
pada saat itu, tepat di hari sabtu malam tanggal 10 Juni, vika merayakan ulang tahunnya yang ke 18. dengan mengadakan pesta ulang tahun yang cukup meriah dan terkesan mevvah dengan bertemakan "pool party" di sebuah hotel di bilangan jakarta selatan.
di hiasi lampu gemerlap dan berwarna warni di sekitar tepi kolam dan alunan musik yang merdu dari band pengiring yang sedang membawakan sebuah lagu dari ten to five dengan judulnya happy birthday.
vika mengundang seluruh teman sekelasnya dan beberapa teman yang beda kelas dengannya pun termasuk arsen turut hadir untuk memeriahkan acara ulang tahunnya itu.
saat itu hubungan arsen dan vika hanya sebatas teman. meskipun dari awal vika sudah mengagumi sosok arsen, yang menjadi primadona di sekolahnya.
bagaimana tidak, arsen yang memiliki wajah ganteng, kulit putih bersih, alis tebal dan badan yang tinggi dan tegap, membuat semua perempuan di sekolahnya menyukai dirinya.
apalagi arsen memiliki kemampuan yang sangat menonjol di bidang matematika, yang membuat perempuan satu sekolah tergila gila dengannya bahkan guru guru disekolahnya pun bangga terhadap kemampuan nya.
namun arsen yang saat ini, jauh lebih ganteng dari waktu semasa sekolah. karena saat ini arsen memiliki badan yang atletis, perutnya yang six pack karena saat ini ia lebih rajin fitness dan sangat menjaga pola makan agar badannya tetap terlihat menarik. mungkin itu salah satu alasannya kenapa vika hingga saat ini masih tergila gila padanya.
pada malam acara ulang tahunnya itu, vika sangat cantik dan mempesona dengan balutan dress tanpa lengan berwarna merah, dengan panjang 5cm di atas lutut dan rambut tergerai lurus namun sedikit di curly hanya bagian bawah rambutnya saja agar terlihat ombre, yang membuat penampilannya makin sempurna. Apalagi wajah cantik nya di makeup minimalis dengan tambahan lipstik berwarna nude yang membuatnya semakin cantik dan terlihat anggun. Dan tak lupa sepatu high heels yang juga senada dengan warna bajunya.
arsen yang baru saja memasuki area acara tersebut, matanya langsung mencari sosok yang ia tuju.
"Happy birthday vik, wish you all the best dan kamu sangat cantik malam ini... Aku suka." Kata arsen sambil berjabat tangan dengan vika cukup lama karena sangking terpesona dengan perempuan yang ada di hadapannya.
"Makasih ya, kamu udah sempetin datang kesini. Oh iya, kamu sendiri atau sama pacar kamu?"
"Aku jomblo vik, jadi sendirian aja kesininya. Kamu mau daftar?" tanya nya masih sambil memegang tangan vika.
"Daftar jadi pacar kamu maksudnya?" Jawab vika dengan senyum tersipu malu.
"Iya vik. kalau kamu yang daftar sih bakal aku terima kok."
"Ok, nanti aku bikin CV nya dulu ya, buat ngajuin daftar jadi pacar kamu."
__ADS_1
"Nanti aku bantuin deh vik, bikin CV nya." Canda nya.
Malam semakin larut semakin meriah. Alunan musik yang dari awal slow menjadi pop rock.
Ada yang asik ngobrol dengan pacarnya di tepi kolam, ada yang asik mencicipi makanan yang di hidangkan, ada juga beberapa cowok yang menggoda vika.
Meskipun kalau saja vika berpenampilan biasa saja, kecantikannya pun sudah terpancar. Apalagi dengan dandanan seperti ini, cowok mana sih yang bisa nolak.
Tak terasa waktu terus berjalan, dan malam sudah makin larut. Tepat pukul jam 00.00 Wib acara selesai.
Beberapa dari tamu undangan, ada yang sudah pulang lebih awal sebelum jam 12 tiba. Ada juga yang mengikuti acara hingga selesai, baru setelah itu mereka beranjak meninggalkan tempat tersebut.
