Selingkuhan terbaik

Selingkuhan terbaik
ada apa dengan mama


__ADS_3

lanjut lagi yaa readers..


jangan lupa comment dan likes + vote nya :)


 


************


 


"hallo sayang, kamu gak perlu marah marah gitu kok. nanti gantengnya ilang lagi." goda vika saat menelpon arsen yang tengah diliputi rasa benci nya pada perempuan itu.


"mau apalagi lo ganggu hidup gue? apa lo gak capek dengan apa yang lo lakuin?"


"ups.. aku ganggu kamu ya? maaf deh. aku cuma mau ngasih tau, kalo aku bakal nyusul kamu ke bandung, dan aku pingin kita ketemu sayang. harus ya, ini perintahku! kalau tidak ......... "


"kalau tidak apa?!" tanya arsen dengan mendengus kesal.


"kalau tidak, aku akan sebarin foto kita yang tengah bercumbu mesra sewaktu di rumah mu. dan aku bakal ke seluruh teman teman kamu, termasuk ke ayla dan keluarganya agar mereka benci sama kamu. hahahaha." kata vika dengan ketawa jahatnya.


arsen menghela nafas panjang. mungkin untuk kali ini ia harus menuruti kemauan perempuan itu, agar ia juga bisa merebut handphone miliknya dan menghapus bukti foto itu.


"oke, mau lo ketemu dimana?"


"aku tunggu di hotel flowers ya sayang, nanti aku share location pas aku udah sampai. dan malam ini aku segera berangkat."


arsen merasa kalau vika sudah berani mengancam dirinya dengan sebuah foto yang ia jadikan sebagai senjata. mau tidak mau, ia harus menuruti kemauan perempuan itu. dan ia juga tidak ingin ayla mengetahui tentang hal ini. ia tidak ingin ayla terlibat di dalam masalah masa lalunya.


"ay aku balik dulu ke kamarku ya, sekalian mau lihat kondisi nya tyas. takutnya dia masih sakit."


"tapi nanti kamu balik lagi ke kamarku kan sayang?"


sebenarnya niatan arsen untuk kembali ke kamarnya agar bisa menghindari ayla untuk saat ini. karena mungkin nanti tengah malam atau menjelang pagi, ia harus menyelesaikan masalahnya dengan vika dan bertemu dengan nya secara langsung.


"hmmm..... kamu tidur aja ya sayang, selamat malam. nanti aku datang lagi kok." kata arsen sambil mencium kening ayla.


namun saat arsen beranjak pergi dari kamarnya, ayla memeluk tubuhnya dengan erat dari belakang.


"jangan tinggalin aku ya sen, aku gak ingin kehilangan kamu." kata ayla dengan wajah memelas.


entah mengapa, ayla bersikap seperti ini disaat arsen akan menemui vika nanti tanpa sepengetahuan pacarnya.


di saat ayla seperti itu kepadanya, arsen seperti merasa sangat bersalah merahasiakan ini dari ayla, namun ia hanya ingin menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa ingin merepotkan pacarnya.


arsen segera berbalik badan saat ayla memeluknya dari belakang, lalu arsen mendekati wajahnya ke ayla dan mencium bibir lembutnya hingga turun ke leher sampai posisi nya sudah ada di atas tubuh ayla.


dan pergulatan pun terjadi. seolah tidak terjadi masalah yang menghadapi arsen dan hubungannya, dengan nikmat ia tak ingin melewatkan moment terindah bersama ayla.


mereka sudah saling menelanjangi diri. ayla menikmati setiap sentuhan dan kecupan dari arsen. mereka sudah terlena dengan nafsu birahinya. hingga setelah melewatkan beberapa jam kemudian, tanpa sadar mereka berdua sudah tertidur pulas setelah melewati pergulatan pada malam itu.


meskipun pada awalnya ayla menolak pada saat arsen pertama kali mencoba mengajaknya untuk berhubungan intim, tapi entah mengapa ayla seperti kecanduan untuk melakukan kegiatan itu lagi dan lagi bersama pacarnya. mungkin saat ini, ayla sudah sangat percaya diri bahwa arsen tak akan mungkin mudah meninggalkannya, karena ia yakin arsen adalah orang yang tulus mencintainya tidak seperti yuda, mantannya dulu.


ayla yang sudah terbangun lebih dulu dengan kondisi yang masih dengan tanpa busana, dan hanya selimut tebal yang menutupi tubuhnya dan arsen.


