Selingkuhan terbaik

Selingkuhan terbaik
cinta segitiga


__ADS_3

hubungan arsen dan ayla sudah semakin dekat layaknya orang pacaran. dan secara intens arsen sering mengajak ayla untuk sekedar makan siang, nonton, atau sekedar ngobrol di cafe cetarbaks setiap pulang ngampus.


tak terasa kedekatan mereka sudah terjalin selama 6 bulan. Arsen sudah mengatur siasat dan menyusun untuk menyatakan cintanya kepada ayla. dan tentunya di bantu oleh dua orang kawannya kevin dan benny.


dengan membeli sebucket bunga mawar merah dan menyiapkan tempat untuk dinner romantis berapa ayla. dan tentunya menyiapkan mental kalau seumpama ayla menolak cintanya.


setelah membuat janji untuk bertemu dengan ayla, arsen dengan menggunakan stelan blazer warna coklat muda,kaos polos warna putih di dalamnya, dan sepatu yang baru saja ia semir agak terlihat kinclong. dan tentu tambahan pomade agar rambutnya lebih terlihat klimis dan makin manis.


malam itu arsen sangat mempesona. apalagi pakaiannya yang menunjang kegantengannya.


sebenarnya kalau saja arsen hanya memakai kaos oblong dan rambut sedikit acak acakan saja sudah terlihat gantengnya. tapi sengaja malam ini ia harus berpenampilan menarik karena malam ini, malam terpenting bagi dirinya. mungkin juga dengan ayla.


setelah sampai di restaurant mejiku, yang merupakan tempat arsen mengadakan dinner romantisnya bersama ayla, arsen menarik sedikit kursinya ke belakang untuk mempersilahkan ayla duduk.


"silahkan duduk nona cantik" godanya.


memang malam ini ayla juga tak kalah terlihat sangat menawan. dengan memakai dress tanpa lengan berwarna merah, dengan panjang sedikit di atas lutut, rambut di gerai terurai dan makeup yang minimalis namun sangat terlihat manis. tentunya dengan sepatu flat shoes bewarna merah maroon yang membuat senada dengan pakaiannya.


lalu di tengah makan malamnya bersama, tiba tiba arsen meminta izin untuk pergi sebentar untuk kembali ke mobilnya dengan berdalih, mengambil dompetnya yang tertinggal.


namun kembalinya arsen mengejutkan ayla. karena di tangannya pria tersebut memegang sebucket bunga yang harum dan indah untuk di berikan kepada ayla.


ayla terpana melihatnya sekaligus bahagia dengan hal ini.


"ay sengaja aku kasih bunga ini untuk kamu, semoga kamu suka. sebenarnya bunga ini juga untuk sebagai simbol rasa sayangku sama kamu ay. aku sayang kamu kamu ay. aku pengen kamu di sisi aku terus. aku pengen kamu jadi pa---"


belum selesai arsen mengungkapan isi hatinya, namun ayla segera mengambil bucket bunga itu dari tangannya dan langsung memeluk pria itu yang masih terpaku atas balasan sikap ayla kepadanya.


tentu arsen merasa bahagia dan bangga, usahanya untuk mengambil hati ayla tidak sia sia.


arsen mengecup pipi ayla yang tengah sedang memeluknya lalu membisikkan,


"jaga hati aku ay. karena cuma ayla jenita adnan yang aku sayang." bisiknya


"aku janji sen" katanya sambil tetap memeluk.


tapi entah kenapa ayla meragukan kata janjinya yang barusan ia ucapkan, karena sampai saat ini sepertinya masih sulit untuk bisa komitmen dengan 1 pria. meskipun di lingkungan kampus hanya arsen lah pria yang satu satunya dekat dengannya, tapi di luar itu, ayla juga mendekati pria yang ia kenal di lingkungan rumahnya.


