Sekarang Kamu Milikku

Sekarang Kamu Milikku
Pura-Pura


__ADS_3

Setelah sadar Raga tidak disampingnya,Astrid langsung mencari di setiap sudut rumahnya tetapi tidak menemukan keberadaan Raga.


"Ragaa...sayangg...dimana kamu?"Sambil menyapu habis kesetiap sudut rumahnya.


Tetapi Astrid masih saja tidak menemukan Raga.Astrid langsung mengambil HPnya untuk menelpon Raga.


(Maaf nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan)...Ttuttt....


Astrid kesal karena Raga sudah berani kepadanya,Astrid mencari cara agar Raga tetap disisinya lagi.Astrid punya ide,seperti ide andalannya yaitu pura-pura sakit.Untuk ke dua kalinya Astrid mencoba menghubungi Raga kembali.Ternyata terhubung.


"Sayangg,,,kamu dimana?kenapa kamu tiba-tiba menghilang sayang?"Sambil pura-pura menangis dengan cecegukan.


"Kamu kenapa sayang?come on jangan nangis hayolah."Segera mengambil kunci mobil dan pergi tanpa izin lagi ke Nia.


"Kamu semalam jahat ninggalin aku sendirian."Sambil menangis pura-pura.


"Maaf sayang,aku semalam pulang.Ada hal yang perlu aku selesaikan."


"Kamu yaa..."Dengan nada sedikit marah.


"Maaf,sudah bukalah pintu aku sudah di depan rumahmu."Sambil menuju pintu rumah Astrid.


"Sayanggg...."Langsung memeluk Raga.


"Sudah sudah jangan nangis lagi,sekarang kamu mau makan apa?"


"Sayang badan aku masih kurang enakan,temani aku hari ini ya."


"Iya sayang,maaf ya."


"ehe..."sambil mengangguk.


Raga langsung menuju ke dapur menyiapkan makanan untuk Astrid.

__ADS_1


Setelah makanan sudah siap.


"Astrid sayang...makan dulu ya.Nanti sakitnya parah loh."Sambil membangunkan Astrid yang sedang tertidur.


"Sayang,maaf gara-gara aku kamu jadi begini,aku akan menemani kamu sampai kamu sembuh."Membisikan di telinga Astrid dengan pelan.


"Suapin..."Dengan nada manja Astrid.


"Iya-iya sayang,sini bangun dulu dong."


"Oke."Astrid langsung menarik selimutnya dan berusaha duduk.


Setelah selesai makan Raga langsung mengambil Laptopnya dan mulai mengecek pekerjaannya,walaupun dia tidak rapat tetap dia bisa mengejakan tugasnya melalui via video call.Sementara Astrid masih disuruh terbaring di kasur.


"Sayangg,malam ini temani aku ya."


"Iya,sayang."Melirik ke Astrid lalu,melihat lagi keLaptopnya.


Setelah semuanya selesai,Raga turun kebawah untuk melakukan kegiatan seperti biasanya di saat dia sibuk,yaitu menonton.


"Iya siapp bossku sayang..."


"Oke."Astrid langsung menuju ke kamarny.


***


Di rumah Nia sadar ternyata dirinya tidak begitu penting bagi Raga,baiklah aku akan mundur Ga.


"Semalam,kamu buat aku melayang Ga."


"Tetapi,kenapa kamu pergi begitu saja Ga."Nia mulai meneteskan air matanya.


Dilihat HPnya,tetapi Raga tidak menelponnya,biasanya Raga menelpon Nia.Nia tahu pasti dia lagi sama Astrid lagi.

__ADS_1


Lalu,Nia mencoba menghubungi Wahyu.


"Yu,hari ini sibuk nggak?."Tanya Nia.


"Nggak,kenapa Nia?."


"Temani aku jalan yok,aku badmood banget nih..."


"Kamu kenapa lagi Nia?Baiklah jika jalan dapat membuat mu bahagia,aku akan menemanimu."


"Oke makasih yu,kamu memang sahabat terbaikku."Langsung menutup telponnya.


Tak lama Wahyu pun sampai,dan Nia siap-siap untuk pergi.


"Oke ,sekarang kamu mau kemana tuan puteri?."Tanya Wahyu.


"Kemanapun,aku ikut aja tuan."Sambil sedikit tertawa.


"Oke ,berangkatt..."


Wahyu,bahagia jika melihat Nia bahagia.Walaupun hatinya sakit melihat Nia lebih memilih Raga yang tidak bisa mencintai Nia sepenuhnya.


Setelah sampai ditempat yang dituju,ternyata Nia bertemu dengan Raga dan Astrid.


"Eh kalian disini juga."Tanya Astrid.


"Iya."Jwab Nia singkat.Nia melirik ke arah Raga,dengan mata yang ingin meneteskan air mata.Nia langsung memalingkan wajahnya dari Raga.Terlalu sakit melihat mereka bersama.


"Kita pamit duluan ya,have fun."jelas Nia yang pura\-pura bahagia.


"Kamu nggak apa-apakan Nia?"Tanya Wahyu.


"Ngakk,nggak apa\-apa kok Yu."Sambil mengusap air matanya.Toh percuma Raga tidak akan kembali menyukai Nia walaupun Nia sudah menangis sesembab apapun.

__ADS_1


Lalu wahyu berusaha membuat Nia bahagia dengan berkeliling,akhirnya Nia tersenyum.Sedangkan Raga,masih terpikir dengan Nia.Raga takut Nia menangis lagi seperti malam kemarin.Tetapi,Astrid selalu mengalihkan percakapan mereka agar Raga tidak teringat dengan Nia.


__ADS_2