
sambil tangan kanannya arsen merangkul pinggang vika, lalu memasuki pintu lift hotel yang telah terbuka. vika menekan tombol Lt. 5 untuk menuju kamarnya yang telah ia sewa untuk semalam.
saat di dalam lift, mereka melanjutkan ciuman tersebut dengan nafsu yang membara. memang saat itu di dalam lift hanya ada mereka berdua, namun arsen dan vika pun tak memperdulikan kalau saja ada cctv yang menempel di lift tersebut.
mereka sudah larut dalam nafsu. yang akan berujung ke ranjang. malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk mereka berdua.
sesampainya mereka di kamar, arsen dengan agresifnya langsung melucuti pakaian vika sampai benar benar tak ada sehelai benang pun di tubuhnya.
aksi panas mereka di ranjang pun terjadi. sebenarnya walaupun vika menikmati "aksi" tersebut, tapi dengan sangat berat hati, ia merelakan virgin nya diambil oleh arsen untuk yang pertama kali dalam hidupnya.
apalagi pada saat itu arsen dan vika belum ada hubungan yang spesial di antara mereka. arsen hanya menganggap vika sebagai teman, meskipun vika menginginkan lebih dari itu.
aksi panas itu terjadi hingga menjelang pagi. arsen yang setelah aksi nya di ranjang bersama vika telah selesai, langsung saja tertidur lelap di sebelah vika sambil memeluk tubuhnya,meskipun arsen dan vika belum sempat berpakaian kembali.
tapi sebenernya, jauh di dalam lubuk hatinya vika, ia menyimpan kekecewaan pada dirinya sendiri.
mengapa ia memperbolehkan arsen menyentuhnya,menciumnya, bahkan menidurinya sampai arsen bisa mendapatkan "mahkota" nya.
"aku ingin arsen tahu, bahwa selama ini aku mengaguminya dalam diam. aku selalu memperhatikan kamu dari kejauhan, sampai aku selalu mencari tahu info tentangmu, termasuk siapa saja perempuan yang sedang menjalin hubungan bersama kamu.
tapi persetan dengan itu semua! aku tidak ingin melakukan nya diam diam lagi. aku ingin memiliki kamu. kamu harus menjadi pacar aku, supaya aku bisa menjalin hubungan spesial bersama kamu sen. tanpa di ganggu orang lain. aku sayang kamu. aku ingin kamu."
__ADS_1
gumamnya dalam hati, sambil membalas pelukan arsen, dan menciumi bibirnya saat arsen tengah tertidur.
arsen terbangun lebih dulu dari vika, dan langsung menyadari perbuatan yang mereka buat.
dia telah meniduri perempuan itu. sampai "mahkota"nya pun telah ia renggut. arsen memaki dirinya sendiri mengapa ia tak bisa mengontrol dirinya.
apa mungkin semalam itu vika berpenampilan sangat cantik dan menggoda sekali dengan balutan dress yang sexy, yang membuat nafsu arsen semakin bergairah. terlebih saat arsen tahu kalau vika, memang berniat menginap "sendirian" di kamar hotel setelah acara ulang tahunnya itu.
mungkin kata "sendirian" itu, yang membuat kesempatan itu datang.
arsen langsung terbangun dan melihat jam di layar handphone nya, yang sudah menunjukan jam "09.05"
"HAH! JAM 9 PAGI?????" katanya dengan setengah berteriak.
lalu arsen menelpon kembali papanya, agar tak membuat orang seisi rumah khawatir akan keberadaannya.
"hallo pah, maaf udah bikin khawatir. aku semalem nginep di rumah temen. karena temenku minta nebeng. karena sudah malam, jadi ku antar saja sampai rumahnya. dan aku memutuskan untuk menginap di rumahnya."
"ya sudah kalo begitu. harusnya semalam kamu laporan dulu ke papa kalau mau menginap. tapi temanmu itu laki laki juga kan?"
arsen langsung panik dan keringat dingin saat papanya bilang "tapi temanmu itu laki laki juga kan?"
__ADS_1
yang mau tak mau ia harus berbohong kepada papanya agar tidak mencurigai dirinya atas perbuatan mesum yang dilakukan anaknya itu.
vika yang saat itu masih tertidur, akhirnya terbangun mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
vika yang saat itu masih merasakan lelah dan sedikit merasakan rasa perih di area *** nya, lalu mengurungkan niatnya untuk bangun dari kasurnya, lalu kembali merebahkan dirinya di ranjang dan menyelimuti tubuhnya yang masih bertelanjang.
arsen yang saat itu sudah keluar dari kamar mandi sambil mengenakan selembar handuk, lalu menghampri vika yang masih tertidur di ranjang sambil menutupi setengah wajahnya dengan selimut.
"vik, bangun dulu yuk. kita sarapan diluar."
"A--aku masih lemes nih, terus " itunya" aku kayak ngerasa agak perih gitu sen."
"maafin aku vik, semalam aku jadi gak terkontrol gitu. aku nafsu banget ngeliat kamu dengan dress sexy itu. apalagi saat aku tau, kamu nginep di hotel ini sendirian. jadi fikiran aku langsung mengarah ke soal sex. maafin aku vik. aku udah ngerusak kamu."
kata arsen sambil membelai lembut rambutnya dan dengan wajah yang menyesal.
"iya, akupun juga salah. karena aku juga mengajak kamu ke kamarku. ini bukan hanya salah kamu kok. tapi aku ingin, kamu bertanggung jawab atas semua ini. aku ingin kamu jadi pacarku sen. supaya aku bisa memiliki kamu sepenuhnya, atau kita bisa melakukan kayak gini lagi di lain hari."
"sebenarnya di antara kita, tidak perlu ada status pacaran vik. kamu bisa memiliki aku sepenuhnya, aku pun begitu. orang pacaran pun masih bisa putus bukan? tapi aku gak mau. aku mau kita bisa selalu dekat kayak gini dan bisa melakukan hal apapun sama kamu. dan tentunya tanpa orang ketiga. cuma kamu yang aku mau vik. gak ada yang lain."
tapi entah kenapa vika sangat keberatan dengan ucapan arsen. namun ia tetap berusaha menyetujuinya meskipun keberatan.
__ADS_1
mengapa arsen anti dengan status pacaran meskipun apa yang ia lakukan dengan vika sudah melampaui batas.
"tapi ada syaratnya, kalo ada cewek yang mau deketin kamu, kamu harus anggap aku pacar kamu sen. aku gak pengen kamu lepas dari aku. aku pengen kamu memperlakukanku seperti orang pacaran pada umumnya. kita jalan bareng,nonton, liburan, dan ke sekolah pun juga bareng. supaya teman teman lain melihat dan menganggap kalo kita sudah resmi pacaran meskipun menurutmu enggak".