
sekarang, ayla pun sudah mengetahui semuanya.
tentang awal perkenalannya dengan vika saat masih SMA, kedekatan yang pernah terjalin antara arsen dan vika, beserta kehilafan yang pernah mereka sering lakukan secara sengaja.
dan juga niat buruk vika untuk menghancurkan hubungannya, karena ia sangat tidak sudi melihat arsen menjalin cinta dengan wanita lain kecuali dengan dirinya seorang.
dan ayla pun juga mengetahui, kalau ternyata vika juga berkuliah di kampus yang sama dengan dirinya dan arsen.
entah disengaja atau tidak, mengapa vika bisa berkuliah di tempat yang sama dengan mereka. mungkin karena ia tak ingin lepas dari pujaan hatinya itu yang pernah merengggut kehormatannya. meskipun yang mereka lakukan atas dasar suka sama suka.
"sekarang kamu udah tau semua kan ay?tapi kamu tenang aja, aku gak akan membiarkan vika menghancurkan hubungan kita. kamu juga janji ya, bakal terus disamping aku, ay ."
"iya sayang, tapi permasalahannya, aku pun gak tahu wujud vika itu seperti apa. karena aku pun harus tahu itu. supaya kalau saja aku bertemu dengannya di lingkungan kampus, aku pun bisa menghindarinya."
"oke nanti aku minta benny buat cari tahu fotonya vika dan nanti aku kirim fotonya ke kamu. akhirnya aku lega juga, kamu bisa menerima masa laluku ay, kamu emang yang terbaik, gak salah aku ---"
obrolan arsen terhenti saat mendengar ponsel ayla yang tiba tiba berdering. ayla dengan cepat meraih ponselnya untuk melihat siapa yang sedang menelponnya.
__ADS_1
"hallo mah, iya ada apa ma?"
"siapa namanya ma?teman kampusku?"
"*perasaan aku gak pernah kenal dan gak punya teman kampus yang namanya Rara ma. oh, mungkin temannya arsen kali ma. nanti aku tanya dia deh."
"iya iya nanti aku pulang kok. bye mama sayang. salam ya buat papa*."
ayla menutup teleponnya dan masih terlihat bingung siapa yang baru saja datang kerumahnya dan mengaku sebagai teman kampusnya. padahal selama ini dia tidak punya teman satupun yang bernama rara. atau entah mamanya yang mungkin salah dengar saat orang itu menyebutkan namanya.
"mama ngomong apa ay?"
"terus mama kamu ngomong gak, kalau kamu lagi di bandung?"
"iya, tadi mama ngasih tau ke orang itu kalau aku lagi liburan ke bandung. karna katanya mama sih, dia nanya aku lagi dimana. yaudah mama jawab lagi di bandung."
"kok feeling ku jadi gak enak ya ay. karena selama ini kan teman teman kamu, kalau pun mau ketemu atau mau datang ke rumah, pasti ngabarin dulu atau nelpon langsung ke kamu. dan udah gitu, kamu gak pernah kenal sama yang namanya rara."
__ADS_1
"entah lah sen, aku juga bingung."
.
waktu sudah menunjukkan jam 9 malam. namun arsen dan ayla masih belum beranjak dari sofa kamar hotel yang ayla tempati. dan mereka masih sibuk dengan handphone nya masing masing di tangannya.
ayla yang sedang mencari tahu kepada teman temannya, apakah di antara mereka ada yang mengenal rara. karena rasa penasarannya karena sepertinya dirinya tidak mengenal "rara" tersebut.
dan begitupun dengan arsen.
tapi darimana kah rara bisa mengetahui alamat rumahnya? apa mungkin rara adalah temannya rara, atau rara adalah....... entahlah. terlalu banyak asumsi di pikiran ayla.
arsen dan ayla masih terus mencari tahu, siapa rara sebenarnya. namun tiba tiba saja arsen di kejutkan dengan panggilan telepon masuk dengan nomer yang sama saat dirinya sedang di cafe bersama ayla.
"sial! buat apa sih dia nelpon lagi" gerutu nya dalam hati.
arsen mencoba menghindari ayla saat dirinya ingin mengangkat telepon dari nomer tersebut. karena arsen tahu, bahwa vika lah yang saat ini menelponnya.
__ADS_1
"mau ngapain lagi lo telepon gue?!"