
pasca kandasnya hubungan ayla dan arsen, seakan rasa kesepian selalu menyelimuti arsen setiap harinya. meskipun ia punya 2 orang sahabat yang selalu ada untuknya yaitu kevin dan ben.
tapi rasanya seperti ada sesuatu yang hilang saat ayla kini sudah menjauh dari dirinya bahkan ayla pun memblokir semua komunikasi dan sosial media milik arsen.
kini setiap malam, arsen selalu menghabiskan waktunya berkumpul di sebuah club malam untuk menghilangkan rasa gundahnya dan tentunya bersama ben dan kevin.
ben dan kevin yang sedang menggoda para wanita cantik dan sexy disana, sedangkan arsen yang sedang duduk menyendiri dengan segelas wine di tangannya.
tapi tiba tiba arsen tersentak saat seseorang menepuk pundaknya.
"hai, kamu sendirian aja? aku boleh duduk disini gak?" kata seorang wanita cantik dan gaun merahnya yang mini.
"eh silahkan mbak."
dan perempuan itu pun langsung duduk di samping arsen.
"panggil aja aku Lea. kamu siapa?" sambil melambaikan tangannya untuk berjabat tangan sebagai awal perkenalan mereka.
"apaa?"
"nama kamu siapa?" kata Lea sambil mendekatkan ke telinga arsen.
"gue arsen. lo sama siapa kesini?"
"aku sendirian sih kesininya. tapi aku udah janjian sama temenku buat ketemuan disini."
"hah, lo sendirian kesini? apa lo gak takut? apalagi di tempat ini kan pasti banyak cowok mesum yang jahil. apalagi sama cewek se-sexy lo." kata arsen sambil memperhatikannya dari atas ke bawah.
"ah bisa aja. ah atau jangan jangan lo termasuk salah satu cowok mesum itu lagi?" canda lea
__ADS_1
"kalo gue mesum, lo mau gak tidur sama gue?"
"apansih kamu. masa baru kenal udah ngajak tidur."
"eh eng.. nggak kok lea. sorry, gue bercanda kok. temen lo mana kok gak datang datang?"
"hmm.. nggak tau juga sih, mungkin bentar lagi. gue pesen minuman dulu ya sen. nanti gue balik lagi kok."
"oh, oke."
ben yang mengamati arsen sedari tadi dari kejauhan meskipun ia tengah asyik dengan wanita penghiburnya, lalu menghampiri arsen tanpa memperdulikan wanitanya.
"woi bro, cewek cantik gitu kok malah lo biarin pergi?"
"siapa?"
"itu yang barusan duduk disini tadi."
"ya jelas lah. takutnya lo sampe teler lagi karena kebanyakan minum. eh, tadi kemana ceweknya? kalo lo gak mau, buat gue deh. keliatannya cantik juga. sexy lagi."
"namanya Lea. dia lagi pesen minum dulu. nanti juga kesini lagi. eh, tuh dia anaknya menuju kemari." sambil menunjuk ke arah Lea yang menghampiri meja mereka.
"hai kamu lea ya?" sapa ben lebih dulu.
"kenalin le, ini sohib gue. namanya ben." sahut arsen.
"udah sen, lo diam dulu. sekarang giliran gue dong. atau gantian lo duduk disana gimana?" sambil menunjuk kursi yang tadi ia tempati bersama wanitanya.
"enak aja lo! dateng dateng malah ngusir. udah duduk samping gue aja le."
__ADS_1
tanpa pikir panjang, lea pun menempatkan dirinya tepat di sebelah arsen. dan ben hanya terdiam saat rasanya kalah saing dengan temannya itu. ya memang kalau di akui, ben kalah ganteng dengan arsen. yang mungkin jadi alasan kalau para hawa lebih terpikat dengan fisik seorang arsen.
"oh iya, kamu sama siapa kesini le?" timpal ben yang perhatiannya selalu tertuju pada lea yang di hadapannya.
"umm, sama temen sih. tapi kok belum datang juga ya." katanya sambil memperhatikan sekitar mencari sosok yang ia tunggu.
"mungkin sebentar kali le, santai aja dulu disini sama kita. ya gak sen?"
"kita?? gue aja kali. lo gak usah. tuh cewek lo yang tadi di tinggalin gitu aja?"
"ah gila, itu bukan cewek gue kali. lagian gak seneng banget lo gue disini."
eh itu dia, akhirnya datang." ucap lea dan membuyarkan perdebatan mereka.
lea menyambut temannya yang sudah berdiri di depan meja bar. arsen dan ben pun mengamati langkah lea dan juga tertuju pada sosok temannya. meskipun sedikit jauh dari mejanya, tapi ben dan arsen pun tetap menangkap dengan jelas dan merasa mengenali temannya lea yang baru saja datang.
"sen, kok dari samping mirip ayla ya? apa jangan jangan temannya Lea itu ayla?" kata ben sambil melihat dengan seksama wajah temannya Lea dari sisi samping.
dan wajah temannya itu terlihat dengan jelas sekali saat lea membawa nya ke meja mereka. ben dan arsen yang sedari tadi menerka nerka apakah benar dugaannya ayla atau bukan, dan ternyata.....
"arsen??" kata temannya Lea sambil terheran dan kebingungan.
"Ayla? ka... kamu??"
.
***mohon maaf yaa telat update😭😭
dan jangan lupa dukungan dari kalian yaa readers ,supaya aku bisa bersemangat membuat cerita cerita yang gak kalah seru lagi.
__ADS_1
tunggu part selanjutnya ya❤***