
Entah setelah hampir berjam-jam Nia mulai menghabiskan waktunya dengan merenungkan sesuatu hal yang menyangkut tentang hubungan Raga dan Dirinya.Nia berpikir kalau memang Raga tidak bisa mencintai Nia sepenuh hatinya lebih baik Nia mundur sekarang sebelum perasaan sayang tumbuh dengan suburnya di hatinya.
"Baiklah akan aku putuskan,untuk bercerai dengan Raga."Sambil menatap pepohonan di luar jendela.
Lalu Nia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Raga untuk membicarakan keputusan Nia yang sudah dia putuskan dan pikirkan dari selama berjam-jam.
Sulit bagi Nia untuk mengambil keputusan ini,sebab ada banyak hati yang kecewa dengan keputusannya ini yaitu, ibu dan Pak Reno papanya Raga.Ibu dan Pak Reno sangat mendukung pernikahan mereka berdua.Tetapi percuma jika hati Raga masih tetap saja tidak bisa mencintai Nia.Apalah arti pengorbanan Nia selama beberapa bulan ini.Nia sudah berusaha sesabar mungkin untuk menghadapi sikap Raga.Sebenarny sebuah kesabaran itu tidak ada habisnya.Entah mengapa Nia sudah tidak tahan lagi dengan sikap Raga.
Setelah sudah berhasil mengajak Raga untuk bertemu di salah satu cafe,Nia mulai bersiap-siap untuk menemui Raga di salah satu Cafe Xxx yang mereka sudah tentukan.
Nia mulai menarik nafas sejenak untuk masuk kedalam cafe untuk bertemu dengan Raga.Nia harus bisa mengatakan ini walau sangat berat bagi dirinya.Tetapi,ini demi kebaikan Nia dan Raga.Agar kami dapat bahagia bersama orang-orang yang kami cintai.Biarlah kisah Raga dan Aku berakhir dalam waktu singkat.Mungkin Raga dan aku bukan ditakdirkan berjodoh.
Setelah sampai dimeja.
__ADS_1
"Hai Ga."Nia berusaha menunjukan senyumannya kepada Raga.
"Hei,mau pesan makanan apa?"Tanya Raga sambil memanggil pelayan restaurant.
"Samain aja."
"Oh oke.Pesan ini ya mbak."Menunjukan kepada pelayan.
"Ehmm..."Nia ingin memulai bicara kepada Raga kenapa Nia mengajak Raga ketemuan hari ini.
"Gini Ga,ada hal yang ingin aku katakan padamu.Penting bagiku tapi aku tidak tau apakah ini penting tidak.bagimu."Nia mulai agak sedikit tegang dan hampir saja air matanya mau menetes.
"Bicaralah,aku akan mendengarkannya."Raga mencoba mendengarkan.
__ADS_1
"Ehmm...aku sebenarnyaa.."Pembicaraan Nia terpotong oleh seorang pelayaan yang memberikan pesanan kami yang sudah siap.
"Ini makanannya."Pelayan pun langsung pergi meninggalkan Nia dan Raga.
"Kamu mau apa Nia?"Tanya Raga dengan rasa penasaran.
"Gini Ga,aku rasa hubungan kita sudah tidak bisa di pertahankan lagi.Aku sadar kamu memang nggak bakal bisa untuk mencintai aku sampai kapanpun.Aku sudah berusaha berjuang sendiri,apakah kamu tau jika hanya berjuang sendiri itu hanya aka sia-sia.Semua percuma kan Ga.Mencintai tanpa dicintai.Cintaku bertepuk sebelah tangan Ga,sakit rasanya.Aku sakit Ga melihat kamu selalu perhatian dengan pacarmu itu,aku sakit Ga melihat kamu nggak pernah pulang kerumah dan nginep di rumah pacarmu itu.Dan satu hal yang kamu harus tahu Ga.Aku Mulai Mencintai Kamu,sejak kamu perhatian dengan aku!Tapi,sudahlah lupakan semuanya kan Ga😄(Nia mencoba tersenyum dengan air mata yang terus menetes di mukanya).Sebentar lagi kita akan bebas,kamu bebas Ga ayolah bahagia dong.Kita akan berpisah lo.Jadi come on kita manfaatkan hari ini sebagai makan bersama kita pertama dan mungkin akan jadi terakhir😊.Maaf ya,selama ini aku sudah repotin kamu.
"Lo gila ya Nia,kamu nggak mikirin perasaan aku?apa kamu pikir cuma kamu sendirian yang menderita.Aku juga Na.Asal kamu tahu kenapa aku tiba\-tiba berubah dan perhatian kepada kamu itu karena aku mulai sayang sama kamu Na.Aku rela pulang malam\-malam demi kamu Na.Disini aku terkekang Na.Aku juga mencintai Mu Na.Apakaah kamu sebodoh itu?Ha!.
AKU TIDAK TERIMA MAU BERPISAH DARI KAMU DAN TIDAK AKAN ADA PERCERAIAN DIANTARA KITA!!!".Raga langsung pergi meninggalkan Nia dan masuk kedalam Mobil.
"Ga,tunggu sebentar."Nia mencoba menyusul Raga dan mengetok-ngetok kaca mobilny tapi Raga pergi meninggalkan Nia.
__ADS_1
Entah apa yang harus Nia rasakan sedih atau kah bahagia,setelah mendengar pengakuan dari Raga bahwa mereka saling mencintai.