian.Apakah kamu mau nginap disini?"Tanya Astrid.
"Mungkin nggak deh ,Trid.Aku akan pulang saja aku sudah merasa cukup baikkan setelah curhat dengan kamu.Makasih ya."Raga mencoba tersenyum kepada Astrid.
__ADS_1
Sedangkan Nia bingung kenapa Raga bisa seperti itu,sudah hampir subuh dan Nia masih terus saja menangis.Bagi Nia kebahagiannya ada pada Raga bukan lelaki lain,padahal Nia rela melakukan apa saja tetapi ini hasil yang ia terima.Sungguh kejam kau Ga!!!