"sayang bangun dong, udah jam berapa nih?" kata ayla sambil melihat jam di ponsel nya.


"sayang, udah jam 8 tau. nanti tyas nyariin kita loh. ayo bangun ya sayang." sambil menggerak gerakan tubuh arsen yang masih tertidur pulas.


lalu dengan perlahan arsen membuka matanya dan langsung menyadari hari sudah pagi.

__ADS_1


ia langsung bangun dari tidurnya dan langsung mengingat janji nya untuk bertemu vika.


"duh sial! mampus gue." katanya sambil tergesa gesa memakai pakaian nya kembali.


"kamu kenapa sih sen? baru bangun kok langsung panik gitu?"


kamu siap siap aja ya ay, nanti jam 10an aku jemput kamu lagi disini.


tanpa melihat tatapan ayla yang masih terlihat kebingunan, arsen langsung segera keluar kamar itu dan menyalakan kembali handphone miliknya.


memang sejak semalam, arsen dengan sengaja menonaktifkan handphone, agar tidak di ganggu oleh siapapun saat ia sedang bercumbu mesra dengan ayla.


saat handphone kembali menyala, terdapat notifikasi 10 panggilan telepon masuk dan 7 pesan dari nomer vika yang sengaja tidak ia simpan di kontak handphone nya.


tanpa membaca terlebih dahulu isi pesannya, arsen langsung menghubungi kembali nomer vika.


"hallo vik, sorry semalam gue ketiduran. kita ketemu sekarang aja."


"hah? lo pikir gue mau nemuin lo sekarang? kan udah gue bilang kita janjian pas malam tadi. kalo sekarang sih, gue udah otw lagi ke jakarta."


"oh ya sudah kalau gitu. bagus deh, jadi gue gak perlu repot nemuin lo lagi. lagian biar gue bisa punya banyak waktu sama ayla tanpa di ganggu sama perempuan gak jelas kayak lo."


"eits.... jangan bangga dulu sayang, nanti kamu lihat aja kejutan dari aku."


"terserah! bye." arsen langsung menutup teleponnya itu. seperti sudah tidak perduli apapun yang dikatakan oleh vika.


arsen kembali ke kamarnya namun bertemu dengan tyas di depan lift.


"kak arsen dari mana aja sih? aku tuh dari tadi ngetok ngetok kamar kakak, pantes aja gak ada jawaban. orang kamarnya kosong."


"kakak tadi abis jalan pagi sekitaran hotel yas. aku masuk kamar dulu ya mau mandi. oiya kamu mau kemana, kok sendirian? della udah pulang?"


"eh nanti dulu, jangan turun dulu yas, gue mau pinjem charger. udah lowbat nih. punya gue ketinggalan."


"ketok aja kak, biar della yang ambilin." kata tyas sambil dengan cepat memasuki pintu lift yang sudah terbuka.


tok..tok....tok....


"del, ini gue arsen. tolong ambilin charger hp nya tyas dong."


"bentar kak." terdengar sahutan dari dalam pintu.


namun saat della membuka pintu kamarnya, arsen dikejutkan dengan della yang hanya mengenakan selembar handuk pendek dengan rambut yang masih basah, yang membuat nafsu nya mulai bangkit.


arsen mengamati della dari atas hingga bawah dengan tatapan nafsu.


"sorry kak, gue lagi mandi. kak arsen coba cari sendiri aja ya."


"oh iya del. sorry ya ganggu mandinya."


lalu dengan cepat della masuk ke dalam kamar mandi kembali dan melanjutkan kegiatannya yang sempat terhenti karena kedatangan arsen.


arsen melihat setiap sudut kamar dan mencari ke dalam tas milik tyas, namun tidak menemukan charger yang ia cari. dan ia tidak menemukan apapun di atas meja. hanya sebuah alat make up yang bertebaran.