Namun hanya 1 cowok yang masih menikmati minumannya, terduduk di kursi tepi kolam dengan segelas cola di tangannya.
Dia adalah arsen. Entah kenapa arsen tidak juga beranjak dari tempat itu, meskipun teman temannya yang lain sudah pulang dari acara itu. Apalagi acara sudah usai, band pengiring pun sedang siap siap mengemasi peralatan musiknya.
Vika pun melihatnya dari kejauhan dan mengahampiri arsen yang sedang asyik dalam lamunan nya.
"Eh vik, aku lagi malas pulang."
"Loh kenapa? Kamu ada masalah di rumah?"
"Enggak sih, habis bidadarinya masih disini. Di depan aku. Kamu cantik vik." kata arsen yang kembali menggombal sambil membelai wajahnya.
Vika merasakan jantungnya berdegup lebih cepat saat arsen membelai wajahnya.
Dia tak menyangka, sosok yang selama ini dia kagumi, bisa sedekat ini dengan dirinya sampai menyentuh nya dengan lembut.
Malam ini, malam yang sangat indah bagi vika.
__ADS_1
Mungkin juga bagi arsen.
"Sen, ngobrolnya di dalam aja yuk, gak enak sama pihak acaranya yang lagi beberes bekas pesta tadi. Lagi pula kita ngobrolnya jadi gak leluasa."
Arsen mengiyakan ucapan vika. lalu mereka menuju lobby hotel, untuk melanjutkan obrolan mereka. Membicarakan hal hal yang tidak penting sebenarnya. Namun vika tetap dengan senang hati meladeni pertanyaan pertanyaan yang tidak penting darinya, karena yang terpenting menurut vika, bisa dekat dan ngobrol bareng dengan cowok yang ia taksir, membuat vika sangat amat bahagia.
Selama arsen sedang membicarakan sesuatu, vika hanya fokus melihat wajahnya yang ganteng, yang sering ia pandang diam diam saat di sekolah, namun akhirnya vika bisa melihat parasnya sedekat ini.
Arsen pun terkesima dengan kecantikan vika. Selama ini dia tak menyadari bahwa ternyata vika secantik ini dari dekat. Apalagi bibir tipis yang semakin terlihat sexy.
Ingin sekali arsen mengecup lembut bibirnya itu dan merasakan pelukan darinya.
Saat arsen meraih ponselnya dari kantong celana dan melihat jam yang tertera di layar handphone tersebut yang sudah menunjukan pukul 01.15 Wib. mereka tak menyadari bahwa waktu terus berjalan karena sangking keasikan ngobrol.
"Hah, jam 1 lewat? Pantesan mata gue kayak udah mulai lengket banget nih vik." sambil mengejap ngejapkan matanya untuk menahan rasa kantuk.
"Iya sen, gue juga udah mulai ngantuk pengen ganti baju juga dan hapus makeup. gimana kalau besok kita lanjut ngobrolnya lagi?"
Namun tiba tiba tanpa ada angin dan hujan, arsen mendekatkan wajahnya ke vika, dengan sangat dekat lalu mengecup bibirnya dengan lumatan yang sedikit agresif.
"Aku mau terus sama kamu sayang." kata arsen sambil membisikkan ke telinga vika.
vika yang masih panik dengan ciuman arsen secara tiba tiba dan mendengar apa yang ia bisikan ke telinganya, membuat nafsunya sedikit tak terkontrol.
Vika pun juga membalas ciuman itu dengan lumatan lembut dan mereka pun saling beradu lidah.
Sepertinya mereka berdua tidak bisa melewatkan malam ini begitu saja. Apalagi besok sekolah masih libur.
"Kamu mau ikut ke kamarku?"
__ADS_1
tiba tiba saja vika mengucapkan kalimat itu yang sebenarnya juga sedang di tunggu tunggu oleh arsen.
Kesempatan itu tiba.........