
Sejak kejadian tadi,saat sampai di rumah Raga selalu mulai merebahkan badanya ke kasur empuknya.Sesekali Raga kesal dan mulai memukul-mukul bantal gulingnya.Raga mulai tidak bisa mengkontrol emosinya.Kegilaannya semakin menjadi-jadi membuat siapapun yang didekat dia akan bingung,kenapa Raga bisa sebegitu frustasinya.
Lalu,Raga mengambil telponnya.Raga mulai menghubungi Nia.Dan berbicara ngelantur.
"Haloo,Sayang pulang yah.Pulang."Seketika Raga menangis dan tiba-tiba tertawa dengan sendirinya.
Mendengar kengelanturan Raga,membuat Nia khawatir akan apa yang terjadi pada Raga saat itu.Lalu,Nia mencoba menghubungi pembantunya untuk melihat keadaan Raga saat ini.
"Halo,Bik.Tolong lihat keadaan tuan Raga sekarang."Jelas Nia pada pembantunya.
"Baik,Non."Jawab pembantunya.
Setelah mendengar berita tentang keadaan Raga saat ini,Nia meninggalkan Wahyu yang sedang berbicara pada dari tadi.
"Maaf Yu,sepertinya perbincangan kita,kita lanjut lain kali saja.Sekarang saya harus pergi."Jelas Nia pada Wahyu yang langsung mencari tasnya dan langsung pergi.
"Kamu mau kemana Nyakk,Mari aku antar.Apakah sebegitu pentingnya?sampai-sampai kamu buru-buru."Tanya Wahyu kepada Nia.
"Maaf Yu,ini penting.Untuk saat ini kamu tidak bisa ikut campur urusan ku.Maafkan aku jika bersikap lancang."Nia langsung pergi dan mencari Taxi yang lewat.
__ADS_1
"Pak,pergi ke prumahan Gazata."Perintah Nia kepada supir taxinya.
"Baik,Nyonya."Jawab pak supir taxi dan mulai melajukan kendaraannya.
Setelah sampai dirumah Raga,Nia langsung berlari menuju kamar Raga.Dan mencoba mengetuknya sebab kamar Raga yang terkuci dari dalam,membuat seorang pun tak dapat membukanya,kecuali Raga.
"Mas,ini aku Nia.Kamu kenapa begini sih mas?" Tanya Nia dari depan pintu yang terkunci.
Tetapi,Raga masih saja tetap tidak membuka pintunya.Ini merupakan bujukan terakhir bagi Nia,jika Raga masih saja tidak membukanya mungkin Nia akan membiarkan Raga untuk sendirian dahulu,mungkin dengan dia berada sendirian mampu menenangkan pikirannya.
"Baiklah Mas,Jika memang Mas tidak mau membuka pintunya lebih baik aku pulang saja."Ancam Nia kepada Raga,agar Raga mau membukakan pintu untuknya.
Tak lama kemudian,Raga mulai membuka pintunya dan memeluk Nia.Raga mulai mengajak masuk Nia kedalam kamarnya.Raga memeluk Nia dengan begitu rindunya.
"Hei,jangan kayak gini lagi ya Mas.Kan Mas sudah tua masak kamarnya diberantakin sih.Kasian bibiknya."Jelas Nia dengan lembutnya sambil memandangi mata Raga yang melihat dia tiada hentinya.
"Sayang,aku tidak mau kehilangan kamu.Kamu milikku seutuhnya.Jangan pergi sayang."Jelas Nia pada Raga.
Mendengar pernyataan Raga tadi membuat Nia tidak tega untuk meninggalkannya malam ini.Hari ini Nia akan berusaha melakukan tugasnya sebagai istri yaitu merawat Raga.
__ADS_1
"Sayang,malam ini aku tidak akan meninggalkanmu.Kamu belum makan kan?"Tanya Nia pada Raga.
"Belum."Sambil menggelngkan kepalanya yang tidur di kaki Nia.
"Baiklah,aku akan memasakkan kamu dengan makanan spesialmu."Jawab Nia dengan sedikit memindahkan kepala Raga ke bantal.
Tetapi,Raga menahan tangan Nia.
"Jangan pergi temani aku,aku tidak mau menyia-nyiakan bersamamu seditikpun itu.Kamu sangat berharga bagiku."Jelas Nia
Lalu,Nia pun mengurungkan niatnya dan menyuruh Pembantu Raga untuk menyiapkan makanannya yang nanti kalau sudah selesai diantar ke kamarnya.
#Holaaa,readerskuu...ππjangan lupa like,komen,vote dan love tahhhh....ππ
Dan jangan lupa juga baca novel dan chat storynya author yahh,yang nggak kalah serunya.
1.Wanita Terhebatku
2.Pertama Bagi Nara
__ADS_1
3.Misteri Kamar sebelah
4.Kisah Hidupku