
Pada pagi hari yang indah ini di sambut dengan begitu indahnya oleh Nia.Karena dia ingin menghabiskan waktu beberapa saat bersama Raga seharian dirumah.Entah semakin kesini perasaan cintanya kembali lagi kepada Raga.Awalnya Nia ingin menemani Raga hanya sampai dia lekas membaik,tetapi ternyata diluar dugaan Nia perasaannya kembali tumbuh dan bersemi.
Dari belakang Raga yang heran melihat Nia melamun di jendela kamarnya.
"Kamu lagi mikirin aku yah?"Tanya Raga dengan gombalnya kepada Nia.
"Apaan sih Mas"Jawab Nia singkat dan mulai beralih meninggalkan Raga.
Tiba-tiba Raga memeluk Nia dari belakang.Tentu saja perlakuan Raga membuat Nia terkejut.
"Awww...aduh Mas,sakit tahu."Jawab Nia sambil merasa kesakitan tangannya.
"Makanya,jangan pergi tinggalin aku lagi dong,aku tidak akan menyia-nyiakan kamu lagi."Jawab Raga dalam dekapan Nia.
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Raga,membuat hati Nia langsung dag dig dug tak karuan.Sesaat Nia termenung saat mendengar itu.Sudah lama sejak mereka menikah sampai bertengkar Raga tidak pernah mendengar kejujuran rasa cintanya kepada Nia.
Tiba-tiba,Raga melepaskan pelukannya.
"Ah,,nanti kamu ke GR an lagi."Jawab Raga singkat dan melepaskan tangannya di pinggang Nia.
"Lah,siapa juga yang ingin dipeluk."Jawab Nia yang mulai kesal kepada Raga.
__ADS_1
Nia langsung pergi meninggalkan Raga
"Heiii...mau kemana sih,hobby deh lari-lari."Tahan Raga.
"Minggir dulu Mas,ahh.!"Kesal Nia pada Raga.
"Cium dulu." Jawab Raga pada Nia dengan mencari kesempatan dalam kesempitan.
"Nggak mau!"Jawab Nia singkat.
Karena kesal dengan syarat Raga,Nia langsung membalikan badannya dan masuk ke kamar mandi.
"Yaudah kalau gitu.!" Jawab Nia singkat dan membalikkan tubuhnya untuk pergi ke kamar mandi.
"Kamu ngapain didalam sih,Yang."Tanya Raga sambil mengetuk-ngetuk pintu dari luar.
Nia tidak menjawabnya sama sekali.Karena kesal dengan sikap Nia yang tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi Raga kesal.
"Jawab nggak sayang,kalau nggak aku ada kunci cadangannya loh atau mau aku dobrak pintunya?"Pinta Raga dengan kesal dan takut Nia kenapa-kenapa di dalam sana.
Tak lama,Nia pun membuka pintu.Raga menyambutnya dengan senyuman.Tetapi,tidak bagi Nia,Nia langsung pergi dan menghempaskan tubuhnya di kasur.
__ADS_1
"Hei,maaf.Janji nggak kayak gitu lagi."Janji Raga pada Nia.
"Kamu sih Mas,kesel deh."Jawab Nia.
"Iya-iya Maaf,kan aku tadi sudah minta maaf ay."Jelas Raga pada Nia.
"Iya."Jawab Nia singkat.
"Masih marah nihhh"Ledek Raga pada Nia.
"Hmmm....tu kan udah senyum ni."Jawab Nia dengan terpaksa.
"Oh ya Mas,aku mau pulang sebentar nanti sore.Soalny baju ak sudah habis."Izin Nia pada Raga.
"Boleh,tapii kamu harus aku yang temani."Jawab Raga dengan tegas.
"Loh kok gitu sih,kan aku nggak akan lari kemana-mana."
"Nggak boleh sayang,ak harus ikut atau kamu tidak boleh pergi kemana-mana."Jawab Raga pada Nia.
"Iiih kesel deh,kamu kok sekarang posesif banget sih."Jawab Nia.
__ADS_1
"Biarin"Jawab Raga dengan singkat.