"dimana sih? giliran di butuhin malah ngilang nih chargeran. mana batrenya tinggal 5% lagi."


gumam nya dalam hati.


sudah hampir 5 menit ia mencari namun tidak di temukan juga.

__ADS_1


"tau gitu mending tadi malam mampir aja deh ke counter hp buat beli charger baru. susah banget di carinya. di umpetin kali ya sama tyas." katanya sambil bergumam kesal.


namun tiba tiba arsen di kagetkan dengan suara perempuan di belakangnya.


"udah ketemu belum kak?" kata tyas yang baru saja keluar dari kamar mandi yang masih dengan menggunakan handuk pendek yang membalut tubuhnya dan kepala nya yang juga terbalut oleh handuk.


"umm... belum del." kata arsen dengan sedikit gugup karena melihat keseksian della yamg membuat "jonny" nya mulai bangun.


"loh itu kak, di bawah kasur. mungkin gak sengaja jatuh."


namun arsen hanya tetap fokus pada tubuh della tanpa memperdulikan omongannya.


"kak? kok jadi bengong. itu loh chargeran nya di bawah kasur. mungkin gak sengaja jatuh."


"i.. iya del. thanks ya."


arsen lalu kembali ke dalam kamar hotel miliknya.


hari ini ia merasa bahagia sekali karena semalaman bisa dengan puas "bermain - main" bersama ayla. dan tadi, ia juga di kejutkan dengan keseksian tubuh della saat mengenakan handuk.


tapi entah mengapa, ia merasa bahagia juga melihat itu. meskipun ia harus mengontrol nafsunya saat berhadapan dengan della agar terhindar dari hal yang tidak di inginkan.


arsen menelanjangi diri di bawah shower. dan membersihkan dirinya yang sudah lengket karena berkeringat atas "olahraga" malam itu dengan ayla.


setelah arsen sudah siap dan ingin mengajak ayla, tyas dan della untuk jalan jalan mengelilingi kota bandung. tapi tiba tiba ayla sudah berdiri di depan pintu kamar hotelnya dengan membawa koper dan tas kecil miliknya.


"baru aku mau ketuk pintunya eh kamu nya udah keluar."


"kamu mau ngapain bawa tas segala sih, orang kita mau jalan jalan bentar doang kok. gak nyampe sore."


"jadi sebenernya tadi mamaku telpon, dia minta aku pulang hari ini juga. katanya ada hal yang penting yang mau ia sampein ke aku."


"yah, emang penting banget gitu? sampe harus pulang sekarang? lagian kan kita baru beberapa hari doang ay. aku masih pingin tidur bareng kamu."


"hush.. jangan ngomong gitu kamu. nanti ketauan tyas gimana? udah ah, jadi gimana nih?"


"oke, kalau kamu harus pulang hari ini, mau gak mau aku dan tyas juga harus ikut pulang. tapi bentar ya, aku beresin barang barangku dulu dan aku bilang ke tyas juga."


tapi tiba tiba mamanya ayla kembali menelponnya lagi.


"hallo ay, kamu pulang nanti biar sopir kamu aja yang jemput kesana ya. gak perlu sama arsen lagi"


"loh kok gitu sih ma? kan aku datang bertiga, masa pulangnya masing masing gitu."


"gak usah protes ya, udah kamu turutin aja mau mama."


"ya gak bisa gitu dong ma, aku pingin sama arsen pokoknya."


"ay, kalau kamu gak mau nurut, mama pindahin kampus kamu, biar kamu sekalian gak bisa ketemu arsen lagi. udah ah mama tunggu dirumah. bye!"


ayla merasa ada hal aneh, kenapa mamanya tiba tiba menelpon dengan nada marah secara mendadak. padahal dirinya sedang tidak melakukan kesalahan apapun kepada orang tuanya.


dan tentu saja ayla juga menceritakan soal mamanya kepada arsen.


arsen pun dengan yakin, bahwa ada sesuatu yang janggal yang membuat mamanya ayla mendadak menyuruhnya pulang, meskipun ayla sudah izin kepadanya untuk liburan satu minggu di bandung.


tapi kenapa baru beberapa hari di bandung, mamanya memaksanya pulang.


ada apa yang terjadi?

__ADS_1


__ADS_2