Sekarang Kamu Milikku

Sekarang Kamu Milikku
Ini Freak


__ADS_3

Entahlah Nia heran dengan sikap Raga yang berubah secepat itu,akan tetapi Nia senang.Tiba-tiba.


'Sayang,aku takut tidur sendiri temani aku yah yah?"Pinta Raga yang aneh banget.


"Kamu kenapa Ga?Kok jadi manja banget ya?Biasanya kamu tidur sendiri saja tidak apa-apa kok?"Gumam Nia.


"Ya sudah deh,tidak usah."Dengan muka marah,Raga kembali ke kamarnya dan menutup pintu Nia dengan cukup keras.


"Ya ampun,kenapa dia jadi seperti anak-anak ya?"Tanya Nia pada hatinya.Dengan rasa sabar,Nia mencoba mengetuk pintu Raga.Nia tidak ingin Raga marah,sebab Nia baru saja bahagia atas berubahnya Raga.Nia ingin menghargai perubahan Raga,walau sedikit berlebihan dan jatuhnya kemanjaan.Yah,seperti ini.


"Raga,Ga.."Ketuk Nia beberapa kali di pintu kamar Raga.


Sudah beberapa kali,tetapi Raga masih saja tidak membuka pintu dan menyahut.


"Raga sayangg,ayolah aku tadi cuma bercanda.Buka dong.Iya aku temani kamu tidur malam ini."Jelas Nia.


Tak lama,Nia mendengar suara pintu yang terbuka.Dan Raga menyuruh Nia untuk masuk.


"Masuk."Jawab Raga singkat.


"Hei,kamu masih marah ya?"Tanya Nia pada Raga sambil masuk ke kamar Raga.


"Ehe."Jawab Raga singkat.


"Oke,kalau kamu masih marah aku keluar aja deh.Untuk apa aku temani seseorang yang kesal kepada ku."Jawab Nia sedikit mengancam.


"Hei,sayang hayolah.Jangan balik ngambek kenapa sih?Aku tu butuh perhatian kamu."Dengan muka ngambeknya Raga.

__ADS_1


"Khhhahah...iya sayangkuu,bayi besarkuu."Ledek Nia,sambil duduk di kasur Raga.


"Malam ini,kamu milikku."Gumam Raga.


"Maksud kamu apa?"Tanya Nia.


"Hayolah."Pinta Raga.


"Hedeh ternyata benar yang diduga Nia."


Akhirnya Nia menuruti Raga untuk melakukan kewajiban istri sebagai mana semestinya.Malam itu adalah malam yang sangat bahagia bagi Nia dan Raga.


Setelah selesai,Nia mulai membersihkan diri dan juga Raga pun sebaliknya begitu pula.Mereka langsung istirahat untuk memejamkan mata mereka sejenak dari rasa kantuk karena ulah Raga yang membuat Nia harus begadang dan merasakan sakitnya.


***


Pagi hari yang cukup indah,laki-laki yang dulu sama sekali tidak mencintai dia,sekarang mulai menyayanginya.Saat bangun Nia sudah memendangi wajah Raga.


"Iya,sudah dari tadi."Jawab Nia.


"Ehmss yang semalam,sakit nggak?Tapi makasih ya."Tanya Raga sekaligus berterima kasih.


"Banget,iya apa sih yang nggak buat kamu sayang?"Jawab Nia.


"Unchhh,mau lagi."Pinta Raga dengan guraun.


"Apaan sih,masih sakit taukk."Jawab Nia.

__ADS_1


"Maaf ya,nanti akan hilang kok."Jwab Raga.


"Iya,sayangg.Kamu nggak kerja?"Tanya Nia.


"Nggak,soalnya mau temani istriku full di rumah hari ini.Besok baru kerja lagi."Jawab Raga.


"Sayang,tahu nggak sih aku rindu kamu saangat-sangat rindu."Sambil memandangi Nia dengan penuh cinta.


"Masak sih,bukan sama si Astrid?"Jawaab Jia dengan ledek.


"Apaan sih,lupakan.Badmood lagi deh akunya."Jelas Raga.


"Iya,iya maaf."Sekarang Nia mulai sering ngejek Raga,soalnya Nia senang kalau Raga marah.Seperti bayi persis.


Setelah selesai berbincang.


"Ga."terhenti karena di potong oleh perkataan Raga.


"Apaan sih,panggil yang romantis kenapa?Masa Ga Ga.Aku saja sudah panggil sayang."


"Gimana aku panggil kamu Saingga."Jawab Nia.


"Apa tu Sayga?" Tanya Raga.


"Ada deh"Sambil pergi keluar pintu.Tiba-tiba Raga menghalang.


"Jawab dulu apa?"Sambil memeluk Nia dari belakang.

__ADS_1


"Sayang Raga"Jelas Nia pada telinga Raga dan mulai meninggalkan Raga.


Raga pun mulai melepaskan pelukannya dan senyum bahagia.


__ADS_2