*********************


"aylaaaaaaa, bangun nak sudah jam 7 pagi." teriak mamanya dari luar kamar sambil menggedor pintu supaya ayla cepat bangun dari tidur lelapnya.


"Hoaaaammmmm.... rasanya malas sekali untuk beranjang dari ranjangku ini. kalau saja tidak ada arsen di kampusku, mungkin hari ini mending aku bolos kuliah aja. karena sampai saat ini hanya dialah penyemangatku." gerutu ayla dalam hati.


tiba tiba ponsel ayla berdering "kriiiiiiiiiiiiiiing kriiiiiiiiing"


ketika melihat handphone nya, "ternyata alarm ku yang berbunyi." tapi setelah dia melihat layar handphone sekali lagi, jam masih menunjukan pukul 5.30 pagi!!!

__ADS_1


"mamaku selalu begitu, setiap kali aku berpesan untuk di bangunkan jam 7 pagi, pasti mama membangunkanku dengan bilang, kalau waktu sudah menunjukan jam 7. padahal ternyata masih kurang 1 jam setengah lagi. mungkin supaya anaknya bisa bangun lebih awal, tapi tak apalah supaya aku bisa mandi tanpa terburu buru dan berduaan dulu sama arsen sebelum masuk kelas".


" ay, nanti kamu bareng pak iwan ya. jangan keseringan sama arsen terus. nanti malah merepotkan dia. dan pak iwan kan sudah papa bayar buat antar jemput kamu." kata papaku sambil menyeruput kopi dan rokok di tangan kanannya.


sesampainya di kampus, ayla langsung bergegas menuju kelasnya arsen yang berada di Lt. 2.


namun pada saat itu mata kuliah belum di mulai karena masih setengah jam lagi.


hanya beberapa orang yang berada di kelas. namun tak ada arsen di dalamnya.


Ayla mengambil ponsel dan menghubungi pria kesayangannya itu namun tidak terjawab selama berkali kali.


"apakah dia gak masuk hari ini? tumben tumbennya jam segini belum datang." gumam ayla dalam hati dengan perasaan resah.


padahal biasanya dia pun sering datang lebih awal untuk sekedar mengajakku ngobrol atau menemani dia sarapan di caffe cetarbaks tempat langganan arsen dan teman temannya berkumpul. bukan hanya arsen and the gank aja sih yang sering kumpul disitu, kebanyakan teman teman kampusku yang lain sering nongkrong atau sekedar Wifi an gratis di caffe tersebut. karena letak nya pun tak jauh dari kampus kami.


ayla mencari kesekeliling kampus, dan sudut sudut kampusnya. namun masih tidak terlihat sosok yang di carinya.


namun ada 1 tempat yang belum dia datangi.


"oh iya gue belum nyari di taman belakang. coba deh gue samperin kesana."


ayla melihat 2 sosok cowok dan cewek yang duduk membelakangi ayla dari kejauhan.


setelah dia lihat dengan seksama, ayla merasa mengenali postur tubuh dan jaket yang di kenakan oleh cowok tersebut.


namun ayla sambil bersembunyi di belakang pot tanaman besar agar tidak terlihat 2 orang tersebut.


"tapi aku maunya kamu sayang, aku sayang tulus sama kamu. apapun sudah aku berikan! apapun itu yang kamu mau. tapi apa balasan kamu! kamu hianati perasaanku, kamu kecewakan aku, dan lebih parahnya kamu pengen aku ngejauhin aku."


kata seorang wanitanya dengan suara menangis tersedu sedu.


"maafin aku. tapi dari pada membuatmu harus menungguku terus menerus lebih baik kita akhiri ini, dan maafin atas segala kekhilafan yang aku lakuin sama kamu."


tapi...... plaaaaaaak! tiba tiba wanita itu mendaratkan tamparan keras ke pria yang di sebelahnya.


