Sekarang Kamu Milikku

Sekarang Kamu Milikku
Perlahan


__ADS_3

Sementara Raga sibuk menemani Astrid di rumahnya,yang entah apa yang mereka lakukan.Pikiran negatife selalu saja menghantui Nia tentang Raga dan Astrid.Nia hanya bisa tidur terbaring lemas dan muka sembab akibat menangis sudah hampir tiga jam an lebih.


Jam sudah menunjukkan pukul 00.00 WIB tetapi mata Nia masih saja tidak mau terpejam.Tiba-tiba HP Nia bergetar sehingga membuyarkan semua lamunan Nia tentang Raga. Lalu Nia langsung melihat siapa yang Video Call tengah malam begini.


....Tutttt..trretttt..mtrettet...


Betapa terkejutnya Nia melihat,ternyata yang Vc malam-malam begini adalah Raga.Entah apa yang harus dia ungkapkan apakah senang atau sedih atau malah sebaliknya.


Lalu Nia mencoba untuk mengangkat VC dari Raga.


"Halo,kenapa kamu lama banget angkatnya Na?"Tanya Raga.


"Nggak kok,aku tertidur."Jelas Nia yang tak memunculkan wajahnya di depan HP karena takut Raga khawatir kalau melihat matanya yang sembab.


"Muka kamu kemana sih."Tanya Raga dengan suara sedikit pelan,takut di membangunkan Astrid yang sudah tertidur.

__ADS_1


"Males."Dengan nada Nia yang seperti biasanya kalau dia sudah nangis selalu agak sedikit parau.


"Na,kamu nangis ya?"Tanya Raga yang menyernyitkan jidadnya.


"Iihh...apaan sih."Jawab Nia dengan sinis.


"Nia,aku tahu kamu.Kamu itu orangnya mudah nangis setiap ada masalah sekecil apapun pasti kamu menangis.Kalau kamu tidak menangis coba liat muka kamu?"Tantang Raga.


"Apaan sihh,tujuan kamu Vc malam\-malam begini ada apa?Tidak biasanya kamu kalau nginep di rumah Astrid Vc."Tanya Nia dengan nada seperti cemburu.


"Nggak kok,untuk apa aku nangisin kamu.Rugi kali yee."Jelas Nia .


Lalu Raga langsung memutuskan sambungan VCnya.Nia pun sedikit terkejut apakah Raga marah sama Nia gara-gara Nia tidak mau menongolkan wajahnya.


Tiba-tiba suara mobil Raga sudah terdengar dan Raga terus mengklakson mobilnya supaya Nia membuka pintu pagar.

__ADS_1


Nia kebingungan,Nia takut ketahuan bahwa dia ternyata benar-benar menangis tetapi Nia bingung kalau dia tidak turun dan membukakan pintu bisa-bisa mau tidur dimana Nia kalau Raga marah.Toh ini memang rumah Raga,aku tidak berhak untuk tidak membukakan pintu.Lalu Nia langsung membuka pintu dan membukakan kunci sekaligus pagar,agar mobil Raga bisa masuk.


Setelah mobil Raga bisa masuk,Nia langsung cepat-cepat ingin kembali ke kamar dan tidak ingin menemui Raga dalam keadaan mata sembab.


Tetapi,apa yang bisa Nia lakukan.Raga menutup pintunya sehingga aku tidak bisa masuk kedalam rumah.Raga memegang tangan aku dengan erat berhubung di luar pencahayaanya kurang terang jadi Raga belum melihat mata sembabku.Tetapi,setelah sampai di dalam rumah.Raga membalikkan badannya dan melihat kearahku dengan tatapan sedikit marah karena aku mencoba berbohong kepadanya.


"Na,maksud kamu apa sih membohongiku seperti ini?"Tanya Raga yang melihati mataku.


"Nggak kokk..."Nia menjawabnya dengan terbatah\-batah.


"Kamu nangis sudah berapa jam hah?sampe mata kamu sembab begitu."Tanya Raga.


"Nggak kok,aku cuma kelilipan."Jawab Nia yang sama sekali tidak berani menatap Raga.


"Aku capek."Jelas Raga kepada Nia dan langsung melepaskan tangannya di pundang Nia.Raga langsung menuju kamarnya.Raga takut ketahuan sama Nia bahwa sebenarnya dia sangat khawatir kepada Nia dan takut ketahuan Raga mulai ada rasa kepada Nia.

__ADS_1


Setelah melihat Raga yang bertingkah aneh,Nia pun langsung masuk ke kamar.Nia senang banget Raga pulang malam ini hanya karena khawatir akan keadaanya.


__ADS_2