"dasar bajingan!!! gue sumpahin atas rasa sakit ini, supaya lo dapat balasan atas semua perlakuan lo ke gue."


setelah menampar pria tersebut, wanita itu langsung berlari meninggalkannya sambil menyeka air mata yang terus mengalir di pipinya.


sungguh ironis sekali nasibnya.


"semoga aku tidak merasakan hal itu. semoga arsen adalah cowok terbaikku." harapku dalam hati.


sementara ayla tetap dalam persembunyian dengan membungkukan badannya sambil setengah berjongkok. karena takut terlihat keberadaan nya oleh mereka.


meskipun begitu, ayla sempat melihat wajah wanita tersebut dengan sepintas.

__ADS_1


"aduh malu gue kalo sampe ketauan nguping pembicaraan mereka"


akhirnya ayla membenarkan posisi "bersembunyi" lagi. tapi pria itu masih terduduk di kursi itu sambil menunduk seperti orang lesu.


tapi tidak lama kemudian, pria itu beranjak dari kursinya namun ayla hanya melihat kaki pria itu berjalan ke arah keluar.


"huufffft ampir aja gue ketauan, untung mereka gak ngeliat gue" kata ayla seraya mengelus dada karena masih deg degan takut persembunyiannya terlihat.


ayla pun mencoba kembali menghubungi arsen, dan beberapa detik kemudian....


"halo sayang, kamu dimana ay?"


"loh kok kamu yang malah tanya. harusnya aku yang dari tadi cariin kamu sampe ke taman belakang tapi gak ada. kamu ngampus gak sih yang?"


WHAAAAAAAT!!!! arsen langsung tersentak kaget.


bisa mampus kalo dirinya sampe di ketahui ayla kalau dirinya lah, yang tadi sedang berada di taman belakang bersama vika.


dia mencari cara agar ayla tidak curiga. akhirnya jaket yang arsen gunakan tadi, ia lepas. langsung dengan cepat ia taruh di bagasi mobilnya.


sepatu yang tadi ia kenakan pun, ia tukar dengan punya sahabatnya. kevin.


"nanti kita ketemu pas selesai ngampus ya. di tempat biasa aku tunggu yang. cafe cetarbaks."


arsen langsung menutup teleponnya.


"hallo vin, lo dimana? gue butuh bantuan lo!"


setelah bernegosiasi dengan kevin, untuk menukar sepatu miliknya dan milik arsen, akhirnya kevin pun mengiyakan permintaan sahabatnya itu. meskipun kevin merasa jijik harus bertukar sepatu dengan arsen, karena menurutnya sepatu arsen sedikit bau terasi. ya mungkin karena arsen yang malas untuk ganti kaos kaki.


"duh jadi bau terasi nih kaki gue. bakal gak ilang ilang sampe setahun baunya"


"ah bawel lo, abis pake sepatu gue ya lo rendem aja pake pewangi baju kek. supaya ayla gak ngeh kalo cowok yang tadi itu gue. nanti gue traktir kopi sama rokok deh."


sebelumnya arsen sudah menceritakan kepada dua kawannya kevin dan benny tentang kisah hubungannya dengan vika dari awal perkenalan sampai saat ini.


"vika lo putusin sen? jahat lo brengsek! mending kasih gue."


"emang lo pikir vika piala bergilir yang abis dari gue, ke lo nanti abis itu ke benny juga? gila lo. cari yang lain lah." sambil menoyor kepala kevin.


vika memang sampai saat ini belum mengetahui, kalo sebenarnya arsen sudah resmi berpacaran dengan gadis pujaannya ayla yang juga satu kampus dengannya. tapi karena rasa marah kecewanya vika atas perlakuan arsen kepadanya, vika akan mencari tahu alasan arsen menyia-nyiakan dirinya.


mungkin dendamnya kepada arsen akan segera terwujud.


"kamu tunggu arsen. kita tunggu tanggal mainnya. kamu gak bisa seenaknya sama aku!"


katanya dengan tangan mengepal keras dengan emosi yang membuncang di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2